This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 April 2010

Pengetahuan : Agresi Militer

Agresi militer dari suatu negara merupakan jenis ancaman yang ditempatkan paling utama dalam penggolongan ancaman yang membahayakan atau mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia. Penempatan ancaman agresi pada tingkat paling tinggi berdasarkan pada pertimbangan kemungkinan risiko yang ditimbulkannya, yakni mengancam struktur negara serta eksistensi kedaulatan, keutuhan wilayah negara dan keselamatan bangsa.

Agresi militer dari suatu negara bahkan dapat membubarkan suatu negara yang diagresi. Dari hasil analisis ancaman, dapat disimpulkan bahwa situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, serta perkembangan ancaman yang makin kompleks sejak terorisme menjadi ancaman global, telah mengubah konsepsi dan strategi pertahanan negara yang lebih responsif. Kondisi tersebut mempengaruhi faktor-faktor yang mendorong terjadinya agresi menjadi semakin kompleks, serta semakin sulit untuk memprediksi kemungkinan agresi. Oleh karena itu, pertahanan negara harus dibangun dan dipersiapkan untuk menghasilkan daya tangkal terhadap kemungkinan menghadapi ancaman yang terbesar yakni agresi.

Agresi militer mempunyai bentuk mulai dari yang berskala paling tinggi sampai dengan yang terendah. Invasi merupakan bentuk agresi yang rendah sampai dengan skala yang paling tinggi dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah Indonesia. Invasi berlangsung secara eskalatif, mulai dari kondisi politik yang terus memburuk, diikuti dengan persiapan-persiapan kekuatan militer dari negara yang akan melakukan invasi. Puncaknya adalah pengerahan kekuatan militer untuk melakukan serangan. Untuk menghindari ancaman invasi, diperlukan langkah-langkah diplomatik yang efektif agar dapat mencegah terjadinya perang.

Agresi juga dapat berupa bombardemen melalui udara atau laut, blokade pelabuhan, pantai, wilayah udara, atau seluruh wilayah negara, dan dapat pula berbentuk serangan bersenjata negara lain terhadap unsur satuan darat, laut, dan udara. Jenis-jenis ancaman tersebut dilakukan ke arah sasaran terpilih yang menjadi pusat kekuatan militer, seperti instalasi peluru kendali, pusat objek vital nasional yang bernilai strategis, atau tempat lain yang diperkirakan menjadi sasaran teroris atau sarang milisi yang radikal.

Di samping bentuk-bentuk agresi seperti diuraikan di atas, terdapat pula beberapa bentuk lain agresi. Keberadaan atau tindakan unsur kekuatan bersenjata asing dalam wilayah NKRI yang bertentangan dengan ketentuan atau perjanjian yang telah disepakati merupakan salah satu bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negara dan keselamatan bangsa. Tindakan suatu negara yang mengizinkan penggunaan wilayahnya oleh negara lain untuk melakukan agresi atau invasi terhadap NKRI digolongkan ke dalam ancaman agresi. Pengiriman kelompok bersenjata atau tentara bayaran untuk melakukan tindakan kekerasan di wilayah NKRI adalah pelanggaran kedaulatan negara yang dikategorikan sebagai bentuk agresi suatu negara.


Contoh seperti baru-baru ini, Negara Arab bersedia bila jet-jet tempur Israel melintasi ruang udaranya untuk menggempur sebuah negara berdaulat seperti Iran bila perang telah berkecamuk. Hal tersebut bisa dikatakan bahwa negara Arab termasuk sebuah ancaman agresi bagi Iran karena telah membiarkan bahkan membuka ruang udaranya untuk di lewati jet-jet tempur milik israel. Dalam tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia, juga pernah mengalami tindakan agresi oleh Belanda yang pertama pada tanggal 20 Juli 1941 dan yang ke dua pada tanggal 19 Desember 1948, yang kemudian pada akhirnya dapat di menangkan oleh TNI dengan berbagai siasat peperangan yang di pimpin oleh Panglima Besar Soedirman.(Ars)


Sbr : Buku Putih Strathan

TNI Bangun Jalan Tol di Kongo

KONGO (Pos Kota)- Kunjungan demi kunjungan dilakukan oleh para pejabat tinggi MONUC (Mission de I’Organisation des Nations Unies en Republique Democratique du Congo) terhadap pekerjaan jalan oleh Kontingen Garuda XX-G sepanjang 155 Km, membuktikan bahwa pekerjaan jalan Dungu – Faradje begitu penting.

Kali ini, orang nomor tiga MONUC – Jenderal Jean Michel (Destribats Chief of Staff) dari Francis berkunjung ke Dungu, dengan tujuan melihat perkembangan pekerjaan jalan Dungu – Faradje yang dikerjakan oleh Kontingen Garuda XX-G, Jum’at (2 April 2010). Selain itu, Jenderal Jean ingin melihat dari dekat Bumi Siliwangi Camp yang berada di dekat Bandara Udara Dungu – Kongo.

Dalam kunjungannya ke Dungu, Jenderal Jean langsung meninjau jalan Dungu – Faradje dengan didampingi oleh Kolonel Tariq Rafiq (Deputy Chief of Staff) dari Pakistan, Mr. Farooq (Engineering Section wilayah Dungu), Kolonel Ibrahim Sabir (Wakil Komandan Batalyon Marocco) dan Komandan Kontingen Garuda XX-G Letkol Czi Arnold A.P. Ritiauw.

Setelah melihat langsung dari dekat, Jenderal Jean sangat terkejut karena tidak menyangka jalan yang dikerjakan oleh prajurit TNI Konga XX-G sangat bagus sekali.

Jenderal Jean mengatakan kepada para pejabat yang ikut dalam kunjungannya bahwa Kontingen Garuda XX-G bukan membangun jalan biasa, tapi membangun High Way (Jalan Tol) di tengah hutan belantara Kongo, karena jalan yang di buat ini mempunyai kelebaran sekitar 20 m dan panjangnya sekitar 155 Km dengan permukaan jalannya sangat mulus.

Dalam kesempatan itu pula Jenderal Jean melihat dari dekat Mohammad Toha Camp yang didirikan oleh prajurit TNI untuk tinggal sementara para operator dan alat beratnya. Camp ini selalu berpindah-pindah per 15 Km mengikuti kemajuan pekerjaan jalan yang dikerjakan. Walaupun Muhammad Toha Camp cukup sederhana, namun Jenderal Jean memuji kelayakan dan kebersihan di dalam dan di sekitar Camp tersebut.

Dalam kunjungannya ke Bumi Siliwangi Camp, Jenderal Jean disambut dengan jajaran kehormatan oleh anggota Satgas Zeni TNI, dan di arahkan ke ruangan pertemuan untuk mendengarkan paparan Komandan Kontingen Garuda XX-G – Letkol Czi Arnold A.P. Ritiauw tentang pekerjaan jalan Dungu – Faradje dan proyek-proyek lain yang sedang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI.

Acara paparan yang juga dihadiri Wakil Komandan Satgas – Letkol Czi Ubaidillah dan seluruh perwira Staf Kizi TNI ini diakhiri dengan makan malam bersama, dengan menampilkan kesenian tradisional Indonesia yaitu Arumba dan Rampak Gendang.

Sebelum menutup acara makan malam, Komandan Kontingen memberikan kenang-kenangan kepada Brigjen Jean Michel dan Kolonel Tariq berupa patung miniatur TNI dan Pin yang langsung dikenakan ke baju kedua pejabat tersebut.(Puspen TNI/ir/Ars)


Sbr PosKota

Iran Gunakan Koneksi China untuk Gerakkan Nuklir

WASHINGTON--MI: Pihak berwenang di negara-negara Barat kini sedang meneliti apakah sebuah perusahaan Iran memperoleh katup dan ukuran kevakuman yang digunakan untuk pengayaan uranium melalui perwakilan sebuah perusahaan China, kata laporan Wall Street Journal Sabtu (4/3).

Laporan itu muncul pada saat Amerika Serikat berusaha mendapatkan dukungan China untuk putaran baru sanksi kepada Iran, untuk mencegah negara itu dari upayanya mengembangkan senjata nuklir.

Sementara itu Iran berkali-kali menegaskan, bahwa aktivitas nuklirnya adalah sah dan untuk kepentingan damai, mencukupi kebutuhan energi negaranya.

Pembelian peralatan itu melanggar sanksi-sanksi ekspor.

Surat kabar itu mengutip seorang diplomat di Wina yang mengatakan, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan dinas intelijen negara-negara Barat sedang meneliti masalah itu.

Pemeriksaan itu dipicu oleh surat elektronik (email) pada 14 Januari kepada IAEA.

Email tersebut menuduh sebuah perusahaan Iran, Javedan Mehr Toos (JMT), mendapatkan katup-katup buatan Prancis melalui satu perantara yang diwakili oleh Zheijiang Ouhai Trade Corp, satu perusahaan yang disubsidi oleh Kelompok Jinzhou, yang berkantor pusat di China, menurut laporan.

Para penjabat Barat mengatakan kepada surat kabar itu, bahwa JMT telah bekerja sejak tahun lalu untuk mendapatkan materi-materi nuklir atas nama sebuah perusahaan Iran, Kalaya Electronic Co, yang terlibat dalam riset dan pengembangan sentrifugal, bagian dari upaya Iran untuk mengayakan kapasitas uraniumnya.

Kalaye adalah perusahaan yang termasuk dalam daftar anti-proliferasi pada Departemen Keuangan AS, yang melarang perdagangan dengan orang-orang tertentu, para pengusaha dan tokoh-tokoh guna mencegah penyebaran senjata nuklir.

Sedangkan JMT maupun pengusaha China tersebut tidak tercatat.

Seorang wanita juru bicara Departemen Keuangan tidak bersedia mengkonfirmasikan laporan itu.

