AS Bantah Marinirnya Tertangkap di Surabaya

Kamis, 18 Maret 2010

JAKARTA: Amerika Serikat membantah ada personel Marinir AS yang tertangkap di kawasan Dolly, Surabaya. Hal itu diungkapkan oleh Atase Pertahanan AS Kolonel Kevin Richards kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/3).

"Saya sudah dengar tapi itu tidak benar. Tidak ada marinir AS ditempatkan di Surabaya. Kami menyerahkan seluruh proses investigasi pada otoritas Indonesia," ujar Richards.

Ia memastikan tidak ada marinir yang ditugaskan ke Surabaya. Ia bahkan tak yakin orang yang ditangkap itu warga AS. Ia hanya menyebut dukungan AS bagi Indonesia untuk menginvestigasi kebenarannya.

"Kami tidak tahu siapa dia. Di sana tidak ada marinir AS dan kami dukung otoritas untuk lakukan investigasi terhadapnya," tukasnya.

Wamenlu Triyono Wibowo juga mengungkapkan hal senada. Ia menyatakan tidak ada kebenaran dalam berita itu.

"Jangan percaya itu. Mana ada prajurit ditangkap keluyuran seperti itu. Saya tidak tahu, tidak dengar apa-apa," tukasnya.(Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Enam Kapal Perang Merapat di Benoa, Satu Pesawat Tempur Mendarat di Ngurah Rai

DENPASAR: Persiapan pengamanan menjelang kedatangan Presiden AS Barack
Obama terus dilakukan di Balioleh TNI maupun Polri di seluruh wilayah udara, darat, dan perairan Bali.

Pasukan TNI-AL, Kamis (18/3), memenuhi Pelabuhan Benoa. Ratusan anggota TNI-AL tersebut bersiaga di Pelabuhan Benoa untuk menyambut enam kapal perang KRI Slamet Riyadi yang didatangkan dari Lantamal V Surabaya. Penyambutan dipimpin oleh Danlanal Denpasar Kolonel Laut I Wayan Suarjaya.

"Angkatan Laut akan menyiapkan enam kapal perang yang selalu beroperasi di wilayah perairan Bali selama Obama berada di Bali," ujarnya.

Saat ini yang tiba di perairan Bali baru dua kapal perang milik TNI AL. Kapal tersebut merupakan kapal advance atau pendahulu dari enam kapal yang direncanakan merapat di pelabuhan itu untuk mengamankan wilayah perairan Bali selama kunjungan Presiden AS tersebut.

Enam kapal perang dimaksud adalah jenis penghancur, sedangkan kapal lainnya pembawa bahan bakar dan kapal patroli berukuran kecil. "Jadi kemungkinan akan ada lebih dari enam kapal yang akan beroperasi di Bali selama kunjungan Obama," kata Suarjaya.

Keenam kapal perang jenis penghancur tersebut akan tiba di Bali pada 20 Maret mendatang. Kapal-kapal itu didatangkan dari Armada Indonesia Timur (ARMATIM) Surabaya. Kapal tersebut akan memperkuat operasi gugus tempur laut.

Sementara itu, di Bandara Ngurah Rai saat ini sudah tiba pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat atau US Air Force jenis Boeing C-17 Globemaster. Pesawat tersebut mendarat pukul
13.25 Wita.(Ars)


Sbr : MediaIntelijen

Kopaska Latihan Bersama Angkatan Laut Singapura

Surabaya - Komando Pasukan Katak TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy) Naval Diving Unit (NDU) menggelar latihan bersama. Latihan bersama itu menggunakan sandi Exercise Pandu-10/10.

Latihan bersama ini dibuka Asisten Operasi Kasal Laksamana Muda TNI Ignatius Dadiek Surarto di Lapangan Tembak Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Ujung, Kamis (18/3/2010).

