This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 24 April 2010

Peyebaran UAV Iran mengkhawatirkan Pihak AS

Teheran (ANTARA News) - Garda Revolusi Iran Sabtu mengatakan bahwa pada Maret tahun depan pihaknya akan menyebar pesawat tak berawak buatan dalam negeri, yang mampu melakukan serangan udara.

"Pesawat tanpa awak super canggih itu dibuat oleh Garda Revolusi, dan akan dioperasikan pada pertengahan tahun kedua, tahun ini," kata Komandan Garda, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, yang merujuk bahwa akhir tahun Iran akan jatuh pada 20 Maret 2011.

AFP melaporkan bahwa Ali Hajizadeh tidak memberikan penjelasan secara detil mengenai pesawat tak berawak itu.

Teknologi pesawat tak berawak Iran telah menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, baru-baru ini memperingatkan mereka akan `mempersulit` bagi kehadiran militer di Afghanistan.

Pada Februari lalu, Iran membuka dua jalur produksi untuk pembuatan pesawat tak berawak itu.

Teheran mengatakan, bahwa pesawat tak berawak tersebut akan berkemampuan melakukan serangan dengan ketepatan yang tinggi. (H-AK/M043/Ars)


Sbr : Antara

TNI perlu merahasiakan informasi yang terkait pertahanan

Jakarta -- Ketua Komisi Informasi Pusat Ahmad Alamsyah Saragih mengatakan informasi mengenai anggaran lembaga negara termasuk TNI merupakan informasi yang berhak diakses oleh publik. Jika ada yang menganggap bahwa informasi anggaran TNI harus dirahasiakan karena dianalisa untuk mengetahui kekuatan militer Indonesia dinilai berlebihan.

Hal itu diungkapkan oleh Alamsyah kepada Media Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/4).

"Memang ada pengecualian terkait informasi yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan negara yang ada di TNI. Namun, kalau anggaran sampai dirahasiakan, saya rasa tidak perlu itu," ungkap Alamsyah.

Dikatakannya, informasi mengenai anggaran TNI merupakan informasi yang harus bisa diakses publik. Bahkan, lanjut Alamsyah, anggaran pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga merupakan informasi publik, yang tidak bisa diakses yakni spesifikasi dari alutsista tersebut.

Ia mengatakan, Komite Informasi Pusat (KIP) sudah melansir panduan perumusan peraturan teknis untuk menyusun informasi mana saja yang bisa diakses oleh public.

"Pada 19 april sudah kami launching. Nanti itu akan menjadi panduan teknis bagi setiap badan public untuk menyusun kategori informasi publik," ujar Alamsyah.

Ia juga mengatakan bahwa harus ada peraturan pemerintah yang mengatur hal ini. Namun, lanjut Alamsyah, hingga saat ini Kementerian Komunikasi dan Informasi belum mengeluarkan PP tersebut.

Sedangkan Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan adanya ketidakseriusan pemerintah untuk menerapkan UU KIP ini dengan tidak disipkannya regulasi teknis untuk menindaklanjutinya. Ia juga melihat, badan public seperti TNI tidak bisa semena-mena merahasiakan informasi meskipun dilindungi oleh pasal 17 butir c.

Ia menjelaskan, meskipun adanya aturan informasi yang dikecualikan, namun harus diuji resiko dan kepentingan publiknya.

"Kalau akses publik dibatasi kepada anggaran TNI, tentu itu sangat tidak bisa dibenarkan. Justru anggaran merupakan prioritas informasi yang harus dibuka," ujar Agus.

Dalam UU 14/2008 Pasal 17 butir c disebutkan ada tujuh kategori informasi yang dikecualikan berhubungan dengan pertahanan dan keamanan Negara. Pertaman, Informasi tentang strategi, intelijen, operasi, taktik dan teknik yang berkaitan dengan penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan negara, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran atau evaluasi dalam kaitan dengan ancaman dari dalam dan luar negeri.

Kedua, dokumen yang memuat tentang strategi, intelijen, operasi, teknik dan taktik yang berkaitan dengan penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan negara yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran atau evaluasi.

Ketiga, jumlah, komposisi, disposisi, atau dislokasi kekuatan dan kemampuan dalam penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan negara serta rencana pengembangannya.