"Memang Departemen aktif bekerja mengamati puluhan kasus yang melibatkan ratusan target potensial, namun untuk mengomentari suatu penyelidikan khusus atau penugasan yang dinantikan bisa mengancam integritas dan keefektifan tindakan-tindakan kami," katanya. (Ant/OL-02/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Teknologi : AMX-13 TNI AD

AMX-13 adalah sebuah tank buatan Perancis yang diproduksi tahun 1953 sampai tahun1985. Tank ini digunakan oleh pasukan Perancis dan diekspor ke 25 negara lainnya. Diperkirakan bahwa total produksi dari keluarga AMX-13 sekitar 7.700, dimana sekitar 3.400 diekspor.

Di Indonesia TNI AD menggunakan tank jenis ini sebanyak 275 unit versi kanon untuk menjaga kedaulatan NKRI. Meski usia tank ini sudah tergolong tua yakni sekitar 50 - 60an, TNI AD masih mampu menjaga dan memelihara kemampuan tank AMX-13 ini dengan maksimal dan masih eksis digunakan oleh satuan Kavaleri TNI AD hingga saat ini.

TNI AD mengoperasikan tiga varian dari AMX-13 yaitu kanon, angkut personel dan arteleri 105 mm.

Pengalaman

AMX-13 didatangkan ke Indonesia saat terjadinya konflik RI - Belanda di Irian Jaya (Papua) dalam operasi Trikora dan juga untuk mendukung operasi Seroja di Timor timur. Di Luar negeri AMX-13 turut serta mendukung perang Malvinas, Perang India melawan Pakistan dan Israel saat menghadapi negara Arab. Di berbagai belahan dunia lainnya tank jenis AMX-13 juga masih eksis dan tentunya sudah mengalami peningkatan kemampuan termasuk Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu Danpussenkav Brigjen TNI Suharsono S.ip juga sempat mengutarakan keinginannya untuk memiliki Main Battle Tank guna mengganti AMX-13 yang dimilikinya saat ini. Hingga saat ini TNI AD masih mengandalkan AMX-13 sebagai kendaraan lapis baja utama untuk memperkuat jajaran Kavaleri TNI AD.

Spesifikasi AMX-13


Tipe : tank ringan
Produsen : Atelier de Construction d’Issy-les-Moulineaux
Berat kosong : 13.7 ton
Berat tempur : 14.5 ton
Panjang : 6.35 meter
Lebar : 2.51 meter
Tinggi : 2.35 meter
Awak : 3 orang (komandan, penembak dan pengemudi)

Senjata
Kanon : 75 mm / 90 mm / 105 mm – 75 mm dengan 32 amunisi.
Senapan mesin : kaliber 7,62 mm dengan 3600 peluru
Mesin : SOFAM Model 8Gxb 8-cyl. water-cooled petrol
250 hp (190 kW) – kini sudah dilakukan upgrade dengan mesin diesel buatan Detroit.
Suspensi : torsi bar
Jarak tempuh : 400 km
Kecepatan : 60 km per jam


Sbr : Wikipedia, Indomil

Teknologi : Main Battle Tank T-90

Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang bergerak menggunakan roda berbentuk rantai. Ciri utama tank adalah pelindungnya yang biasanya adalah lapisan baja yang berat, senjatanya yang merupakan meriam besar, serta mobilitas yang tinggi untuk bergerak dengan lancar di segala medan. Meskipun tank adalah kendaraan yang mahal dan membutuhkan persediaan logistik yang banyak, tank adalah senjata darat paling tangguh dan serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun, dan efek mentalnya terhadap infanteri.

Salah satu arsenal tank yang tersohor di dunia adalah Main Battle Tank (MBT) milik Rusia T-90, yang di desain dengan badan yang kokoh, kuat dan memiliki kemampuan selam terbatas. Rusia memiliki MBT seri T-90 sekitar 400 unit dan 1.100 unit adalah up grade ulang dari MBT seri T-72.

Main Battle Tank T-90 ini di buat oleh Uralvagonzavod perusahaan Rusia yang terletak di Nizhny Tagil, Rusia dan termasuk sebagai salah satu produsen tank terbesar di Rusia dan dunia. MBT T-90 ini adalah kembangan dari jenis T-72 yang sudah banyak di operasikan oleh negara lain di luar Rusia.

MBT T-90 menggunakan 1G46 Gunner sight dari T-80U, sebuah mesin baru dan pengindera panas, peralatan pelindung termasuk ERA Kontakt-5, laser warning receiver, pembangkit gelombang Elektromagnit EMT-7 untuk menghancurkan ranjau Elektromagnetik, Shtrorasistem pengacau rudal anti tank kendali infra merah infrared ATGM.

SPESIFIKASI

Awak
3 Orang
Persenjataan
Sepucuk Kanon Smoothbore kaliber 125 mm senapan mesin 7,62 dan 12,7 mm
Dimensi
Panjang 6,86 m; lebar 3,78m tinggi 2,23 m; tebal baja komposit plus ERA; bobot tempur 46,5 ton
Mesin
Sebuah mesin diesel 12 silinder berdaya 840 hp
Performa
Kecepatan maksimal jalan mulus 60 km/jam; jarak tempuh 550 km


Sbr : Wikipedia, Barigade Tank

Gaji TNI harus naik

JAKARTA--MI: Pengamat masalah pertahanan dan politik luar negeri, Dr Yusron Ihza Mahendra menilai, gaji maupun tunjangan kesejahteraan bagi prajurit TNI harus dinaikkan demi peningkatan kualitas dan profesionalitas TNI dalam menjalankan tugasnya.

"Program remunerasi (peningkatan gaji dan tunjangan) seperti ini bahkan perlu dilakukan pemerintah terhadap PNS lainnya, sejalan dengan amanat konstitusi untuk melakukan reformasi birokrasi, demi mengubah wajah pelayanan publik kita," katanya, Sabtu (3/4).

Ia mengatakan hal itu terkait Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro yang menyatakan bahwa program remunerasi TNI jangan dikaitkan dengan kasus penggelapan pajak yang dilakukan pegawai Ditjen Pajak Depkeu, Gayus Tambunan.

Karena itu, lanjut Yusron Ihza Mahendra, program remunerasi tidak boleh berhenti hanya karena hal yang kasuistis seperti kasus Gayus Tambunan itu. Mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menambahkan, dalam kaitan program itu, seyogianya standar upah minimum di perusahaan swasta pun perlu ditinjau pula.

"Berharap orang bekerja dengan baik, tapi dengan upah dan tunjangan yang murah, adalah tidak fair," tegas doktor ilmu politik lulusan Universitas Tsukuba Jepang itu.

Malah, kata Yusron Ihza Mahendara, gaji murah akan membuat daya beli masyarakat menjadi rendah. "Dan ini menyulitkan untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," katanya mengingatkan.

Khusus untuk prajurit TNI, menurutnya, kenaikan gaji dan tunjangan itu sebelumnya sudah amat terlambat. "Tetapi tentu ini masih lebih baik, ketimbang tidak," imbuh Yusron. (Ant/OL-06/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Jangan kaitkan masalah Gayus dengan Remunerisasi TNI

JAKARTA--MI: Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli menilai kebijakan pemerintah memberlakukan remunerasi di Kementerian Keuangan adalah keputusan sembrono.

"Pemberlakuan remunerasi terhadap pegawai Kementerian Keuangan seolah-olah pegawai kementerian tersebut adalah kasta tertinggi dari pegawai di seluruh instansi pemerintah," kata Rizal Ramli pada diskusi "Remunerasi, Korupsi, dan Mafia Pajak" di Jakarta, Sabtu (3/4).

Seorang karyawan Ditjen Pajak golongan III A, Gayus Tambunan ditahan polisi karena diduga terlibat persoalan makelar kasus atau markus. Walaupun baru 10 tahun menjadi PNS, Gayus memiliki rumah bernilai miliaran rupiah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Gayus baru-baru ini melarikan diri ke Singapura, namun akhirnya menyerahkan diri kepada Polri sehingga kini ditahan.

Rizal mengingatkan pegawai negeri sipil (PNS) seluruhnya sama sehingga tidak ada yang lebih mulia atau sebaliknya hina. Karena itu tidak perlu diberlakukan kasta. Dijelaskannya, PNS di seluruh instansi pemerintah sama saja ,tidak ada yang lebih baik dan lebih buruk. Kinerjanya juga relatif sama.

Rizal juga menyayangkan pemerintah telah menerapkan remunerasi untuk pegawai Kementerian Keuangan dengan insentif sampai sembilan kali lipat dari PNS lainnya, padahal reformasi birokrasi yang dilakukan kementerian tersebut belum jelas perbaikannya.

"Substansi penerapan remunerasi dilakukan kepada pegawai yang lembaganya telah melakukan reformasi birokrasi dan diberikan kepada pegawai secara perorangan berdasarkan prestasinya, bukan secara keseluruhan," katanya.

Rizal menegaskan, penerapan remunerasi tidak ada kaitannya sama sekali dengan pemberantasan korupsi, tapi hanya sebagai insentif atas prestasi pegawai. Untuk meminimalisasikan korupsi bukan dengan cara memberikan insentif, tapi dengan memperbaiki, mental, moral, dan kinerjanya. "Setelah ada peningkatan kinerja baru dilakukan inventariasi siapa saja yang kinerjanya meningkat, baru kemudian diberikan insentif," kata Rizal.

Sementara itu

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meminta DPR untuk tidak mengaitkan kebijakan remunerasi di lembaga/instansi pemerintah termasuk TNI, dengan kasus Gayus H Tambunan.

"Jangan dikaitkan, jangan karena satu kasus di satu instansi atau lembaga, berdampak pada kebijakan remunerasi di instansi atau lembaga pemerintah lain termasuk TNI/Polri," katanya di Larantuka, Kabupaten Flores, Jumat (2/4), saat mengawali kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Purnomo Yusgiantoro mengemukakan, pihaknya telah mengadakan pertemuan internal dengan DPR tentang kemungkinan peninjauan ulang kebijakan remunerasi yang akan dilakukan DPR, menyusul kasus pajak senilai Rp28 miliar oleh pegawai Ditjen Pajak Gayus Tambunan.

