This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Desember 2010

Ribuan Prajurit Dapat Penghargaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta, ribuan prajurit mendapatkan penghargaan Satya Lencana atas pengabdiannya selama 8 tahun, 16 tahun, dan 24 tahun. Penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan pada dedikasi prajurit TNI dalam membela negara. 

Untuk masa pengabdian 8 tahun, sebanyak 8.075 prajurit yang mendapatkan Satya Lencana. Sementara untuk masa pengabdian 16 tahun, prajurit yang memperoleh Satya Lencana mencapai 6.974 prajurit sedangkan sebanyak 4.917 prajurit memperoleh Satya Lencana karena pengabdiannya selama 24 tahun.

Penyematan Satya Lencana dilakukan oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Marciano Norman dalam upacara peringatan Ulang Tahun ke-61 Kodam Jaya/Jayakarta. Usai memberikan penghargaan, Pangdam berpesan agar setiap prajurit tetap harus menjaga kualitas dan keprofesionalannya dalam mengamankan negara.

"Ulang tahun ke-61 Kodam Jaya ini kami berharap semakin bisa membanggakan rakyatnya. Untuk mencapai tujuan itu, Kodam Jaya harus meningkatkan kualitas profesional prajurit dan berlatih dengan baik," ucap Pangdam Jaya Mayjen Marciano Norman, Jumat (24/12/2010), saat menyampaikan pesan dan harapannya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 di Makodam Jaya, Jakarta.

Selain menjaga profesionalitas, dia juga berharap agar Kodam Jaya bisa meningkatkan hubungan dengan Pemerinta Daerah, aparat kepolisian dan pemangku kepentingan lain di Ibu Kota.

"Sehingga dengan bersinergi secara profesional manfaat yang didapat bisa membuat situasi Jakarta yang aman dan sesuai harapan," ucapnya.

Selain penghargaan kepada para prajurit, peringatan hari ulang tahun Kodam Jaya juga dimeriahkan dengan atraksi prajurit dari satuan Pasukan Pengamanan Ibu Kota Jayasakti sebanyak 520 personel. Seluruh personel ini memeragakan seni bela diri asal Korea, yakni Yongmodo untuk menunjukkan kekuatan dan kedisplinan prajurit dalam berlatih sebagai modal pengamanan.

Kodam Jaya juga mendapatkan hadiah dari mantan Pangdam Jaya Mayjen TNI (Purn) Darpito Pudyastungkoro berupa satu mobil ambulans merek Nissan dan juga sepuluh kursi roda dari Yayasan Dian Mandiri.

Kompas

Jumat, 17 Desember 2010

Dimanakah Indonesia Dalam Pertarungan Antara AS - China di Korea ?

China rupanya punya bukti kuat bahwa Amerika Serikat dan Korea Selatanlah yang memicu ketegangan di Semenanjung Korea setelah keduanya memutuskan untuk melakukan latihan militer gabungan di Laut Kuning. Pantaslah China diam saja terhadap aksi Korea Utara yang menembakkan artilerinya ke beberapa daerah di Korea Selatan.

Ketegangan tersebut terjadi satu tahun setelah Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat meluncurkan hubungan antara AS dan China dengan disertai jaminan strategis untuk para antek Amerika di Asia, dan setelah AS melakukan berbagai upaya untuk menjaga hubungan tersebut.
Analis mengatakan bahwa ketegangan di Semenanjung Korea bukanlah antara Korea Utara dan Korea Selatan, melainkan antara Amerika dan China. Hal itu karena tuntutan AS terhadap China agar menaikkan nilai mata uangnya, Yuan, terhadap dolar.


Akan tetapi, China dengan keras menolak tuntutan tersebut dengan alasan bahwa masalah tersebut bukan masalah China, melainkan masalah dalam negeri Amerika. Akibatnya, neraca perdagangan Amerika mengalami defisit terhadap China. Amerika lalu mengubah perlakuannya menjadi perlakuan bersahabat, jauh dari perlakuan agresif. Akan tetapi, China tidak mengubah sikapnya, bahkan tetap bersikeras dengan kebijakannya.

Karena itu, Amerika lalu mencetak uang ratusan juta dolar untuk menaikkan kurs mata uang China. Amerika berhasil melakukannya, tetapi Amerika menghadapi masalah inflasi keuangan di dalam negerinya sendiri dan perekonomiannya bertambah lemah.


Atas kejadian ini, China malah bertambah kuat dalam menghadapi Amerika. Atas dasar itu, Obama kemudian menyatakan, “Amerika akan menghadapi ambisi-ambisi China bukan hanya secara regional.”


Lalu dimanakah posisi Indonesia di dalam permasalahan ini? Apakah Indonesia bersama Amerika atau China? Ataukah Indonesia mengambil sikap netral, terutama setelah Amerika Serikat mengikat perjanjian dengan Pemerintah Indonesia dalam apa yang disebut dengan “Kemitraan Komprehensif”?


Benar, krisis ini diinginkan Amerika untuk memukul China ketika China menolak keinginan Amerika. Amerika ingin menarik China ke medan Perang Korea. Kemudian Amerika hendak memukul China dengan dukungan sekutu dan antek-anteknya. 


Alasannya, karena China telah mengancam keamanan kawasan dan regional. Amerika telah memobilisasi negara-negara Asia untuk mengepung China. Ini tentu saja bukan permasalahan Indonesia. Karena itu, Indonesia wajib tidak berdiri di sisi Amerika ataupun China, betapapun upaya Amerika atau China untuk menarik Indonesia di sisi masing-masing di antara keduanya.


Sebab, berada di sisi China ataupun Amerika tidak akan memberikan manfaat bagi Indonesia, baik sekarang ataupun pada masa depan. Indonesia yang merupakan negeri kaum Muslim terbesar di dunia harus menjadi kekuatan yang mandiri, memiliki kehendak yang independen, dan Indonesia memiliki potensi untuk itu. 

Global Review

Blogger news