Hadir pada kegiatan itu Pangarmatim Laksamana Muda TNI Among Margono dan pihak RSN yang dihadiri langsung Asops Kasal RSN RADM Tan Wee Beng, Komandan NDU Letkol Yip Wai Choong dan beserta 4 perwira stafnya.

Latihan bersama ini yang akan berakhir pada tanggal 31 Maret ini ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan kepada peserta perwakilan oleh Asops Kasal. Dalam pembukaan latihan Exercise Pandu-10/10 ini dilanjutkan dengan penyematan brevet Kopaska kepada Athan Singapura Letkol Tan Bian. Komandan RSN NDU Letkol Yip Wai Choong juga menyematkan brevet NDU kepada Asops Kasal, Komandan Guspurla Koarmatim, dan Komandan Lantamal VII Kupang.

Materi latihan bersama ini meliputi teori dan praktek yaitu diantaranya Explosive Vapour Detector, Improvised Explosive Device, Shallow Water Mine Clearence, Prosedur Standart Operasi SWMC, Alpha Sonar Diving Training, Menembak Pistol, Closed Quarter Battle, EOD Weapon Drill, Junggle Survival dan Booby Trap. Latihan bersama ini akan dilaksanakan di Pantai Banongan dan Selogiri.

Asops Kasal dalam amanatnya mengatakan, latihan bersama ini merupakan wujud dari kebijakan luar negeri yang bersifat regional, khususnya antara Indonesia dengan Singapura. Prinsip saling menghormati, menghargai dan saling menguntungkan. Kedepan diharapkan adanya kerjasama dalam menanggulangi, memberantas segala bentuk pelanggaran maupun kejahatan khususnya yang terjadi di perbatasan dua negara.

"Mengingat latihan bersama ini memiliki aspek resiko yang sangat tinggi karena berhubungan dengan Explosive Ordnance Disposal (EOD), maka saya perintahkan laksanakan seluruh materi latihan sesuai prosedur yang telah ditetapkan agar kerugian baik personel maupun materiil dapat di eliminir sekecil mungkin," tandasnya.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan lomba Tri Athlon yang diikuti peserta dari Kopaska maupun RSN NDU dengan route lari dari Lapangan Tembak Koarmatim, kemudian dilanjutkan dengan renang laut start dari Dermaga kapal selam dan sampai finish di Dermaga Penjelajah. Selanjutnya para peserta lomba melaksanakan lari beregu sampai di lapangan tembak Koarmatim.(Ars)


Sbr : Detiknews

Secret Service (SS) Amankan Obama di Ring I

Rabu, 17 Maret 2010

Pengamanan terhadap Presiden Barack Obama di Indonesia diselenggarakan oleh tim dari Secret Service (SS). Tugas mereka adalah pengawalan di ring 1 yang melekat secara fisik kepada Presiden AS tersebut.

Demikian jelas Wamenhan Safrie Sjamsuddin soal pengamanan Ring 1 atas Presiden Obama selama 3 hari di Indonesia pekan depan. Dia ditemui wartawan usai peringatan HUT ke-1 Universitas Pertahanan, di Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (17/3/2010),

"Itu sama saja jika Presiden SBY ke Gedung Putih, maka yang melekat ke beliau pasti Paspampres," kata Safrie.

Menurut Komandan Grup A Paspampres di era Soeharto ini, pengamanan pribadi (Pampri) oleh tim dari tamu negara adalah prosedur standart di mana-mana. Keberadaan mereka adalah penguatan terhadap pengamanan di Ring 1 yang sepenuhnya dikendalikan oleh tim tuan rumah.

"Pengamanan yang dilakukan pihak tamu negara, sifatnya penguatan saja. Itu berlaku di mana-mana kalau kepala negara berkunjung ke negara lain," pungkas Safrie.(Ars)


Sbr : DetikNews

Mayat Pasukan SAS Regiment ditemukan di Kalimantan

VIVAnews - Jasad dua tentara Australia, yang dinyatakan hilang selama 44 tahun terakhir, baru saja ditemukan di kawasan Kalimantan Barat. Mereka raib saat bertugas di pedalaman Indonesia pada 1966 silam.

Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, mengatakan, penemuan itu tak luput dari campur tangan militer Indonesia. "Sekarang sudah positif teridentifikasi," ujarnya seperti dikutip dari laman The Australian, Selasa, 16 Maret 2010.

Dua tentara yang tergabung dalam pasukan elit Special Air Service Regiment (SASR) itu adalah Letnan Ken Hudson dan Private Bob Moncrieff. Keduanya terpisah dari pasukan saat menyeberang Sungai Sekayam, Kalimantan, pada 21 Maret 1966.

Seketika, tim pencarian sudah melakukan tugasnya, namun tak berhasil. Baru pada 2008, militer Australia kembali menjalankan misi pencarian dengan menggandeng Kopasus.

Titik terang muncul setelah mengumpulkan informasi dari tetua suku Dayak yang berdiam di kawasan itu. Jasad dua tentara itu ternyata telah dikebumikan di sebuah kawasan terpencil yang hanya dapat dijangkau dengan kano.

Pengiriman pasukan elit SASR kala itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung selama tahun 1962-1966. Sebanyak 23 anggota militer tewas dalam tugas itu.(Ars)


Sbr : VivaNews

KASAD BUKA PENATARAN PELATIH INTI TAKTIK PERTEMPURAN GELOMBANG KEDUA

Sebanyak 457 orang peserta penataran Pelatih inti Taktik Pertempuran menerima Pengarahan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Angkatan Darat, Cipatat, Jawa Barat, Rabu(17/3).

Dalam Amanatnya Kasad mengatakan, Taktik bertempur merupakan seni dan ilmu untuk memberdayakan satuan guna memenangkan suatu pertempuran. Taktik bertempur akan mengalami evolusi, seiring dengan tujuan, karakteristik musuh, medan bertempur, sistem persenjataan, dan kemampuan satuan sendiri.

Ditambahkan, dihadapkan dengan realitas pelaksanaan tugas operasi yang dilaksanakan satuan TNI Angkatan Darat selama ini, kita lebih sering melaksanakan operasi dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP), maka arah pembinaan latihan ke depan diarahkan untuk melaksanakan OMSP dengan titik berat Operasi Lawan Insurjensi (OLI) maupun taktik bertempur pada medan-medan tertentu.

Ditegaskan Kasad, Penataran ini bukan latihan untuk menyiapkan prajurit sebagai peraga-peraga untuk ditonton atau didemonstrasikan dengan memperlihatkan keindahan gerakan perorangan dan keindahan manuver satuan, tetapi untuk membentuk prajurit yang benar-benar tangguh dan handal dalam bertempur di medan pertempuran, sehingga hasil penataran perlu ditransformasikan kepada seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat. “Keberhasilan dalam pelaksanaan penataran, akan terlihat ketika para petatar sampai di satuan, kemudian dapat menularkan seluruh kemampuan yang dimiliki kepada anggotanya masing-masing”, tegas Kasad.

Usai upacara pembukaan Penataran taktik bertempur gelombang kedua ini, Kasad menyampaikan pengarahan kepada petatar. Tujuan Pengarahan yang diberikan oleh Kasad selain wahana bertatap muka dengan pimpinan Angkatan Darat juga memberikan arahan bagi para peserta penataran pelatih inti taktik pertempuran tentang taktik bertempur yang benar.

Para peserta penataran pelatih inti taktik pertempuran ini antara lain diikuti oleh Komandan Brigade, Komandan Resimen, Komandan Batalyon, Komandan Kompi dan Perwira serta Bintara Pelatih dari satuan-satuan jajaran Angkatan Darat.