Purnomo menambahkan, pihaknya masih terus memproses pelaksanaan remunerasi di TNI dalam rangka reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI agar terjadi peningkatan kinerja dan efisiensi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI.

"Kami terus memproses pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pertahanan, termasuk remunerasi bagi prajurit TNI sambil melihat perkembangan kasus Gayus, termasuk di DPR," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Priyo Budisantoso mengisyaratkan, DPR akan melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan remunerasi dalam rangka peningkatan kinerja dan efisiensi lembaga/instansi pemerintah.

"Kasus Gayus benar-benar membuat kami kecewa karena kebijakan remunerasi yang dijalankan ternyata juga tidak mampu menekan praktik inefisiensi, korupsi dan lainnya. Karena itu, kami berencana untuk meninjau ulang seluruh kebijakan remunerasi di lembaga/ instansi/ kementerian pemerintah," katanya.

Dalam kunjungan dua harinya di Provinsi NTT, Menhan Purnomo Yusgoantoro didampingi Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya Didik Heru Purnomo, akan menghadiri perayaan Paskah di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, dan meninjau pos-pos perbatasan di sepanjang wilayah perbatasan darat RI-Timor Leste.(Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Menhan Tinjau Pulau Batek

ATAMBUA--MI: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Sabtu (3/4) meninjau Pulau Batek yang berada di perbatasan RI-Timor Leste melalui udara menggunakan helikopter Mi-17 dari Skadron Udara Serbu 31 TNI Angkatan Darat. Pemantauan dilakukan mulai dengan menyisir ke arah utara barat laut dari Atambua diatas ketinggian 3.000 kaki.

Dalam peninjauan itu, Menhan didampingi Panglima Kodam IX/Udaya Mayjen TNI Hotma Mangaraja Pandjaitan, Komandan Korem 161/Wirasakti Kolonel Dody, Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe dan Dirjen Perencanaan Pertahanan Laksamana Muda TNI Gunadi. Dalam peninjauan udara itu, Menhan mendapat penghormatan dari prajurit Batalyon 744 Korem 161/Wirasakti yang bertugas menjaga pulau tersebut.

Tak jauh dari Pulau Batek, sebuah kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Slamet Riyadi-352 sedang melintas melakukan patroli rutin di wilayah perbatasan laut RI-Timor Leste. Komandan dan para awak kapal pun turut memberikan penghormatan kepada Menhan Purnomo yang membalasnya dengan mencondongkan kepalanya sedikit ke jendela helikopter dan melambaikan tangannya.

Pulau Batek merupakan salah satu dari 10 pulau yang berada di perbatasan laut RI-Timor Leste. Pulau dengan luas tiga kali lapangan bola itu, memiliki potensi kerawan keamanan. Sebelum meninjau Pulau Batek melalui udara, Menhan Purnomo meninjau salah satu pintu perbatasan darat utama RI-Timor Leste di Mota'ain, Atambua.

Menhan mengatakan, kunjungannya untuk melihat langsung kondisi wilayah perbatasan RI dengan sejumlah negara termasuk Timor Leste, baik perbatasan darat dan laut. "Saya juga ingin melihat langsung kondisi para prajurit TNI yang bertugas di perbatasan," katanya. (Ant/OL-06/Ars)

Sbr : MediaIndonesia

Wewenang Intelijen untuk Menahan Perlu

JAKARTA--MI: Intelijen dan kewenangan penahanan patut disikapi secara cermat. Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono menyatakan kewenangan itu perlu untuk mengorek informasi sebanyak mungkin.

Penahanan yang dilakukan oleh intelijen tidak bertujuan sebagai bagian sistem pengadilan kriminal (criminal justice system). Hal itu disampaikannya sesuai menjadi pembicara dalam Silatnas Ahlul Bait di Jakarta, Jumat (2/4).

"Saya kira sudah diperjelas bahwa penahanan itu di luar criminal justice system. Penahanan itu bukan untuk orang dihukum tapi penahanan itu untuk dipakai membongkar sel-sel selanjutnya," ujar Hendro.

Ia menyatakan bahwa pembongkaran kasus, terutama dalam terorisme, tidak bisa dibuat kira-kira atau sekadar asumsi. Butuh fakta untuk membongkar sel terorisme.

Ketakutan akan penyalahgunaan kewenangan bisa diatasi dengan adanya aturan yang legal, yakni RUU Intelijen. RUU tersebut, sahut dia, harus mencantumkan aturan serta sanksi yang mengikutinya.

"Yang takut itu (adanya kewenangan penahanan) adalah teroris. Kalau takut menyimpang, dihukum saja orang yang menyalahgunakan. Kalau ada UU, maka menyatakan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Kalau melanggar tinggal dihukum, susah amat," sahutnya.

Terkait independensi, ia menyatakan hal itu tak bisa sepenuhnya dilakukan dalam badan yang menjadi alat kekuasaan. Semua alat negara itu, jelas dia, harus setia kepada pemerintahan yang dipilih oleh rakyat. Kalau semua independen, ia mengkhawatirkan tidak adanya kesatuan komando.

"Yang dimaksud independen itu bukan jalan sendiri-sendiri. Tapi, yang independen itu hanya legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Yang lain, harus tunduk kepada apa yang sudah berdiri. Pemerintahan yang dipilih itulah yang memegang kekuasaan atas alat-alat negara," tandasnya. (DM/OL-04/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Pria Bersenjata Bantai 25 Penduduk Desa

BAGHDAD--MI: Seorang pria bersenjata berseragam militer menyerbu sebuah desa di selatan ibu kota Baghdad, Sabtu (3/4). Pelaku menembak mati 20 pria serta lima perempuan dari keluarga-keluarga seorang milisi anti-Qaeda.

"Pria tersebut mengenakan seragam dan menyetir kendaraan yang sama digunakan oleh angkatan bersenjata saat menyerbu tiga rumah di desa Sufia, di wilayah Hour Rajab, dan membunuh 25 orang, termasuk lima wanita," kata seorang penjabat kementerian dalam negeri, yang berbicara dengan syarat tidak disebut namanya.

Penjabat tersebut mengatakan, para pembunuh mengikat korban mereka sebelum dibantai. Seorang perwira kementerian pertahanan membenarkan rincian serangan itu dan jumlah korban yang tewas.

Menurut penjabat kementerian pertahanan tersebut, keluarga-keluarga itu adalah bagian dari gerakan Sahwa (Kesadaran), yang juga dikenal sebagai 'Putra-Putra Irak' oleh militer Amerika Serikat. Mereka bergabung dengan pasukan Amerika dan Irak pada tahun 2006 dan 2007, untuk berperang melawan kelompok Al Qaeda dan para pendukungnya. (Ant/OL-06/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

ASEAN Bergandeng Tangan Berantas Teroris


KUALA LUMPUR--MI: Angkatan Bersenjata negara-negara ASEAN ingin mencari cara yang lebih efisien dan efektif dalam menangani ancaman terorisme, kata seorang petinggi militer Malaysia, Jumat (2/4).

Diperlukan pendekatan drastis sesuai rencana dan diikuti dengan tindakan yang didukung kerja sama dalam penyelidikan, pelatihan dan membangun kapasitas, kata Panglima Angkatan Bersejata Malaysia, Jenderal Azizan Afiffin di Malaka, Malaysia.

Latihan militer gabungan antara Malaysia dan Indonesia bersandi Malindo Latgabma Darsasa 7AB/2010 telah dibuka di negara bagian Malaka, Malaysia, Jumat pagi oleh Jenderal Azizan.

Berpidato dalam acara pembukaan latihan militer gabungan tersebut, Azizan mengutarakan bahwa dengan memiliki kecakapan dan pengalaman, angkatan bersenjata dapat melakukan usaha mereka secara bersama untuk meminimalisasi ancaman kelompok-kelompok teroris di kawasan itu.

"Betapapun kuatnya Angkatan Bersenjata di suatu negara, mereka tidak bakal bisa menghadapi kelompok-kelompok teroris yang memiliki jaringan kuat di dalam dan luar negeri, tanpa bantuan negara lain," katanya.

"Kendati kita telah memiliki mekanisme kerja multilateral untuk memberantas terorisme, kita haru selalu mengingatkan bahwa terorisme kini lebih profesional dan licik," kata Azizan menegaskan. (Ant/Xinhua-OANA/OL-030/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Jumat, 02 April 2010

China sepakat beli S-300 dalam jumlah besar

Moskow (ANTARA/Reuters) - China telah sepakat untuk membeli dalam jumlah besar sistem rudal anti-pesawat S-300 dari Rusia, kantor berita Rusia, Interfax melaporkan, Jumat.

Rudal S-300 yang diangkut truk, di Barat dikenal dengan SA-20, dapat menembak jatuh rudal-rudal dan pesawat terbang.

Interfax mengutip Igor Ashurbeili, Direktur Jenderal Almaz Antei, yang membuat rudal canggih tersebut, mengutarakan bahwa China akan menerima 15 baterei rudal S-300.

Igor Ashurbeili tidak mengungkapkan nilai penjualan dalam perjanjian tersebut.

Di Angkatan Bersenjata Rusia, satu baterei S-300 secara normal berisi empat truk pengangkut, setiap truk terdapat empat rudal yang diikat dengan pipa logam.

Moskow mengatakan pihaknya merencanakan akan memenuhi kontrak guna memasok S-300, yang di Rusia bernama "favorit" kepada Iran.

Penjualan rudal S-300 kepada Iran ini membingungkan Israel dan sekutu dekat negara Zionis Yahudi, Amerika Serikat.

