This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 05 Februari 2010

MEF diperlukan untuk posisi tawar indonesia



Bila kita membicarakan tentang perbatasan Indonesia maka dipikiran kita akan ternginang tentang penyelundupan, pelanggaran wilayah, konflik, pelarian, ilegal logging dan lain sebagainya. Tentu kita masih ingat tentang aksi provokasi yang dilakukan oleh malaysia di blok ambalat dengan manuver-manuver kapal perangnya dimana telah menimbulkan reaksi keras dari pihak indonesia terhadap malaysia

.

Cukup kita sadari bahwa wilayah indonesia ini tergolong luas dan memiliki ribuan pulau yang tentunya bila dibandingkan dengan jumlah TNI kita masih dirasa kurang. Namun bagaimanapun juga TNI akan selalu memantau setiap perkembangan wilayah di indonesia khususnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dengan menggerakkan seluruh armadanya. Disamping itu TNI juga akan melakukan perkuatan terhadap wilayahnya sesuai dengan perkembangan situasi dilapangan dengan membentuk satuan-satuan baru seperti Kodam, Batalyon maupun yang setingkat Divisi. Sesuai tugas pokok TNI yaitu mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI maka TNI dituntut harus mampu dan sanggup memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat indonesia dan melindungi segenap tumpah darah indonesia dari berbagai macam spektrum ancaman. Keterbatasan tidak akan menghalangi TNI dalam melakukan tugasnya demi kedaulatan negara.


Namun saat ini telah terdapat beberapa indikasi tentang adanya bahaya serangan “tak kasat mata” yang tengah dilancarkan oleh negara tetangga yaitu Malaysia melalui siaran-siaran yang bersifat provokatif terhadap masyarakat perbatasan indonesia dengan iming-iming kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan bila bergabung dengan malaysia. Bagi para pengamat hal ini sangat berbahaya dan merupakan provokasi terhebat dalam perang modern, lebih hebat dari segala pemberitaan alutsista yang didengung-dengungkan selama ini. Oleh sebab itu perbatasan khususnya pulau terluar akan tetap menjadi isu penting bagi indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan wilayahnya

.

Pembangunan merata sangat diperlukan bagi wilayah perbatasan agar masyarakat yang tinggal diperbatasan tidak berpaling dari indonesia. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang rencananya sudah disiapkan pemerintah diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan tersebut.


MEF perlu sebagai posisi tawar


Selama ini masalah perbatasan dengan Malaysia masih menjadi ganjalan bagi indonesia dikarenakan malaysia suka mengulur-ulur waktu. Menurut Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Strahan) Kemhan Syarifudin Indonesia sebagai negara yang berdaulat perlu adanya kekuatan militer di belakang indonesia sebagai daya tawar terhadap Malaysia. Oleh karena itu saat ini indonesia akan terus meningkatkan kekuatan militernya hingga mencapai Minimum Essential Force (MEF) untuk mendampingi indonesia dibalik perundingan-perundingan dengan malaysia.(Ars)


Sbr : M. Intelijen, Kompas, Media Indonesia

Profil : Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur)




Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam V/Brawijaya adalah Pendidikan lanjutan tahap II kecabangan Infanteri yang bertempat di Asembagus, Situbondo. Prajurit siswa yang sudah dilantik dari pendidikan tahap I akan beralih status menjadi prajurit untuk kemudian sesuai kecabangan infanteri maka prajurit tersebut akan melanjutkan pendidikan ke tahap II di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya. Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya sebagai satdik kecabangan infanteri dibawah Rindam V/Brawijaya akan memberikan pendidikan spesialisasi tempur kepada seluruh peserta didik (Serdik) yang akan menjalankan pendidikan agar serdik mampu dan menjadi prajurit yang siap pakai bagi satuan yang akan menerimanya di seluruh wilayah Indonesia.


Lamanya pendidikan tergantung dari tingkatan atau golongan serdik, untuk Bintara pendidikan infanteri akan di berikan selama 5 bulan yang keseluruhannya akan di fokuskan untuk materi Taktik Regu Senapan (Tikrupan), Pengepungan dan Penggeledahan Rumah (Pung pung dah mah), Operasi Lawan Gerilya (Ops wanger), Intelijen Tempur (Intel Pur), Infiltrasi (Penyusupan), Patroli Rawa Laut Pantai dan Sungai (Ralasuntai), Landing Craft Rubber (LCR), Penghancuran dan berbagai taktik tempur lainnya. Untuk Tamtama, pendidikan infanteri akan ditempuh selama 3 bulan dengan menu latihan yang sama dengan bintara kecuali untuk materi kepemimpinan bagi tamtama tidak ada.