Selain Kasad Jenderal TNI George Toisutta, Wakasad Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo, Pangkostrad Letjen TNI Burhanudin Amin serta Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suwarno juga turut menyampaikan pembekalan kepada para peserta petatar.(Ars)


Sbr : Dispenad

SERKA MOCH. ALI ANGGOTA JASDAM V/BRAWIJAYA PECAHKAN REKOR NASIONAL

Surabaya, Sersan Kepala Moch. Ali anggota Jasdam V/Brawijaya, Rabu (17/3), menerima penghargaan dari Pangdam V/Brawijaya, atas pretasinya pada olahraga paragliding XC Open World Series Manila, New South Wales, Australia.

Penghargaan tersebut diberikan kepada A.n. Sersan Kepala Moch. Ali karena telah berhasil memecahkan rekor nasional tahun 2009. Rekor nasional tercatat 65,87 Km menempati peringkat 22 WPRS. Sedangkan prestasi Moch. Ali tercatat 123,9 Km selama 4,30 jam.

Pemberian penghargaan kepada salah satu prajurit terbaik Kodam V/Brawijaya dibidang olahraga terbang layang ini disampaikan oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI B.Sumarno, pada upacara rutin setiap bulan, yang saat ini jatuh pada hari Rabu tanggal 17 maret 2010, bertempat dilapangan Makodam V/Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suwarno, S.Ip.,M.Sc., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasdam V/Brawijaya antara lain memberikan informasi tentang perkembangan situasi yang faktual dan aktual saat ini.

Dijelaskan situasi keamanan Jawa Timur sampai saat ini relatif aman dan kondusif. Namun demikian dengan adanya perburuan anggota terorisme yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian RI di Aceh dan Pamulang akhir-akhir ini, telah membuktikan bahwa kegiatan terorisme belum berakhir. Oleh karena itu Pangdam berharap kepada seluruh prajurit jajaran Kodam V/Brawijaya, terutama yang berada di satuan kewilayahan dan satuan Intelejen untuk selalu waspada dan terus menerus mengikuti perkembangan di wilayahnya.

Menyikapi kasus Bank Century yang sebenarnya termasuk dalam ranah hukum, tidak bisa dipungkiri bahwa kasus ini bisa dijadikan oleh sebagian kelompok sebagai komoditi politik. Sehingga orang nomor satu di tubuh Kodam V/Brawijaya ini berharap kepada semua pihak untuk dapat mengikuti perkembangan masalah ini dengan cermat, sehingga kita semua dapat menyikapinya secara arif dan bijaksana.

Adanya serangkaian demo dari sekelompok orang yang tidak menghendaki Presiden AS Barrack Obama berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat ini, mantan Komandan Pengawal Presiden SBY mengingatkan, sebaiknya kita harus bersikap bijak, khususnya terkait dengan keinginan bangsa untuk meningkatkan bidang kesejahteraan. Karena dengan maraknya aksi demo diberbagai daerah, akan memberikan gambaran dan penilaian investor asing yang akan menanamkan sahamnya di Indonesia, bahwa Indonesia tidak kondusif. Hal ini tentunya akan sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia sendiri. Karena bisa mempengaruhi minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Kalau sudah itu yang terjadi, menurut Jenderal yang dikenal sangat sabar oleh anggotanya ini, jumlah pengangguran tenaga kerja akan semakin banyak, tingkat kesejahteraan masyarakat juga akan semakin kurang baik.

Terkait dengan masalah pengamanan, Pangdam berharap seluruh prajurit agar mewaspadai kasus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat dilingkungan TNI. Jangan mudah percaya dan lakukan cross check kebenaran informasi sebelum bertindak serta tingkatkan daya nalar dan kepekaan agar kita terhindar dari upaya penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (Asr)


Sbr : Pendam, Dispenad

Kunjungan Danjen Kopassus ke AS Dinilai Produktif

JAKARTA — Kunjungan Komandan Jenderal (Danjen) Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen Lodewijk F Paulus ke Amerika Serikat dinilai menghasilkan respons baik yang produktif dalam memajukan hubungan militer antara Indonesia dan AS. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin seusai menghadiri perayaan ulang tahun pertama Universitas Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (17/3/2010).