Keempat, gambar dan data tentang situasi dan keadaan pangkalan dan/atau instalasi militer.

Kelima, data perkiraan kemampuan militer dan pertahanan negara lain terbatas pada segala tindakan dan/atau indikasi negara tersebut yang dapat membahayakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan/atau data terkait kerjasama militer dengan negara lain yang disepakati dalam perjanjian tersebut sebagai rahasia atau sangat rahasia.

Keenam yakni sistem persandian Negara, dan ketujuh sistem intelijen negara.

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Sagom Tamboen mengungkapkan masih belum ada perumusan mengenai informasi apa saja yang tidak bisa dikeluarkan ke publik yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan Negara. Dan selama belum ada penjabaran batasan informasi yang bisa dibuka ke publik, Sagom melanjutkan, TNI berhak menuntut pihak yang membuka informasi seputar ketahanan negara, seperti media massa.

Ia mencontohkan informasi mengenai anggaran detail Kementerian Pertahanan dan TNI, termasuk salah satu yang tidak bisa diterbitkan ke publik.

Dikatakannya, jika data anggaran TNI secara detil bisa diketahui pihak luar, maka akan dianalisa sehingga bisa diketahui jumlah personil dan senjata, serta spesifikasi alat utama sistem persenjataan. "Untuk per 1 Mei, ya saya bisa tuntut jika ada yang mengeluarkannya. Itu sesuai aturan undang-undang," ungkap Sagom.

Menurut Sagom, kerahasian informasi pertahanan tercantum dalam Pasal 17 ayat a butir b UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sagom melanjutkan, kerahasiaan informasi pertahanan sudah dilindungi. Pasal itu mengecualikan keterbukaan informasi yang dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara. Dengan adanya pasal tersebut, Sagom mengaku TNI tidak khawatir denan tuntutan keterbukaan informasi publik.

"Karena pasal itu sudah mengunci informasi ketahanan dan kalimat Pasal 17 sudah final untuk kami," ujar dia.

Namun TNI tetap membuka kesempatan bagi masyarakat, legislatif, atau pemerintah untuk bahas penjabaran informasi apa saja yang bisa dibuka untuk publik. Dan selama belum ada penjabaran batasan informasi yang bisa dibuka ke publik, Sagom melanjutkan, TNI berhak menuntut pihak yang membuka informasi seputar ketahanan negara, seperti media massa.(Ars)


Sbr : MediaIndonesia

TNI - Polri Gelar Pasukan antisipasi HUT RMS

TNI - Polri menyiagakan sejumlah pasukannya guna mengantisipasi gangguan keamanan pada saat HUT RMS di Maluku 25 April esok. Gelar pasukan ini di pusatkan di Lapangan Merdeka Ambon dan di pimpin oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Hatta Sy.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu juga terlihat menghadiri gelar pasukan tersebut beserta Kapolda Maluku Brigjen. Pol. Drs. Totoy Herawan Indra. Apel gelar pasukan di ikuti oleh seluruh prajurit TNI AD jajaran Kodam Pattimura, Polda Maluku dan Seluruh personel TNI AD yang di BKO-kan di Wilayah Maluku.

TNI - Polri mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang akan dilakukan oleh RMS dengan menempatkan personelnya di sejumlah titik-titik rawan yang di tengarai sebagai tempat aktivitas RMS di Maluku.

Untuk sementara ini Pangdam XVI/Pattimura belum mendapatkan informasi tentang adanya gangguan keamanan menjelang HUT RMS tersebut.(Ars)


Sbr : MetroTV

Danrindam Pimpin Paparan Renopsdik Diklatsarmil CPNS/PNS AD Gol II Prog TA. 2010 di Mako Rindam V/Brawijaya

Malang, Danrindam V/Brawijaya Kolonel Inf Suparno hari ini memimpin Paparan Rencana Operasional Diklarsarmil bagi CPNS/PNS Golongan II Angkatan Darat Program TA. 2010 di ruang data Mako Rindam V/Brawijaya yang juga di hadiri oleh para Kabag dan Kadep terkait(24/4).

