Selasa, 17 November 2009

Hot Spot Di Mako Rindam V/Brawijaya


Malang-Hari ini Rindam V / Brawijaya telah mendapat bantuan alat pemancar sinyal internet (Hot Spot)dari Hub Dam V Malang untuk mempermudah akses dan kelancaran operasional di sekitar Mako Rindam radius 50 meter dari pemancar tersebut berada. Sebelumnya Mako Rindam Malang sudah menggunakan modem konvensional untuk mendukung operasionalnya namun hal tersebut dinilai masih kurang praktis.


Apa yang di maksud dengan hot spot? hot spot adalah titik dimana kita bisa mengakses internet,lewat laptop asalkan didalam laptop kita ada fitur WiFi(wireless fidelity).Sehingga kita bisa mengakses internet secara praktis karena tanpa kabel(wireless).

Minggu, 15 November 2009

Kasdam Tutup Dik Secaba Babinsa


Jember- Usai sudah pendidikan Secaba Bintara Pembina Desa (Babinsa) Reguler yang dilaksanakan selama 4 bulan di lembaga pendidikan Secaba Rindam V/Brawijaya Jember dan upacaranya dipimpin langsung oleh Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Bambvang Soemarno di lapangan hitam Mako Secaba Rindam Jember (24/10).

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Inspektur upacara, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno, S.Ip,Msc mengucapkan selamat kepada 260 Bintara Teritorial atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan ini. Pangdam berharap para Babinsa yang baru dilantik bisa segera menyesuaikan diri dan dapat memberikan kontribusi positif di satuan Kodim jajarannya masing-masing di wilayah Kodam V/Brawijaya ini.

Para Babinsa memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak terdepan dalam pembinaan teritorial diwilayahnya dan juga sebagai mata dan telinga bagi satuannya masing-masing. Disamping itu para Babinsa juga dituntut untuk memiliki kemampuan sebagai badan pengumpul keterangan yang baik. Terlebih lagi bila dihadapkan terhadap masih banyaknya aksi terorisme yang melibatkan sebagian dari saudara kita yang memiliki pemahaman sempit terhadap ajaran agama tertentu.

Sebagai ujung tombak satuan teritorial Babinsa diharapkan dapat menjadi motor penggerak masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan, khususnya yang terkait dalam menumbuhkan gotong royong, musyawarah mufakat serta berbagai hal yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat.


Sumber : Brawijaya

Jumat, 06 November 2009

Pangdam sosialisasikan bela negara pada mahasiswa


Banyuwangi TMB- Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel inf Ferdinand Setiawan mewakili Pangdam V/Brw membuka penataran dan Lokakarya belanegara untuk dosen pendidikan kewarganegaraan di Banyuwangi, Kamis (15/10).

Penataran yang berlangsung selama dua hari hingga jum'at (16/10) itu di ikuti oleh 60 orang dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-jatim. Sedangkan narasumber yang dihadirkan antara lain Dr. Lukman (dosen UPN), Mayjen TNI (Pur) Warsito. Laksamana Muda TNI Setyo Harnowo (Wakil Direktur PKBN Dephan) dan Drs. Kasim Sembiring, Msi.

Pangdam V/Brawijay, Mayjen TNI Soewarno, S.IP. Msc dalam sambutan tertulisnya mengharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan wawasan para Dosen serta materi ajaran pendidikan kewarganegaraan yang akan disampaikan kepada mahasiswam, sesuai tuntutan perkembangan situasi dan kondisi maupun tuntutan reformasi saat ini.

Menurut orang nomor satu di Kodam V/Brawijaya ini, selama ini masyarakat cenderung menafsirkan bela negara sebagai tindakan pemaksaan atau militerisasi, sehingga perlu upaya pelurusan.

Oleh karena itu tidak berlebihan apabila para dosen pendidikan kewarganegaraan dijadikan tumpuan harapan dalam upaya mensosialisasikan materi bela negara kepada seluruh generasi muda, khususnya para mahasiswa.

Karena Pangdam menilai materi kewarganegaraan masih sangat relevan dan diperlukan para mahasiswa dalam rangka menumbuhkembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta kecintaannya terhadap NKRI yang sekarang ini cenderung melemah.

(Brawijaya)