"Mereka (AS) menyampaikan, kunjungan kemarin produktif. Ini akan menimbulkan langkah maju dalam hubungan mil to mil (militer to militer) di dalamnya ada Kopassus," katanya.

Sjafrie juga mengatakan, pertemuan tim Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Danjen Kopassus dengan AS telah berhasil membuka sekat di antara Kopassus dan AS yang hubungannya sempat memburuk karena Kopassus dinilai melanggar HAM sehingga AS mengembargo sumbangan senjata.

"Terbuka gap-gap yang selama ini tersekat dari pihak Amerika, selama ini ada info yang enggak pas karena kita membuka langsung saat pertemuan," ujarnya. Ditambahkan oleh Sjafrie, saat ini AS telah mengakui reformasi internal dalam tubuh TNI dan perubahan TNI pascareformasi.(Ars)


Sbr : Kompas

Polandia tawarkan heli black hawk ke TNI

JAKARTA: Pabrik PZL Mielec bersama mitra yang kini menjadi pemiliknya, Sikorsky Aircraft Corp, meluncurkan produk perdana helikopter Black Hawk tipe S-70i di Mielec, kota di selatan Polandia berjarak 300 km dari Warsawa yang akan ditawarkan pada TNI.

Dubes RI di Warsawa Hazairin Pohan, Rabu (17/3), mengatakan dia diundang pada acara peluncuran tersebut.

Pimpinan Sikorsky Aircraft Corp Bob Kokorda dan Presiden PZL Mielec Janusz Zakrecki saat itu menyatakan produk helikopter tangguh tersebut merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Eropa termasuk Polandia sehingga menghasilkan varian internasional baru dari jenis helikopter yang diharapkan akan mendominasi pasar sejenisnya.

"Dalam waktu tiga tahun, kemitraan kami telah berhasil membangun helikopter terbaik di dunia dalam kelasnya, dan karena itu kami optimis akan mampu memenuhi permintaan pasar," kata Kokorda.

Helikopter Black Hawk tipe S-70i tersebut merupakan produk pertama di Eropa dan disebut multipurpose karena tidak saja terkenal untuk medan pertempuran tetapi juga untuk pesawat angkut, SAR, pemadam kebakaran, maupun transportasi VIP.

Pabrik pesawat terbang PZL Mielec yang menghasilkan pesawat angkut skytruck, empat unit kini dimiliki Polri, adalah perusahaan yang cukup berpengalaman dan tiga tahun yang lalu dibeli oleh perusahaan AS, Sikorsky Aircraft Corp, salah satu perusahaan di bawah United Technologies Corp.

Pesawat produk perdana tersebut segera akan dikirim ke Florida, AS, untuk uji kelaikan, untuk seterusnya akan diproduksi di Mielec, Polandia.

Menurut penjelasan pejabat PZL Mielec, pabrik tersebut akan memulai produksi massal helikopter Black Hawk tipe S-70i pada tahun 2012 dengan kapasitas 20 unit per tahun untuk dipasarkan secara internasional.

"Kami tertarik dengan pasar di Indonesia dan menawarkan produk baru Black Hawk tipe S-70i untuk memperkuat armada TNI serta berbagai keperluan dan medan tugas lainnya," demikian pernyataan Presiden PZL Mielec Janusz Zakrecki kepada Dubes Hazairin Pohan, seusai acara peluncuran perdana.

PZL Mielec merupakan perusahaan yang telah dikenal di Indonesia untuk produk pesawat skytruck, yang kini digunakan dalam armada operasi Polri yang juga berjasa dalam mengatasi transportasi personil maupun makanan dan obat-obatan pada saat bencara tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004.(Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Komando penanganan Obama ditangan TNI

Jakarta- Panglima TNI. Jenderal TNI Djoko Santoso, mengatakan bahwa komando pengendalian pengamanan tamu negara setingkat kepala negara, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Hussein Obama, berada di tangan TNI dengan dibantu oleh kepolisian pada ring dua dan tiga.