Hal ini dilakukan guna keberhasilan dan kelancaran rangkaian operasional Diklatsarmil yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 April pekan depan di Dodik Belanegara Rindam V/Brawijaya dengan jumlah peserta 25 orang.

Danrindam V/Brawijaya selaku pimpinan rapat menegaskan kepada seluruh Kabag dan Kadep agar dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan normatif dan ketentuan yang berlaku mengingat peserta didiknya akan di gunakan oleh organisasi TNI AD di satuan wilayah Kodam V/Brawijaya.

Diklatsarmil ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan PNS AD yang bermental tangguh, memiliki kesemaptaan jasmani yang baik, berdisiplin tinggi dan mampu melaksanakan tugas dengan baik. Sehingga seusai pendidikan nantinya diharapkan para PNS AD memiliki sikap dan prilaku sebagai PNS yang mempunyai rasa pengabdian yang tinggi kepada masyarakat, bangsa dan negara.(Ars)


Sbr : Rindam V/Brw

Jumat, 23 April 2010

Simulasi Latihan Tempur di Medan Perkotaan

TANJUNG SELOR (23/4), Gerombolan musuh yang menduduki sebuah gedung di Kota Tanjung Selor berhasil dilumpuhkan oleh satuan TNI Angkatan Darat (AD) dari Brigadir Infanteri (Brigif) 24/Bulungan Cakti. Proses penyerangan hingga berhasil melumpuhkan musuh hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30-an menit. Adegan ini merupakan bagian skenario dalam simulasi latihan tempur di medan perkotaan yang digelar oleh jajaran TNI AD dari Brigif 24/Bulungan Cakti, kemarin (22/4). Simulasi penyerangan musuh ini, menggunakan beberapa lokasi. Dimulai dari lapangan Agatish, Markas Kodim 0903/Tsr dan puncaknya di gedung SMAN 1 Tanjung Selor.

Suara letusan senjata api beberapa kali terdengar. Kegiatan latihan ini cukup mengundang perhatian warga yang sedang melintas di Jl Kolonel Soetadji, serta siswa sekolah yang berada di sekitar lokasi latihan. Beberapa prajurit dengan serius nampak merangkak di parit. Sementara sejumlah orang yang memperagakan sebagai musuh, terlihat memberikan perlawanan.

Komandan Brigif 24/Bulungan Cakti Letkol Inf Joppye Ones W mengungkapkan, latihan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan serupa yang dilaksanakan oleh Mabes TNI di Bandung beberapa waktu lalu. “Untuk wilayah Kodam VI/Tanjung pura, latihan dibagi dua. Untuk wilayah selatan dipusatkan di Samarinda dan wilayah utara dipusatkan di Tanjung Selor, Bulungan,” kata Joppye.

Untuk latihan di Tanjung Selor, lanjutnya, diikuti oleh perwakilan dari beberapa satuan. Di antaranya dari Kodim 0903/Tsr, Kodim Tanjung Redeb (Berau), Kodim Malinau, Nunukan dan Tarakan. Selain itu juga diikuti anggota TNI AD dari satuan di bawah komando Brigif 24/Bulungan Cakti, yaitu Yonif 613/Rja Alam dan Yonif 614/Raja Pandita, serta dari Batalyon Armed Berau.

Latihan, kata Joppye, dilaksanakan selama 10 hari. Selain teori, para prajurit juga langsung melakukan praktik simulasi penyerangan musuh di wilayah perkotaan. “Latihan kali ini beda. Jika sebelumnya kita sering melakukan latihan penyerahan di medan hutan, kali ini di perkotaan,” ungkapnya. Sebelum latihan puncak penyerangan yang dilangsungkan kemarin, sebelumnya sudah dilakukan latihan perencanaan atau penyusunan strategi. Dikatakan, latihan tempur di medan perkotaan tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding tempur di hutan. Hal ini dikarenakan, selain berhadapan dengan musuh, prajurit yang melakukan tempur di perkotaan juga dituntut untuk bisa melindungi masyarakat sipil.