Kemungkinan Rusia menjual S-300 kepada Teheran, yang dapat melindungi fasilitas nuklir Iran dari serangan udara, menjadi isu sensitif dalam hubungan Rusia dan Israel.(Ars)


Sbr : Antara

42 Prajurit TNI Bertugas di Lebanon Naik Pangkat

NAQOURA (Pos Kota) – Seluruh personel Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Kontingen Garuda XXVI-B1/UNIFIL dan Satgas Force Portection Company (FPC) Kontingen Garuda XXVI-B2 melaksanakan Apel Khusus dalam rangka kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi 42 prajurit TNI, bertempat di lapangan upacara Sudirman Camp-Naqoura Lebanon, Kamis (1 April 2010).

Dalam Apel Khusus tersebut Mayor Laut (KH) Bambang Cahyono sebagai perwira tertua memimpin pelaksanaan Apel Khusus, mewakili Dansatgas FHQSU Kolonel Inf Restu Widiyantoro serta Dansatgas FPC Letkol Inf Fulad yang sedang melaksanakan cuti.

Dalam sambutannya Mayor Laut (KH) Bambang Cahyono yang sehari-hari menjabat sebagai Kasiops Satgas FHQSU menyampaikan, kenaikan pangkat bagi seorang prajurit TNI merupakan sebuah ungkapan pengakuan dan penghargaan yang diberikan Pimpinan TNI kepada prajurit yang dinilai mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Selain itu, kenaikan pangkat sebagai wujud penghargaan atas prestasi yang telah ditunjukkan kepada negara dan bangsa dan suatu kepercayaan serta kehormatan yang diberikan negara.

Mengakhiri sambutgannya Mayor Laut (KH) Bambang mengatakan, bahwa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya merupakan suatu amanah dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan sekaligus menjadikan tuntutan bagi kita untuk lebih bertanggung jawab serta meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas – tugas yang akan kita hadapi di masa mendatang serta untuk dijadikan sebagai pedoman motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam mengemban tugas pengabdian kepada negara dan bangsa.

Apel Khusus kenaikan pangkat dihadiri oleh seluruh prajurit Satgas Konga Indo FHQSU XXVI-B1 dan Indo FPC XXVI-B2 yang tidak aktif jaga, dalam apel khusus tersebut terdapat 12 personel Satgas FHQSU serta 30 personel Satgas FPC yang mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya. Selesai pelaksanaan Apel Khusus kenaikan pangkat dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari seluruh prajurit Konga XXVI-B1 dan B2 kepada rekannya yang naik pangkat. (puspen/syamsir/Ars)


Sbr : PosKota

Kamis, 01 April 2010

Teknologi : Senjata Mitraliur Pindad PM2

Untuk memenuhi kebutuhan akan senjata anti teroris serta perang jarak dekat, PT Pindad ditantang salah satu petinggi TNI untuk membuat PM2, sebuah pistol metraliur yang diklaim memiliki kemampuan melebihi MP5. Ironisnya, belum ada niat pemerintah untuk membeli PM2. Beruntung, pasar luar negeri justru berminat membeli senjata saingan MP5 ini.

Pindad telah berhasil memproduksi Pistol Metraliur 1 (PM 1) berdasarkan lisensi FN Belgia. Sebagian produk PM1 digunakan kalangan prajurit TNI. Sementara PM1 modifikasi digunakan oleh Polisi Hutan, Jagawana.

PM2 merupakan pengembangan dari badan SS2. PM2 dapat memenuhi kebutuhan senjata untuk perang kota. Bahkan, Pindad berhasil mengembangkan senjata non lethal berpeluru karet yang dapat digunakan kepolisian anti huru hara.

Spesifikasi PM2 Pindad

PM2-V1
Kaliber 9 mm
Berat Tanpa Magasen 2, 90 kg
Berat Dengan Magasen 3, 18 kg
Panjang popor terentang 625 mm
Panjang popor terlipat 417 mm
Tinggi senjata dengan magasen 270 mm
Tinggi senjata tanpa magazen 225 mm
Lebar 70 mm
Panjang laras 195 mm
Alat bidik Ajustable
Sistim kerja Blow back
Isi magasen 20
Sistim tembakan Semi-Automatic,Double
PM2-V2
Kaliber 9 mm
Berat Tanpa Magasen 3, 20 kg
Berat Dengan Magasen 3, 45 kg
Panjang popor terentang 720 mm
Panjang popor terlipat 515 mm
Tinggi senjata dengan magasen 270 mm
Tinggi senjata tanpa magazen 225 mm
Lebar 70 mm
Panjang laras 145 mm
Alat bidik Adjustable
Sistim kerja Blow back
Isi magasen 20
Sistim tembakan Semi-Automatic,Double

Sbr : M. Intelijen, Pindad

Kodam V/Brawijaya akan selalu meningkatkan pasukan pemukulnya

Satuan - satuan tempur milik Kodam V/Brawijaya akan selalu senantiasa meningkatkan dan memantapkan skill para pajuritnya secara continue seiring dengan semakin bekembangnya situasi, kondisi negara saat ini.

Dengan diadakannya latihan oleh beberapa satuan pemukul milik kodam secara rutin diharapkan kedepan satuan-satuan tersebut akan mampu dan selalu siap untuk di terjunkan di berbagai wilayah operasi sewaktu-waktu.

Rindam V/Brawijaya sebagai satuan Lembaga Pendidikan dibawah kodam akan menyiapkan segala fasilitas pelatihan demi terwujudnya latihan tersebut dengan sempurna. Rindam akan mengerahkan beberapa personil terbaiknya yang sudah berpengalaman di bidangnya untuk mendukung operasional dan kelancaran latihan yang akan digelar dibeberapa daerah di jawa timur.

Sasaran dari Pembinaan dan Pengembangan ini demi terwujudnya kesiapan operasional satuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pembinaan latihan ini diarahkan untuk meningkatkan dan memelihara kesiapan operasional satuan, karena latihan itu adalah segala usaha untuk mengembangkan kemampuan agar dapat melaksanakan tujuan yang akan dicapai organisasi. Latihan juga merupakan fungsi komando yang dilaksanakan secara terus menerus, fleksibel dan sederhana, serta harus sesuai dengan manajemen latihan sebagaimana yang terkandung dalam prinsip pembinaan latihan.(Ars)

HUT Kopaska Ke-48 di Lebanon

LEBANON (Pos Kota) – “Untuk pertama kalinya dalam sejarah hari ulang tahun Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut dirayakan di luar negeri, dalam suasana penuh kekeluargaan dan perhatian luar biasa dari unsur pimpinan Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL (Indobatt)”.

Demikian disampaikan oleh Kapten Laut (T) Arie Cahyo Nugroho selaku personel yang dituakan dari satuan Kopaska di Indobatt.
Sambutan tersebut menjadi acara lanjutan setelah menyanyikan Lagu Mars Kopaska sebagai acara awal pembukaan peringatan HUT Kopaska ke-48 di Lebanon Selatan, Rabu (31/3) dan dipusatkan di Markas Kompi Mekanis C, UN POSN 9-2, Az Ziqqiyah.

Acara dipimpin Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar tersebut, dihadiri perwakilan perwira staf Indobatt, pejabat komandan kompi serta seluruh personel Kopaska yang berada di jajaran Indobatt.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Indobatt menyampaikan sebuah sambutan singkat, antara lain menyebutkan “Satuan Kopaska merupakan salah satu unit dari sekitar 58 satuan asal yang mewarnai keanekaragaman personel dalam satuan tugas Indobatt XXIII-D/UNIFIL.

Dengan keterampilan, profesionalisme dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap prajurit Kopaska di Indobatt serta dalam rangka memperingati HUT Kopaska ke-48 kali ini, saya selaku Komandan Indobatt berharap agar sumber daya manusia yang potensial ini akan selalu mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok Indobatt di daerah tugas.”

Sambutan Komandan Indobatt tersebut mewakili seluruh personel satgas yang berasal dari matra darat, sementara matra laut diwakili oleh Kapten Mar La Ode Jimmy H (Komandan Kompi Mekanis C) dan matra udara oleh Lettu Psk Didik Adi Susanto.

Selesai sambutan dari beberapa perwira tersebut, acara diakhiri dengan pembacaan doa, pemotongan kue ulang tahun serta ramah ramah yang diselingi dengan pemutaran profil satuan Kopaska TNI Angkatan Laut dalam bentuk video. (Puspen TNI/ir/Ars)


Sbr : PosKota

17 Imigran Afganistan Diamankan di Pangkalan TNI-AL

JAKARTA (Pos Kota) – Pangkalan TNI Angatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan berhasil mengamankan 17 imigran gelap yang sedang melewati perairan Tanjung Balai Asahan dengan menggunakan dua kapal tanpa nama.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Armada RI Kawasan Barat (Armabar) Letkol Laut (KH) Drs Supriyono di Markas Komando Armabar, Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (1/4).

Kadispen mengatakan, imigran gelap tersebut diamankan Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Patkamla ASN II-1-46 yang sedang melakukan patroli rutin di sekitar Kuala Bagan Asahan saat sedang berlayar menuju Perairan Tanjung Balai Asahan.

Kejadian tersebut berawal pada saat Komandan Patkamla melihat dua kapal yang mencurigakan, setelah dilakukan upaya penghentian dan pemeriksaan pada posisi 03o 02’ 00” U – 099o 51’ 46” T ditemukan hasil bahwa kedua kapal tanpa nama tersebut berlayar dari selat malaka tanpa dilengkapi dengan surat perintah berlayar dan mengangkut masing-masing 8 dan 9 orang imigran gelap asal Afganistan tanpa dokumen keimigrasian yang sah.

Untuk proses penyidikan lebih lanjut kedua kapal tanpa nama dikawal menunju Pos Kamla Bagan Asahan, sedangkan ke-17 orang imigran gelap untuk sementara diamankan di Mako Lanal Tanjung Balai Asahan, sebelum diserahkan ke Kantor Imigrasi Tanjung Balai. (Dispenarmabar/ir/Ars)


Sbr : PosKota

Menhan Ingin Media Massa Lakukan Bela Negara

JAKARTA--MI: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meminta pada media massa terlibat dalam bela negara, terlebih ancaman nirmiliter dinilai semakin meningkat dibandingkan ancaman militer yang ada. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk bela negara karena amanat UUD 1945.