"Kita sudah memiliki prosedur tetapnya, termasuk untuk menyambut kedatangan Presiden AS Barack Obama," katanya di Istana Negara, Jakarta, Rabu, seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka seminar internasional pertahanan dengan tema "Indonesia Menuju 2025: Tantangan Geopolitik dan Keamanan".

Menurut dia, TNI juga telah melakukan koordinasi dengan pasukan pengamanan presiden AS.

Saat ditanya apakah ada ancaman atau kerawanan terkait dengan rencana kedatangan Obama, ia mengakui jika ada kerawanan, sedangkan ancaman masih dalam tahap pendeteksian.

"Kerawanan pasti ada dalam setiap kegiatan, bukan dari eksternal, kegiatan-kegiatan yang dilakukan pasukan internal pun ada kerawanan, misalnya iring-iringan kendaraan yang tak harmonis bisa bertabrakan, atau kurang koordinasi," katanya.

Terkait dengan unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah kelompok, ia mengatakan Indonesia adalah negara demokrasi sehingga unjuk rasa diperbolehkan sampai batas-batas tertentu.

Mengenai pengamanan kedatangan Obama, Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, menegaskan tidak ada hal luar biasa yang dilakukan karena prosedur tetap pengamanan tamu negara telah ada.

"Saya kira protap (prosedut tetap) tamu negara sekelas presiden sudah ada, yaitu TNI dibantu kepolisian, sudah barang tentu sesuai dengan prosedur tetap juga, seperti kita keluar negeri, maka Paspampres (pasukan pengamanan presiden)-nya ada yang melekat juga," katanya.

Sebelumnya, juru bicara presiden, Dino Patti Djalal, mengatakan bahwa jadwal kunjungan Obama di Indonesia tidak berubah, sekalipun ada perubahan waktu kedatangan menjadi 23-25 Maret 2009 dan batal membawa keluarga.

Obama semula dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 Maret dan direncanakan tinggal selama tiga hari, termasuk berkunjung ke Bali bersama istri dan dua anak perempuannya.

Perubahan itu diakibatkan oleh situasi politik di Washington DC yang dinamis karena upaya Obama menggolkan RUU Kesehatan belum juga berhasil membuat pihak AS menunda dan mempersingkat kunjungan ke Indonesia dan Australia.

Dino memastikan pengunduran jadwal kunjungan Obama itu bukan disebabkan oleh penolakan sejumlah kalangan ulama Islam.

Menurut Dino, Obama sudah jelas telah menunjukkan komitmennya membangun komunikasi dan kerja sama lebih baik dengan dunia Islam dan karena itu Indonesia pun memiliki niat baik menyambut kedatangan orang Afro-Amerika pertama yang menjadi Presiden AS itu.(Ars)



Sbr : Antara

Polisi sita 4 senjata dan ribuan amunisi

BANDA ACEH- Aparat kepolisian jajaran Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh menyita empat pucuk senjata api laras panjang dan pendek serta lebih 1.000 butir amunisi yang diduga milik teroris yang ditemukan di dua lokasi terpisah di wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes (Pol) Farid AS di Banda Aceh, Rabu membenarkan adanya penyitaan empat pucuk senjata api dan ribuan butir amunisi campuran oleh aparat kepolisian Polres Lhokseumawe pada Selasa (16/3/2010) malam.

Senjata api tersebut ditemukan di dua lokasi terpisah, yang merupakan hasil pengembangan penyelidikan setelah salah seorang yang diduga jaringan teroris menyerahkan diri kepada aparat kepolisian setempat.