Setelah semua materi di berikan kepada seluruh serdik, diakhir pendidikan Dodiklatpur akan mengadakan ujian akhir yang akan diadakan selama 24 hari (Latganda) dimana serdik akan mengaplikasikan semua materi yang telah di terimanya selama pendidikan di Dodiklatpur dengan medan sebenarnya. Latganda akan dibagi menjadi 4 tahap : - Basis (6 Hari)

- Gunung Hutan (7 Hari)

- Long Mars (5 Hari)

- Ralasuntai (6 Hari)


Latganda akan dilaksanakan secara regu maupun perorangan kemudian latganda akan di akhiri dengan jalan kaki sejauh 170 km (Long mars) selama 5 hari menuju pantai Jangkar Banongan Situbondo untuk kemudian pembaretan dengan berenang dari tengah laut menuju pantai.

Untuk membiasakan prajurit bergumul dengan suara-suara peluru dan tembakan maka Dopper akan menjadi momok tersendiri bagi para prajurit yang masih fresh di lingkungan TNI AD. Mereka akan melaksanakan materi infiltrasi merayap di kubangan lumpur yang sudah di sesuaikan medan untuk kemudian para prajurit akan di hujani dengan sejumlah rentetan-rentetan tembakan dari atas mengarah ke bawah maupun kanan kiri sesekali dentuman TNT menggelegar di tengah-tengah mereka. Komandan Regu (Danru) sesuai dengan aba abanya akan berusaha menjaga mental para anggotanya agar terus merayap maju kedepan di bawah tembakan para pelatih hingga ujung kubangan.


Seusai melaksanakan latganda selama 24 hari maka serdik secara resmi akan di terima menjadi keluarga besar Korps Infanteri untuk kemudian siap di tugaskan ke seluruh wilayah indonesia.(Ars)








Infanteri : Cari Temukan dan Hancurkan…

Kamis, 04 Februari 2010

Pemerintah Komitmen Penuhi Rumah Dinas Prajurit TNI


Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia termasuk prajurit TNI dan keluarganya, salah satunya memenuhi kebutuhan rumah dinas.

Hal itu disampaikan Presiden dihadapan keluarga besar prajurit dan perwira tinggi dan menengah Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Markas Divisi Infanteri-1/Kostrad di Cilodong, Minggu.

"Bukan hanya persenjataaan dan perlengkapan prajurit TNI, akan tetapi juga markas dan kesatuannya serta rumah dinas para prajurit TNI, akan kita perbaiki dan tingkatkan," katanya menanggapi pertanyaan Ny Suradi, istri seorang kopral kepala Detasemen Markas Brigade Infanteri 17 Kostrad.

"Gaji tentara juga naik. Uang Lauk Pauk juga naik. Jadi, bukan hanya Gaji Pegawai Negeri Sipil yang tahun 2004 baru sebesar Rp 700.000, dan tahun 2009 lalu, gaji PNS sebagian hampir dan sudah ada yang mencapai Rp 2 juta per bulan," kata Yudhoyono.

Dikatakan Presiden, pemerintah akan terus meningkatkan kesejahteraan dan kelengkapan TNI sesuai kemampuan anggaran dan kemampuan negara.

Menurut Presiden, hak itu tidak perlu diminta, mengingat pemerintah pasti akan memenuhinya sesuai dengan kemampuan anggaran. Semuanya sudah dipenuhi anggaran.

Namun Kepala Negara mengatakan, anggaran negara tidak tak terbatas. Selalu ada batasnya. "Misalnya, menurut UUD dari APBN itu, 20 persen itu kita gunakan untuk pendidikan nasional, sisanya 80 persen kita bagi dengan berbagai kepentingan dalam sektor pembangunan baik di pusat maupun daerah, termasuk TNI," tuturnya.

Pemerintah, lanjut, Presiden, senantiasa memikirkan kesejahteraan rakyatnya, termasuk kesejahteraan keluarga prajurit TNI.