"Media massa bisa membantu kita menumbuhkan efek tangkal apabila ada pihak yang mau menggangu kita, terutama ancaman nonmiliter. Kita ingin menumbuhkan semangat bela negara. Yang menangkal itu tidak hanya TNI, tapi kita semua. Kita ingin itu disosialisasikan," kata Menhan dalam pembukaan Workshop Defence Image Building di Jakarta, Senin (29/3).

Bela negara, sahut Menhan, berbeda dengan militerisme. Bela negara ini diamanatkan untuk semua elemen masyarakat, tak peduli sipil ataupun militer. Media massa bisa ikut berperan tanpa harus angkat senjata, tapi bersikap mencintai negara dengan memberikan informasi terkait kelemahan lawan yang mau mengganggu negara.

"Kami tidak ingin mereka berpihak pada kita, tapi kita ingin media massa itu seimbang. Biasanya kalau wawancara kan nadanya negatif, tapi setelah itu harus ada nada positif. Objektif menyampaikan posisi pandangan mata, tanpa dikurangi atau dilebihkan. Berita itu juga harus faktual, terkini. Pemberitaan memasukkan kondisi terkini kalau gambarnya sudah berubah. Terakhir, akurat. Tapi memang di media bad news is the good news," jelas Menhan.

Ia mengatakan bahwa kondisi media massa sekarang ini berada sebagai industri. Sebagai industri, tentu saja ada aturan ekonomi yang berlaku. Ia tak ingin jika industri media massa hanya dikuasai segelintir pihak sehingga akhirnya terjadi monopoli. "Anda sendiri tidak suka dengan neolib. Anda sendiri ingin ada kebebasan. Maka itu, jangan sampai media tidak dikuasai oleh salah satu pihak saja," sahutnya.

Ia juga berharap media massa menghormati informasi pertahanan yang tidak bisa diakses sangat terbuka kepada publik karena risikonya tinggi terhadap posisi negara. Ia menekankan jika hal itu bukanlah keputusan Kementerian Pertahanan tetapi UU KIP.

"Kita lihat betapa strategisnya pertahanan ini. Kita punya posisi strategis keutuhan bangsa, rahasia negara, peradilan militer. Terkait internal kita, ada hal-hal yang tidak bisa dibuka karena menyangkut kekuatan kita. Sebelum UU Rahasia Negara, sudah ada dalam UU Penyiaran Publik. Apalagi, tetangga kita saja ada UU yang lebih keras lagi. Kita sendiri tidak punya terkait itu," tukasnya. (DM/OL-04/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

China Inginkan Penyelesaian Damai Soal Nuklir Iran

BEIJING--MI: China akan terus mengusahakan penyelesaian damai masalah nuklir Iran, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang, Kamis setelah Beijing setuju untuk merundingkan sanksi-sanksi baru terhadap Teheran.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya mengatakan China setuju untuk berunding secara serius tentang satu resolusi baru yang diusulkan Dewan Keamanan PBB terhadap Iran, yang menurut mereka sedang berusaha membuat senjata-senjata nuklir.

China enggan mendukung sanksi-sanksi seperti itu dan berulang-ulang menyerukan dilakukan lagi usaha-usaha diplomatik untuk mengupayakan satu penyelesaian. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Beijing memiliki hak veto terhadap setiap resolusi. (Ant/OL-01/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Teknologi : Tank Scorpion

FV101 Scorpion adalah tank ringan modern buatan inggris. Dibuat oleh Alvis Vickers dan dipakai oleh militer Inggris pada tahun 1973 sampai tahun 1994. Lebih dari 3000 buah tank jenis ini diproduksi.

Tank jenis ini merupakan kendaraan militer yang cepat, tangkas dan dapat dibawa dengan pesawat udara. Terbuat dari bahan utama aluminium dan dipersenjatai dengan senjata meriam 76mm. Model awal menggunakan mesin (bensin) Jaguar 4.2 liter dan dapat berjalan dengan kecepatan 76 km/jam. Jenis terakhir menggunakan mesin disel.

Tank Scorpion termasuk dalam kelas Light Tank, Indonesia memiliki tank tersebut sebanyak 100 tank pada tahun 2008 type Scorpion-90.


Spesifikasi Tank Scorpion :
Kru 3 orang
Panjang 4.9 meter
Lebar 2.24 meter
Tinggi 2.1 meter
Berat 8.07 ton
Suspensi torsion-bar
Kecepatan di jalan 80 kilometer/jam

Persenjataan :
Senjata utama Meriam 76 mm L23A1
Senjata kedua Senapan Mesin Coaxial 7.62 mm L37A1
Perisai 12.7

Daya Jelajah :

Mesin diesel Cummins BTA 5.9 190 hp (142 kW)
Tenaga 190 / 142 kW
Daya Jelajah 644 km
Dibeli dua kali oleh indonesia pada tahun 1995 dan 1996 sebagai kendaraan lapis baja milik TNI AD. HBL Mantiri, Mantan Kasub ABRI 1994 mengatakan bahwa pembelian tank scorpion oleh Indonesia adalah sebuah kebijakan yang sangat bagus mengingat bentuk dan spesifikasinya yang sesuai dengan kondisi alam indonesia.

Sesuai dengan doktrin TNI AD yang menginginkan kendaraan-kendaraan tempur kecil yang ringan, fleksibel namun bersifat lethal dalam melumpuhkan musuh, Tank scorpion termasuk salah satu pilihan. KemampuanTank scorpion mampu berlari lincah dengan canon 76 mm yang bisa di tembakkan selagi bermanuver.

Pengalaman

Tank scorpion sempat diterjunkan di wilayah operasi Aceh semenjak di berlakukan DOM oleh Presiden Soeharto kala itu guna menumpas sparatis gerakan aceh merdeka (GAM). TNI mendatangkan sebanyak 36 tank Scorpions dan kendaraan pasukan jenis DTR serta satu batalyon Yon Kavaleri I Cilodong meskipun pada akhirnya tank tersebut harus di tarik kembali untuk di gantikan dengan kendaraan tempur milik Pindad.

Alasan TNI menerjunkan kendaraan lapis baja tersebut karena kemampuannya yang bisa menjelajah di segala medan tempur di samping kemampuan manuvernya yang lincah dan stabil.(Ars)

Rabu, 31 Maret 2010

Wakasad Tutup Penataran Terpusat Taktik Bertempur

BATUJAJAR (Pos Kota) – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letnan Jenderal TNI Johanes Suryo Prabowo menutup Penataran Terpusat Taktik Bertempur Gelombang II TA. 2010, di Pusdik Passus Batujajar, Rabu, (31/3). Penataran ini berlangsung selama dua minggu diikuti 447 orang peserta yang terdiri dari para Komandan Brigade Infanteri, para Komandan Batalyon dan para Bintara Pelatih Batalyon.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta dalam amanat tertulis yang dibacakan Wakasad Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo mengatakan, penataran ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan prajurit TNI Angkatan Darat agar lebih profesional dalam menghadapi tugas ke depan, yang semakin dinamis dan kompleks, dalam menjaga integritas dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pengalaman bertugas di daerah rawan dan hasil pengamatan serta penilaian terhadap berbagai pertempuran yang dilaksanakan oleh tentara negara lain dalam melaksanakan suatu operasi militer, telah menyadarkan semua bahwa prajurit memang patut dibekali pengetahuan, kemampuan pengetahuan, teknologi dan keterampilan khusus untuk bertempur menghadapi musuh yang selalu menggunakan taktik bertempur yang berubah-ubah dan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu militer”, kata Kasad.

Menurut Kasad, untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dewasa ini, termasuk dalam menghadapi taktik bertempur pihak musuh yang telah menggunakan doktrin taktik bertempur modern, TNI Angkatan Darat juga harus mengembangkan metode perang sesuai doktrin dan perkembangan tehnologi perang yang sesuai pula serta menggunakan taktik yang lebih unggul, agar dapat melakukan dan menggunakan taktik seperti itu, prajurit harus dilatih dan diberi kemampuan serta keterampilan bertempur di medan tertentu.

Melalui penataran ini, Kasad mengharapkan ke depan, satuan jajaran TNI Angkatan Darat akan terjadi perubahan, terutama dalam motivasi berlatih, karena satuan tersebut diawaki oleh para prajurit yang tangguh dan handal berkat semangat para pelatih yang dilandasi jiwa kepelatihan yang tinggi.

Dengan kualifikasi seorang pelatih, para peserta penataran ini harus mampu merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengendalikan latihan di satuan masing-masing dengan baik sehingga dapat mewujudkan para prajurit yang memiliki kewaspadaan yang tinggi serta mampu mengambil keputusan yang benar pada berbagai situasi yang dihadapi, tambah Kasad.

Pada acara penutupan ini dilakukan demo penangulangan teroris berupa pembebasan sandera dari unsur gabungan Kopassus, Kostrad, Pusat Kenjataan Infanteri dan Penerbangan Angkatan Darat. (dispenad/syamsir/Ars)


Sbr :

Kasdam Jaya Terima Bintang Yudha Dharma

JAKARTA (Pos Kota) – Bertempat di Ruang Hening Gedung Sudirman Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Kasdam Jaya / Jayakarta Brigjen TNI Waris menerima Tanda Kehormatan Negara berupa Bintang Yudha Dharma Nararya yang disematkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Rabu (31/3).