Muchtar (25), mantan Sekretaris Dayah Mujahiddin di Gampong (Desa) Blang Mangat, yang tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Aceh, menyerahkan diri kepada aparat kepolisian Polres Lhokseumawe pada Selasa (16/3) petang.

Senjata api masing-masing tiga pucuk pistol colt dan sepucuk senjata laras panjang jenis M-16 bersama sebanyak 1.064 butir amunisi campuran itu ditemukan di kawasang Paya Bakong dan Blang Cruem, Kemukiman Kandang, Lhokseumawe,

"Senjata api itu merupakan hasil pengembangan setelah tersangka teroris tersebut menyerahkan diri kepada kami," kata sumber polisi di Polres Lhokseumawe.

Sementara itu, tersangka teroris yang menyerahkan diri tersebut kini telah diboyong oleh aparat kepolisian ke Markas Polda Aceh di Banda Aceh.

Polda Aceh yang diperkuat Detasemen khusus (Densus 88) hingga kini terus memburu para tersangka teroris di sejumlah wilayah di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Pihak berwajib menyebutkan sekitar 14 orang tersangka teroris diperkirakan masih bersembuyi di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa tersebut.

Sebagian besar anggota jaringan teroris tersebut adalah pelarian dan DPO aparat kepolisian di Jakarta dan Pulau Jawa, yang memanfaatkan Aceh sebagai tempat latihan kelompok bersenjata tersebut.(Ars)


Sbr : Kompas

Upacara penutupan latgab anti teror TNI-POLRI

Senin, 15 Maret 2010







JAKARTA, 15/3. TUTUP LATIHAN. Sejumlah personel Detasemen Bravo TNI-AU melintas di depan pesawat angkut miiter Hercules C-130 pada penutupan Latihan Gabungan Penanggulangan Teror di Halim PK, Jakarta, Senin (15/3). Latihan yang melibatkan kesatuan anti teror TNI dan Polri itu untuk mengantisipasi aksi teror secara cepat dan tepat.(Ars)


Sbr : Kompas, Antara, DetikNews

Pendekatan, Danjen Kopassus "Sowan" ke Amerika

JAKARTA — Upaya normalisasi hubungan antara Komando Pasukan Khusus atau Kopassus dan militer Amerika Serikat terus dilakukan. Beberapa waktu lalu, Komandan Jenderal atau Danjen Kopassus Brigjen Lodewijk F Paulus mengunjungi AS guna mengklarifikasi sejumlah persoalan di antara kedua belah pihak.

"Saya memang kemarin selama 10 hari berada di AS dalam rangka normalisasi hubungan dengan US Special Forces," kata Lodewijk seusai upacara serah terima jabatan sejumlah Komandan Satuan di Makopassus, Cijantung, Senin (15/3/2010).

Ia mengatakan, kedatangannya ke AS secara khusus juga menjelaskan dan mengklarifikasi sejumlah reformasi internal di jajaran Kopassus. Hubungan di antara kedua pihak memang sempat mengalami fase buruk. Kasus dugaan pelanggaran HAM oleh Kopassus disebut menjadi alasan blacklist yang dilakukan oleh militer AS. Embargo persenjataan dan ketiadaan kerja sama militer sempat dilakukan AS kepada Kopassus.

Meski demikian, Lodewijk mengatakan, penjelasannya kepada militer AS itu dilakukan bukan semata untuk meminta agar hubungan kedua belah pihak dibuka kembali. "Hasil itu pada level yang lebih tinggi masih diproses. Kita tunggu saja," katanya.

Menurut Lodewijk, Kopassus merupakan pasukan elite Indonesia yang tidak bergantung pada militer negara lain mana pun. Tanpa AS, kata dia, Kopassus juga masih menjalin kerja sama dengan militer sejumlah negara sahabat lainnya. "Saya kan ke sana hanya jelaskan masalah normalisasi. Partner kita masih ada yang lain, Singapura, Thailand, Australia, Korea, dan China," tuntasnya.(Ars)



Sbr : Kompas