"Tetapi, tentu saja saya harus adil, di samping tingkatkan gaji prajurit TNI/Polri dan PNS, saya juga harus perhatikan kesejahteraan para guru, bidan, penjaga mercu suar, palang kereta api dan sebagainya. Jadi, kita semua bisa sejahtera, adil, jangan maju atau makmur sendiri- sendiri," ujar Presiden.

"Yang jelas, anggaran pertahanan terus ditingkatkan. Mulai tahun 2010 peningkatannya cukup nyata. Dengan anggaran yang makin meningkat ini, baik AD, AL, AU, harapan saya memiliki kemampuan yang makin diandalkan dan tidak boleh kalah dengan tentara negara tetangga kita," tutur Kepala Negara.

Untuk itu kesejehtarannya tentu pula harus ditingkatkan dalam batas kemampuan anggaran negara.

"Yang penting prajurit teruslah berlatih, teruslah siap bertempur. Jangan ragu, karena persenjataan yang kurang memadai, karena dalam pertempuran yang terpenting adalah mentalitas," kata Yudhoyono.(Ars)



Sbr : Antara

Kepentingan AS di Papua dengan Program EAMP


Pemerintah AS meluncurkan program pendidikan bahasa Inggris, English Access Micro-scholarship Program (EAMP), kepada warga Papua. Program yang merupakan hasil kerja sama PT Freeport Indonesia, Kedubes AS, Learning Partnerships dan Universitas Cenderawasih ini, diresmikan oleh Wakil Dubes AS, Thed Osius, yang berkunjung ke Papua pada 20 Januari 2010 lalu.

Empat hari setelah kunjungan Osius (24/1), keamanan di Papua kembali memanas. Sekelompok orang tidak dikenal menyerang karyawan PT Freeport Indonesia. Serangan ini menyebabkan korban luka beberapa aparat anggota kepolisian dan karyawan perusahaan tambang emas swasta milik AS tersebut.

Pengamat Intelijen, AC Manullang, menyatakan kunjungan Osius sebagai bagian dari propaganda untuk lebih menancapkan eksistensi AS di Papua. Sekarang ini, kata Manullang, AS menerapkan politik dua kaki di Papua.

“Satu pihak mendukung kelompok OPM yang ingin lepas dari NKRI. Pada pihak lain mendukung Papua masuk wilayah NKRI”, ungkapnya.

Mantan salah satu direktur BAIS yang pernah bertugas di berbagai negara ini mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk bersikap hati-hati terhadap kebijakan AS di Papua. Ia pun menyoroti program pendidikan yang digulirkan AS dengan PT Freeport.

“Program pendidikan bahasa Inggris ini hanya lip servis yang bertujuan memberikan citra positif AS. Padahal berapa keuntungan yang diperoleh AS mengeruk Freeport”, sergah Manullang.

Manullang mengusulkan pemerintah Indonesia membuat program unggulan untuk menarik warga Papua. Tapi ia juga menyayangkan dana warga program yang dikucurkan banyak dikorupsi pejabat.

Soal memanasnya kembali keamanan di Freeport, manullang mencurigai pihak AS yang melakukan dengan memanfaatkan OPM. Ia justru menghubungkan kunjungan tersebut sebagai upaya daya tawar terhadap Indonesia. (Ars)

Sbr : M. Intelijen

Senin, 01 Februari 2010

Presiden: Prajurit TNI harus punya mental baik


Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan, seluruh prajurit TNI harus memiliki mental yang baik dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai penjaga kedaulatan dan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Meski persenjataan dan perlengkapannya modern, namun jika mental prajuritnya jelek tidak akan ada artinya," katanya, dalam silahturahmi dengan jajaran Divisi Infanteri 1/Kostrad di Markas Divisi Infanteri 1/Kostrad, Cilodong, Bogor, Minggu.

Mentalitas, menurut Kepala Negara, merupakan salah satu unsur penting untuk memenangkan pertempuran. "TNI tidak boleh ragu untuk bertempur karena persenjataan dan perlengkapan kita kurang memadai. Terus berlatih, hingga mental kita terbangun dengan baik dan dapat memenangkan pertempuran," ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat/Panglima Kostrad Jenderal TNI George Toisutta itu, Presiden menegaskan komitmennya untuk secara bertahap menaikkan anggaran pertahanan sesuai kemampuan anggaran negara yang tersedia.

"Indonesia adalah negara yang besar, dengan sumber daya alam melimpah dan sumber daya manusia yang banyak, serta luas wilayah yang luas. Karena itu, negara ini harus kita jaga dan kita pertahanakan," katanya.