Bintang Yudha Dharma Nararya adalah suatu tanda kehormatan dari Negara yang diberikan kepada para Perwira Tinggi yang pernah bertugas di Mabes TNI khususnya yang bersangkutan telah berjasa dan ambil bagian dalam membangun hubungan kerja sama yang baik bagi ke tiga Angkatan yaitu TNI AD, AL dan AU. (pendam jaya/syamsir/Ars)


Sbr : PosKota

Kasum Buka Rakornis Infolahta TNI

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Laksdya TNI Didik Heru Purnomo, membuka acara Rapat Koordinasi Tehnis (Rakornis) Informasi dan Pengolahan Data (Infolahta) TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (31/3). Dengan tema ”Melalui Rakornis Infolahta TNI TA 2010 kita tingkatkan peran dan kinerja Infolahta TNI guna

mewujudkan sistem informasi yang terintegrasi dalam rangka mendukung tugas pokok TNI” dan diikuti 81 orang peserta Rakornis dari Kemenhan RI, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Menurut Kasum TNI, bahwa Rakornis Infolahta TNI tahun 2010 ini bertujuan untuk menjembatani koordinasi di antara sesama komunitas teknologi informasi untuk mencari dan memanfaatkan peluang-peluang yang ditawarkan oleh teknologi informasi, bagi kepentingan TNI secara keseluruhan. Terkait dengan tema Rakornis dapat diambil dua point penting yaitu Kinerja dan Integrasi.

Masalah kinerja baik personel maupun sistem akan dengan mudah dicapai apabila organisasi memanfaatkan teknologi informasi dengan bijak dalam setiap aktifitasnya. Kinerja tersebut saat ini menjadi perhatian serius TNI, terutama berkaitan dengan ukuran pencapaian personel dalam rangka program peningkatan kesejahteraan prajurit. Sedangkan masalah Integrasi antar sistem
informasi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber-sumber informasi dan sumber daya agar dapat digunakan secara bersama-sama untuk mendukung tugas pokok TNI, tegas Kasum TNI.

Mengakhiri amanatnya Kasum TNI menyampaikan kata bijak ”Knowledge Is Power ” bahwa pengetahuan merupakan kekuatan, maka pengelolaan pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi informasi menjadi sesuatu yang perlu mendapat perhatian serius terutama bagi komunitas Infolahta. Dengan demikian setiap upaya pengelolaan pengetahuan perlu mendapatkan prioritas agar TNI semakin menjadi organisasi yang profesional.

Turut hadir pada acara tersebut Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquari, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Suprapto, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Sularso, S.IP., Wairjen TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung, SE, MBA, dan Wakapuspen TNI Brigjen TNI Setyo Sularso. (puspen/syamsir/Ars)


Sbr : PosKota

TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut BBM Ilegal


JAKARTA--MI: Kapal pengangkut BBM ilegal ditangkap TNI AL dalam operasi yang digelar. Kapal tersebut diindikasikan akan menjual BBM tersebut secara ilegal di tengah laut.

Kapal KM Bintang Mutiara-II, berbobot 30 gross ton jenis kapal ikan berbendera Indonesia yang dinakhodai oleh Trisno dan 15 orang anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia, mengangkut BBM ilegal jenis solar sebanyak 20 ton yang disimpan di dalam palka penampungan ikan. Hal itu disampaikan oleh Kadispenal Letkol Herry Setianegara dalam rilis yang disampaikan kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (31/3).

"Kapal ini diamankan KRI Karel Satsuit Tubun (KST-356) karena diduga BBM yang ditemukan di dalam palka kapal ikan tersebut dicurigai akan dijual ditengah laut kepada kapal lain. Saat ini kapal tersebut dikawal ke Pangkalan Angkatan Laut Ambon untuk diproses," jelas Herry.

TNI AL juga mengamankan KM Mina Sejahtera-07, berbobot 150 gross ton, jenis kapal ikan Indonesia yang dinakhodai Phinyoo Nuansa (warga negara Thailand) dan 43 orang ABK (5 orang warga negara Indonesia dan 38 orang warga negara Thailand). Kapal ini ditangkap KRI Todak-803 karena melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal.

TNI menemukan dalam palka kapal ikan hasil tangkapan sebanyak 2 ton sebagai barang bukti. Selain itu, nakhoda dan sejumlah ABK yang berkewarganegaraan Thailand tidak dilengkapi dengan surat keterangan tenaga kerja asing.

"Kedua kapal hasil tangkapan KRI khususnya KM Bintang Mutiara-II, Nakhoda Trisno dan 15 orang ABK-nya akan disidik di Lantamal IX Ambon dan akan dijerat hukum dengan UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran bahkan dalam penyidikan dikembangkan penyelidikannya pada indikasi jaringan penjualan BBM ilegal. Sedangkan KM Mina Sejahtera-07Â Nakhoda Phinyoo Nuansa dan 43 orang ABK-nya diproses di Pangkalan Angkatan Laut Tarempa akan dijerat hukum dengan UU nomor 45 tahun 2009 perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan karena terdapat tenaga kerja asing yang tidak dilengkapi dengan dokumen dalam penyidikannya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti keimigrasian," pungkasnya. (DM/OL-03/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Selasa, 30 Maret 2010

Melanggar, 2 Kapal Ditangkap Kapal Perang TNI AL

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Kolonel Laut (P) Herry Setianegara S.Sos, SH, MM, mengatakan Kapal Perang TNI Angkatan Laut, masing-masing KRI Fatahillah-361 dan KRI Todak-803 mengamankan dua kapal berbendera Indonesia yang melakukan pelanggaran tindak pidana hukum di laut yuridiksi nasional Indonesia.

Kedua kapal tersebut antara lain, kapal Tug Boat Apollo-IX berbobot 24 gross ton berbendera Indonesia dengan nakhoda Hamzah menggandeng Tongkang Golden Sari II yang sedang mengangkut batu koral sebanyak 900 m3 dari Tanjung Selor ke Nunukan Kalimantan Timur. Kapal ini diamankan KRI Fatahillah-361 karena ditemukan empat indikasi pelanggaran awal diantaranya; tidak memiliki SPB (Surat Persetujuan Berlayar) yang dulunya sering dikenal dengan sebutan SIB (Surat Izin Berlayar) yang dikeluarkan oleh Syah Bandar, tidak memiliki surat sertifikat pengoperasian kapal tramper, tidak memiliki SIUPAL (Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut) dan tidak memiliki surat sertifikat garis muat.

Sedangkan Kapal Motor (KM) Suka Maju berbobot 33 gross ton, jenis kapal ikan Indonesia yang dinakhodai oleh Suhaimi dan 24 orang ABK (Anak Buah Kapal), dengan muatan kurang lebih lima ton jenis ikan campuran diamankan KRI Todak-803 karena tidak memiliki surat VMS (Vessel Monitoring System/system pemantauan kapal perikanan) dan tidak memiliki Sijil (buku yang berisi daftar awak kapal yang bekerja diatas kapal).

Menurut Kadispenal, Nakhoda kapal Tug Boat Apollo-IX, Hamzah yang menggandeng Tongkang Golden Sari II dan kelima ABK-nya akan dijerat hukum dengan UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Sementara Suhaimi dan 24 orang ABK-nya akan dijerat hukum dengan UU nomor 45 tahun 2009 perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Kedua Nakhoda kapal tersebut berikut ABK dan barang buktui lainnya saat ini sudah diamankan di Pangkalan Angkatan Laut untuk proses hukum. Hamzah Nakhoda kapal Tug Boat Apollo-IX diamankan dan disidik di Lanal Tarempa sedangkan Suhaimi nakhoda Kapal Motor (KM) Suka Maju diamankan dan disidik di Lanal Tarakan. (dispenal/syamsir/Ars)


Sbr : PosKota

Road Map Teroris 2010

Setelah aksi penyergapan dan pengungkapan kelompok teroris di Aceh dan Pamulang oleh pihak kepolisian, yang salah satunya berhasil menewaskan Dulmatin, apakah terorisme di Indonesia akan akan berhenti? Melihat fakta fenomenalnya, masih besar kemungkinannya aksi teror terus berlangsung.

Beberapa pengamat terorisme dan pengamat intelijen berpendapat, potensi aksi teror masih cukup besar di Indonesia. Hal ini, bisa jadi karena memang ada target dari jaringan teroris. Atau, ada sekenario tertentu terkait aksi teror di Indonesia oleh pihak asing.

Mardigu, misalnya, mengatakan teroris telah membuat range target. Empat diantaranya adalah, pertama, Kepala Negara; kedua, pemimpin pilar bangsa; ketiga, pemboman atau penyerangan instalasi penting; dan keempat penyerangan kedutaan besar asing di Indonesia. Pengamat teroris ini melihat, aksi teror di Indonesia adalah bukan bagian dari rekayasa atau “proyek teror”.

Berbeda dengan Mardigu, berdasarkan analisis dan informasi yang ada, pengamat intelijen AC Manullang menyimpulkan bahwa “teroris Pamulang” dan “teroris Aceh” merupakan bagian dari permainan Amerika Serikat. Semuanya diarahkan sebagai bukti bahwa di Indonesia masih eksis kelompok-kelompok teroris. Manullang melihat AS ingin memojokkan Indonesia dengan mempersepsikan kondisi keamanan di Indonesia adalah semu. Target operation deception yang dilakukan CIA tidak lain adalah Muslim civilisation, peradaban Islam.

Sementara menurut pihak kepolisian, teroris Aceh dan Pamulang, terkait dengan keinginan pembentukan Negara Islam Indonesia (NII) dan Daulah Islam Asia Tenggara. Jaringan teroris ini ingin menjadikan Aceh sebagai basisnya. Kesimpulan pemeriksaan sementara pihak kepolisian ini didasarkan pengakuan beberapa tersangka teroris yang tertangkap. Secara historis, ideologis dan geopolitik kesimpulan polisi tersebut mendapat penguatan dari Al Chaidar. Pengamat NII ini melihat ada faksi-faksi NII yang berinteraksi dan bersinergis dengan jaringan teroris. Mereka berkeinginan menjadikan Aceh sebagai basis gerakan, karena dipandang sebagai wilayah yang aman (qoidah aminah). Selain Aceh, disebutnya Lombok.

Dengan kesimpulan itu, sudah jelas, akan ada target selanjutnya dalam perburuan teroris di Indonesia. Bahkan untuk memantapkan aksi kontra teror itu mulai ada “titik temu” antara Polri dan TNI. Hal ini dapat dilihat dari latihan gabungan anti teror yang digelar bersama oleh kedua institusi ini dibeberapa tempat di Jakarta.

Hanya saja, terlibatnya TNI dalam penanganan aksi teror di Indonesia, bisa jadi masih belum akan mendapat lampu hijau sepenuhnya dari AS. Menurut Andi Wijayanto, unit khusus teroris di TNI ada di pasukan khusus. Namun AS, karena adanya Leahy Law, maka tidak bisa melakukan program kerjasama yang melibatkan pasukan khusus, termasuk unit anti teror yang ada di Kopassus.

Pada perkembangan lain, juga muncul pergeseran aksi teror ke wilayah laut. Dalam aksi teror maritime ini, pembajakan kapal akan menjadi trend baru. Ada kemungkinan kelompok teroris memang mencoba menggeser sasaran mereka, sebagaimana model yang berlangsung di Somalia. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa teroris maritim ini terkait dengan presaingan “penguasaan” pengamanan Selat Malaka. Road Map Teroris 2010? (Jamadi/Ars)


Sbr : M. Intelijen

Calon Taruna Akmil Dilarang Manipulasi Data

JAKARTA (Pos Kota) – Asisten Personel Kepala Staf Daerah Militer Jaya, Kolonel Kav Wawan Ruswandi, memberi arahan kepada seluruh calon taruna Akademi Militer (Akmil) beserta orangtua/wali di Aula Djoyo Yudho Makodam Jaya. Jl. Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan Jakarta Timur, Senin (29/03).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Ajendam Jaya/Jayakarta, Kolonel Caj Dudik Satriyo Wiyono, Kajasdam Jaya, Karumkitdam Jaya, Pabandya Pam Kodam Jaya/Jayakarta. Pengarahan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dengan tujan untuk lebih menjelaskan tentang mekanisme seleksi Taruna Akademi Militer mulai dari tingkat daerah sampai tingkat pusat.

Dengan penjelasan ini seluruh peserta seleksi serta orang tuanya dapat memahami mekanisme tersebut sehingga tidak lagi ada keraguan bahwa seleksi benar-benar dilaksanakan sesuai mekanisme serta unruk menghindarkan adanya KKN.

Aspers Kasdam Jaya dalam arahannya menyampaikan bahwa seleksi calon Taruna Akademi Militer ini dilaksanakan secara transparan dan objektif tanpa adanya unsur manipulasi serta peserta calon Taruna dilarang untuk memanipulasi data. Jika seandainya ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh peserta calon Taruna maupun militer warga Kodam Jaya maka akan diproses dan dikenakan sanksi atau dikeluarkan dari peserta calon Taruna.

Hasil seleksi peserta calon Taruna tersebut akan disampaikan sesuai dengan kemampuan peserta calon Taruna dan tidak akan direkayasa oleh panitia.

Aspers juga menjelaskan, seleksi ini akan benar-benar selektif sehingga nantinya dapat menghasilkan calon-calon Taruna Akademi Militer yang betul-betul siap untuk mengikuti pendidikan pembentukan menjadi seorang prajurit TNI. Ini adalah merupakan seleksi awal tingkat panitia daerah di Kodam Jaya, nantinya hasil seleksi ini akan di seleksi lagi pada tinmgkat pusat. (pendam jaya/syamsir/Ars)


Sbr : PosKota

Senin, 29 Maret 2010

Pakistan akan mendapatkan UAV "Shadow" dari AS

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pentagon bermaksud memberi armada pesawat mata-mata pengamatan pada Pakistan dalam setahun. Meski, sampai kini, versi pesawat maa-mata tak berawak yang dipersenjatai masih dilarang untuk diberikan, menurut seorang pejabat militer AS, Senin (29/3/2010).

Menteri Pertahanan AS Robert Gates Januari telah mengumumkan rencana untuk memberi Islamabad apa yang para pembantunya katakan waktu itu sebagai 12 pesawat mata-mata Shadow, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Pakistan untuk mengejar gerilyawan.

Tapi seorang pejabat senior militer AS, saat memberi briefing pada wartawan di Pentagon, mengatakan Islamabad masih menimbang-nimbang apakah pesawat mata-mata Shadow adalah model pesawat tak berawak yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

"Kami telah melihat Shadow. Kami telah melihat Scan Eagles dan UAV taktis lainnya dan kami ingin berusaha untuk mendapakan model terbaik," kata pejabat itu, menunjuk pada pesawat mata-mata sebagai kendaraan udara tak berawak, atau UAV.

Shadow dibuat oleh AAT Corporation, salah satu unit Textron Systems, sementara Scan Eagles dihasilkan oleh Boeing Co.

Islamabad juga mendesakkan pesawat mata-mata yang dipersenjatai, seperti pesawat mata-mata yang CIA gunakan secara sembunyi-sembunyi di Pakistan untuk mengejar dan membunuh gerilyawan Al Qaida dan Taliban.

Pejabat yang tak menyebut nama tersebut, ketika ditanya mengenai permintaan itu, menjawab bahwa kebijakan umum AS adalah tidak mengekspor kemampun dipersenjatai dari pesawat mata-mata itu. Washington sejauh ini enggan membagi teknologi yang sensitif.

Jumlah pesawat mata-mata pengamatan yang AS pada akhirnya akan diberikan pada Pakistan tergantung pada biaya model pesawat yang dipilih, ia menguraikan. "Faktor pentingnya adalah seberapa cepat kita bisa mendapatkan kemampuan itu untuk mereka," kata pejabat tersebut. "Saya ingin memikirkan bahwa kita akan mendapatkan pesawat itu di sana (Pakistan) dalam setahun."

Pakistan telah menggunakan teknologi pesawat mata-mata yang diimpor bukan dari AS dan sebuah pesawat angkut militer C-130 yang telah dimodifikasi untuk memungkinkan kegiatan pengamatan.

Pesawat mata-mata terbukti telah menjadi teknologi yang sangat menguntungkan militer AS di Afganistan dan Irak, memungkinkannya mengejar gerilyawan dari jarak jauh dan memberi para komandan perbandingan di medan tempur yang sebenarnya.

Gates mengatakan dalam dengar pendapat Senat pekan lalu, kepentingan AS untuk berusaha membantu sekutu dekatnya memperoleh teknologi pesawat mata-mata, meskipun ada pembatasan ekspor yang diterapkan oleh perjanjian internasional yang dikenal sebagai Rezim Pengawasan Telnologi Rudal (MTCR).

MTCR adalah perjanjian di antara sedikitnya 14 negara yang ditujukan untuk mengekang meluasnya sistem pesawat tak berawak yang dapat digunakan untuk senjata penghancur massal.(Ars)


Sbr : Kompas

RI - Slovakia adakan kerja sama pasokan Radar dan Panser

KOMPAS.com - Indonesia dan Slovakia di kemudian hari akan makin saling menorehkan dalam-dalam hubungan saling menguntungkan. Hal itu tercatat pula dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Slovakia Miroslav Lajcak ke Jakarta sejak Senin (29/3/2010) hingga Selasa (30/3/2010) ke Jakarta. "Ada kesepakatan-kesepakatan yang sudah ditandatangani kedua negara," demikian Duta Besar Republik Indonesia untuk Slovakia Harsha E Joesoef menjelaskan kepada media terkait acara tersebut.

Dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, kata Harsha, Menlu Lajcak meneken perjanjian di bidang SECSY yakni scientific, education, cultural, sport and youth. "Satu lagi adalah persetujuan bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas kedua negara," kata dubes kelahiran 30 Januari 1959 ini.

Lebih lanjut, Harsha memerinci, di bidang teknologi pertanian, kedua negara tengah bekerja sama untuk upaya penanaman gandum di wilayah tropis. "Penelitian dan percobaannya dikerjakan di Universitas Andalas, Padang," terang Harsha.

Kemudian, di bidang pertahanan, kedua negara menjajaki kemungkinan pasokan radar untuk kendaraan tempur jenis panser Indonesia. "Pindad (Perindustrian Angkatan Darat) kan sudah bia membuat pansernya. Nanti Slovakia akan membuat software radarnya," ujar Harsha.

Berikutnya, Indonesia dan Slovakia tengah membicarakan investasi pembangkit listrik tenaga air. Menurut rencana, lokasinya akan berada di Sumatera. "Untuk investasi lainnya, Slovakia juga berminat menanamkan modalnya untuk pabrik semen di Indonesia," tutur Harsha sembari menambahkan pasar minyak kelapa sawit (CPO) asal Tanah Air untuk Slovakia dan Eropa juga menjadi pokok pembicaraan.

Sekadar catatan, volume perdagangan Indonesia dan Slovakia hingga akhir 2009 ada di angka 73,3 ribu dollar AS dengan surplus di Indonesia. Komposisinya, ekspor Indonesia 64,324 ribu dollar AS. Sedangkan, impor Indonesia sebesar 9,064 ribu dollar AS.

Angka volume tersebut naik 16 persen jka dibandingkan dengan periode 2008. Produk domestik bruto per kapita di Slovakia sampai dengan akhir tahun lalu sebesar 21,374 ribu dollar AS.

Selain dengan Menlu Marty Natalegawa, Menlu Kroasia Miroslav Lajcak akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.(Ars)


Sbr : Kompas

Kapal AL Korsel diduga terkena ranjau laut Korut

BAENGYONG, KOMPAS.com - Para penyelam Senin (29/3/2010) berhasil mencapai bagian dari sebuah kapal perang Korea Selatan yang terbelah dua.

"Ada satu ledakan yang misterius. Tapi sejauh ini tidak terdengar adanya ada suara-suara dari dalam lambung kapal itu," kata militer.

Empat puluh enam pelaut hilang setelah korvet Cheonan yang berbobot mati 1.200 ton tenggelam di Laut Kuning Jumat malam dekat perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara (Korut)dalam salah satu musibah-musibah laut terburuk negara itu.