Karena itu, lanjut Presiden, pemerintah akan terus meningkatkan anggaran pertahanan, sehingga alat utama sistem senjata dapat terus dimodernisasi dan dilengkapi, serta tidak kalah dengan kemampuan negara lainnya.

Tak hanya kenaikan anggaran untuk alat utama sistem senjata, namun Pemerintah juga berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga prajurit.

"Pemerintah senantiasa memikirkan kesejahteraan rakyatnya, termasuk kesejahteraan keluarga prajurit TNI. Tentu saja saya harus adil, di samping tingkatkan gaji prajurit TNI/Polri dan PNS, saya juga harus perhatikan kesejahteraan para guru, bidan, penjaga mercu suar, palang kereta api dan sebagainya. Jadi, kita semua bisa sejahtera, adil, jangan maju atau makmur sendiri-sendiri," kata Yudhoyono. (Ars)


Sbr : Antara

Nasional : PT. DI sedang mengembangkan Hovercraft pesanan TNI AD

PT. Dirgantara Indonesia (DI) yang awalnya hanya menelurkan teknologi di bidang kedirgantaraan perlahan-lahan akan melebarkan sayapnya untuk memproduksi kendaraan multi guna Landing Hovercraft Utility (LHU) IHOV-20 TM. Kendaraan ini mampu diajak melesat di atas air maupun di darat dan mampu membawa beban diatasnya seberat 20 ton.

Saat ini untuk mencakup wilayah indonesia yang berkarakteristik kepulauan membutuhkan kendaraan jenis ini untuk wilayah-wilayah yang sulit dilalui oleh kendaraan biasa. PT. DI sudah menciptakan satu unit prototype untuk di uji coba dan juga sekaligus menyelesaikan dua unit lagi pesanan TNI AD. Hovercraft ini sangat sesuai apabila dioperasikan untuk menanggulangi bencana alam seperti tsunami yang pernah terjadi di aceh lima tahun lalu maupun bencana alam lainnya diwilayah indonesia. (LHU) IHOV-20 TM menggunakan mesin 2 X Marine Diesel Engine 1.550 HP dan mampu melaju 40 knots dengan beban maksimal 20 ton.

Bila difungsikan sebagai bagian dari alutsista (LHU) IHOV-20 mampu mengangkut 2 unit kendaraan taktis dan bisa juga mengangkut 1000 pasukan untuk melaksanakan operasi pendaratan.

Di bidang peroketan LAPAN sedang mengembangkan roket RKN 200 double stage dan RX 1020 single stage yang akan menjadi cikal bakal peluru kendali milik indonesia. Lapan akan selalu berusaha untuk mengembangkan teknologi ini karena sifatnya yang strategis dan tidak ada satupun negara yang sudah menguasai teknologi ini untuk berbagi.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta menegaskan TNI-AD akan meremajakan secara bertahap semua alat utama sistem senjata (alutsista) tidak layak pakai untuk diperbarui atau diganti dengan yang baru buatan dalam negeri agar nyawa prajurit tidak menjadi taruhan. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri kasad mengharapkan agar setiap pembelian yang dilakukan dengan pihak luar harus ada transfer teknologi dengan begitu suatu saat industri pertahanan indonesia akan menjadi lebih mandiri dan mampu menyokong kebutuhan TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. (Ars)

Sbr : Suara merdeka, Media Indonesia

Minggu, 31 Januari 2010

Nasional : Penambahan Kodam bukan untuk menandingi Malaysia

Tidak lama lagi kalimantan akan memiliki satu kodam baru bernama Kodam VI Mulawarman yang akan menempati bekas kodam XII Tanjung pura bertugas mengawasi kalimantan timur dan kalimantan selatan sedangkan untuk Kodam XII Tanjungpura akan di alihkan ke kalimantan barat. Penambahan kodam baru tersebut sangat penting mengingat luasnya wilayah yang tidak mungkin bisa diawasi oleh satu kodam secara maksimal.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menepis anggapan yang mengatakan bahwa penambahan kodam adalah untuk menandingi kekuatan Malaysia yang terus ditingkatkan di perbatasan kalimantan barat, akan tetapi sebagai kebutuhan bagi pemerintah indonesia untuk mengawasi wilayahnya yang sangat luas. (Ars)

Sbr : Alutsista

Blogger news