Para penyelam berusaha mengetahui nasib mereka dan mengumpulkan petunjuk-petunjuk tentang penyebab ledakan itu. Para pejabat Seoul mengatakan sejauh ini tidak ada bukti Pyongyang terlibat.

Kementerian Pertahanan mengemukakan kepada komite pertahanan parlemen bahwa para penyelam angkatan laut mencapai bagian haluan dan memukul lambung kapal itu dengan palu.

Tidak ada tanggapan dari dalam lambung kapal itu, tetapi Menteri Pertahanan Kim Tae-Young mengatakan itu menunjukkan tidak ada yang selamat.

Senin petang para penyelam berhasil mencapai buritan, tempat para prajurit yang hilang diperkirakan berada, namun belum ada informasi tentang temukan mereka.

Kapal itu tenggelam di lepas pantai pulau Baengyeong dekat perbatasan yang disengketakan, lokasi bentrokan angkatan laut yang menelan korban jiwa tahun 1999 dan 2002 dan baku tembak November tahun lalu.

Bagian depan ditemukan akhir pekan lalu. Tetapi para penyelam tidak dapat mencapainya karena arus yang kuat, jarak penglihatan yang dekat dan gelombang tinggi, membuat marah para keluarga pelaut yang hilang yang menuntut usaha penyelamatan lebih cepat.

"Arus yang kencang dan jarak penglihatan yang dekat adalah hambatan terbesar," kata Lee Ki Shik, juru bicara Kepala Staf gabungan dalam keterangan pers.

"Kami berencana melakukan usaha pertolongan dengan keyakinan mungkin masih ada yang hidup baik di buritan maupun di haluan," kata Lee dan menambahkan kamera-kamera bawah laut akan segera diturunkan.

Presiden Lee Myung Bak melakukan empat pertemuan keamanan mendesak sejak kapal itu tenggelam, tetapi tidak segera memberikan kesimpulan tentang penyebab ledakan itu.

Sejumlah 58 awak diselamatkan segera setelah kapal itu tenggelam dalam air hampir membeku. Tidak ada yang diselamatkan sejak itu walaupun dilakukan pencarian melalui pesawat dan kapal.

Sejumlah 14 kapal angkatan laut dan enam kapal penjaga pantai didukung pesawat terlibat dalam operssi Senin, plus kapal penyelamat AS berbobot mati 3.200 ton dengan 15 penyelam.

Juru bicara kementerian pertahanan Won Tae-Jae mengatakan, sebuah ranjau mungkin menjadi penyebab bencana itu, walaupun Menteri Pertahanan Kim mengemukakan kepada para anggota parlemen Korsel tidak menempatkan ranjau di Laut Kuning dalam masa damai.

Para pejabat militer AS dan Korsel mengatakan tidak ada gerakan yang tidak biasa Korea Utara terdeteksi. Korut mengatakan pihaknya tidak terlibat dalam musibah itu.

Surat-surat kabar menyerukan masyarakat tenang sampai penyebab musibah itu diketahui.

"Semuanya dapat menyebabkan ledakan itu, tetapi kita jangan segera memberikan kesimpulan tanpa ada satu bukti kuat," kata surat kabar Chosun Ilbo.

Surat kabar Dong-A Ilbo menyerukan rakyat sabar sampai fata-fakta akhir terungkap tetapi menambahkan: "Jika Korut berada di belakang ini, kita perlu menanggapinya dengan keras dan kuat."

Korut memperingatkan Korsel dan AS segera menjauh dari perbatasan

Korea Utara memperingatkan, akan timbul bencana yang tak dapat diramalkan, kecuali Korsel dan AS melarang kunjungan di daerah penyangga perbatasan yang merupakan tempat paling banyak dikunjungi di semenanjung itu.

Peringatan yang dikeluarkan Senin (29/3/2010) itu datang saat ketegangan meningkat setelah sebuah kapal angkatan laut Korea Selatan (Korsel) tenggelam, Jumat.

Laporan-laporan awal menyatakan Korut mungkin terlibat menyebabkan pasar gelisah tetapi Seoul kemudian mengatakan hampir pasti Pyongyang tidak terlibat dalam musibah itu.

Seorang pejabat kementerian Pertahanan Korsel mengatakan para penyelam sedang mencari para pelaut yang selamat tetapi terhambat akibat air yang ganas di lokasi dekat perbatasan laut yang disengketakan dengan Korut.

"Para penyelam mengetuk buritan kapal yang terbalik tempat sebagian besar prajurit yang hilang diduga terperangkap tetapi tidak tidak ada jawaban," kata Brigjen Lee Ki-sik dalam satu penjelasan.

Tiga puluh dari 46 pelaut yang hilang adalah bintara. Sisanya 16 orang pelaut wajib militer.

Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-Young mengemukakan kepada parlemen tidak ada yang dikesampingkan menyangkut kemungkinan penyebab itu, termasuk kapal itu mungkin menghantam salah satu dari ranjau-ranjau laut Korut yang belum ditemukan setelah Perang Korea 1950-1953.

Tetapi atas tekanan kuat untuk menjelaskan tentang kemungkinan penyebab kecelakaan itu, para pejabat Korsel tidak menuduh langsung kepada Korut.

Korut tedak menyebut tentang insiden kapal tenggelam itu tetapi media resminya mengeluarkan satu peringatan tentang perbatasan darat.

"Jika pihak berwenang AS dan Korsel tetap melakukan tindakan-tindakan yang salah mereka untuk menyalah gunakan daerah perbatasan bagi konfrontasi antar Korea walaupun peringatan-peringatan kami, ini akan menimbulkan insiden-insiden yang tidak dapat diramalkan termasuk hilangnya nyawa-nyawa manusia," kata kantor berita resmi KCNA mengutip pernyataan juru bicara militer.

Zona Demiliterisasi (DMZ) adalah penyangga selebar empat kilometer di sepanjang perbatasan yang ditetapkan berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea, yang melibatkan pasukan PBB pimpinan AS membantu tentara Korsel melawan pasukan Korut yang dibantu pasukan China.

Seorang juru bicara militer yang tidak diidentifikasi dari Tentara Rakyat Korea mengatakan Korsel terlibat dalam tindakan-tindakan yang disengaja untuk menjadikan DMZ ajang konfrontasi dengan Korut dan lokasi perang urat syaraf dengan mengizinkan kunjungan di dalam zona perbatasan itu.

Korut dalam peringatan itu menyerukan Korsel menghentikan semua kunjugan utuk para wartawan ke daerah-daerah zona penyangga yang membentang melintas semenanjung itu.

"Hampir setengah juta orang setahun mengunjungi desa gencatan senjata Panmunjom di dalam zona itu serta lokasi-lokasi lain yang menunjukkan aspek-aspek perbatasan terakhir Perang Dingin,lebih dari 170.000 orang dari mereka berasal dari luar negeri," kata seorang pejabat di kota Paju yang berbatasan dengan Korut.

Korut juga membawa para pengunjung ke daerahnya dari perbatasan itu. Kota Paju dan Organisasi-Organisasi Pelayanan Terpadu (USO) yang tergabung dengan militer AS di Korsel, mengatakan mereka belum ada rencana membatalkan kunjungan-kunjungan.(Ars)


Sbr : Kompas

Taliban klaim tembak jatuh helikopter NATO

KABUL, KOMPAS.com - Gerilyawan Taliban mengklaim bertanggungjawab atas penembakan satu pesawat NATO hingga jatuh di provinsi Zabul, Afghanistan selatan, pada Senin (29/3/2010) pagi waktu setempat.

Juru bicara Taliban, Qari Yusuf Ahmadi, yang berbicara lewat telepon kepada wartawan mengatakan gerilyawan telah menembak satu helikopter pasukan NATO hingga jatuh di distrik Adghar, provinsi Zabul.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasioal (ISAF) pimpinan NATO dalam jumpa pers mengkonfirmasi, "Satu unit helikopter ISAF jatuh hari ini di provinsi Zabul, Afghanistan selatan."

Pernyataan pers itu juga mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, dan semua personel di dalam heli tersebut telah dievakuasi ke fasilitas pengobatan medis ISAF di dekat tempat kejadian.

Disebutkan, ISAF juga mengesampingkan keterlibatan musuh atas jatuhnya helikopter itu. "Tidak ada indikasi bahwa helikopter tempur tersebut jatuh akibat tembakan musuh," ujarnya.

Kendati demikian, Deputi Kepala Kepolisian Provinsi Zabul, Jilani Khan Farahi, mengatakan heli itu jatuh di distrik Adghar pada Senin pagi akibat masalah teknis, namun tidak ada korban jiwa.

Ini merupakan helikopter NATO ketiga jatuh di Afghanistan dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, dua heli jatuh di provinsi Wardak dan Kunduz yang bergolak.

"Pekan lalu, satu helikopter NATO juga jatuh di provinsi Wardak, sekitar 40 kilometer sebelah barat ibukota Afghanistan, Kabul," kata jurubicara pemerintah Provinsi Wardak, Shahidullah Shahid.

"Kecelakaan itu menewaskan satu orang yang ada di dalam heli dan melukai tiga orang lainnya," kata Shahid.

"Pada Selasa pagi pekan lalu satu helikopter pasukan NATO menghantam sebuah gunung dan jatuh di luar ibukota provinsi Wardak, Maidan Shahr, menewaskan satu orang dan mencederai tiga orang lainnya," kata Rashid.

Reruntuhan helikopter nahas itu masih berserakan di kawasan Bagh-e-Zanana, tempat jatuhnya helikopter itu.

Ia juga mengatakan bahwa helikopter itu kemungkinan milik pasukan Turki karena di kawasan itu pasukan Turki ditempatkan untuk membangun kembali provinsi tersebut.

Lebih dari 1.000 tentara Turki bertugas di Afghanistan dalam kerangka pasukan ISAF pimpinan NATO untuk membantu pemulihan keamanan di negara itu pasca rezim Taliban.(Ars)



Sbr : Kompas

Blogger news