“Kalau perang di perkotaan atau di daerah pemukiman, fokus kita tidak hanya ke musuh. Tapi bagaimana strategi juga untuk bisa melindungi warga sipil,” terang dia, seraya menambahkan sebanyak 77 personel dilibatkan dalam latihan tersebut. Mereka terdiri dari pasi ops, bintara ops, danramil serta babinsa. Sedang instruktur yang melatih terdiri dari Dan Brigif langsung, Danyon dan beberapa perwira staf operasi. Ikut hadir menyaksikan latihan kemarin, di antaranya Bupati Bulungan Drs H Budiman Arifin MSi, Komandan Kodim 0903/Tsr Letkol Inf Agus Firman Yusmono, Danyon, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bulungan.(Ars)


Sbr : RadarTarakan

Guspulatbar gagalkan pembajakan KIA berbendera Taiwan

Unsur Operasi Arung Pari-10 KRI Ahmad Yani (AMY-352) dibawah kendali Komandan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlabar) Laksamana Pertama TNI Didit Hardiawan MPA, MBA berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Taiwan yang dibajak di Perairan Enggano.

Kapal Ikan Asing berbendera Taiwan yang dibajak oleh anak buah kapal tersebut ditanggkap KRI AMY-352 yang sedang melaksanakan patroli dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut di perairan Enggano. Saat di lakukan penghentian dan pemeriksaan pada Rabu malam pukul 22.47 di sebelah Selatan Enggano pada posisi 06 04,3 S – 103 23,1 T diketahui Kapal yang bernama Chen Fu Siang berbendera Taiwan dengan data-data panjang 17,25 m lebar 4,25 m GT 62,79 Ton dengan 8 ABK yang semuanya warga negara Indonesia tidak memilliki Nahkoda.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan KRI AMY-352 diketahui kapal tersebut telah dibajak oleh para ABK. Nahkoda yang bernama Chen yin Chung berkebangsaan Taiwan telah disandera dan kemudian dibuang kelaut.Selanjutnya untuk proses hukum lebih lanjut Kapal Ikan Asing tersebut di kawal KRI AMY-352 menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten yang dikomandani Kolonel Laut (P) S. Irawan.

Dijelaskan Danguspurlabar bahwa Operasi Arung Pari-10 adalah operasi yang dilaksanakan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat, setiap tahunnya selama 180 hari. Operasi ini melibatkan unsur-unsur KRI dan Pesud untuk mengamankan wilayah Yurisdiksi Nasional Khususnya Wilayah Barat dalam rangka menegakan kedaulatan dan hukum di laut serta memberikan efek deterrence (penangkalan) kegiatan illegal di wilayah NKRI. (Dispenarmabar/Ars)


Sbr : Dispenarmabar

KOHANUDNAS dan KOGASUD Siap mempertahankan NKRI

Penseskoau, (23/4) 2010 Dinamika yang berkembang di lapangan bergerak dengan sangat cepat, satu demi satu setiap tahap pertempuran dirancang dan di laksanakan dengan cermat, mulai dari rencana operasi hingga menjadi perintah operasi semua harus diperhitungkan dengan matang. Demikianlah yang terjadi pada sesi paparan rencana operasi latihan Olah Yudha Matra 1 yang dilaksanakan oleh Pasis Seskoau angkatan 47 di Ruang Yudha Gedung leo Wattimena Seskoau Lembang Bandung Barat.

Di skenariokan dunia sedang mengalami krisis Bahan Bakar sehingga Sonora sebagai negara agresor berupaya mencari serta memanfaatkan sumber energi yang ada di belahan bumi lain, dalam pencarian tersebut negara Sonora menemukan sumber daya di daerah Nusa Tenggara Timur, yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI , Khususnya TNI AU sebagai garda depan pengawal dirgantara Indonesia tentulah tidak tinggal diam , maka disusunlah perpaduan antara Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dan Komando Tugas Udara (Kogasud) untuk melaksanakan operasi udara di wilayah mandala operasi Nusa Tenggara Timur untuk menghancurkan kekuatan musuh dalam rangka mendukung komando gabungan dan menegakkan kedaulatan NKRI.

Operasi yang melibatkan puluhan pesawat tempur, angkut maupun heli ini juga di dukung oleh satuan-satuan lainnya seperti paskhas, intelijen, logistik serta satuan radar sebagai mata dan telinga perang elektronika. Semua elemen saling terkait hingga segenap kemampuan yang ada di Kohanudnas maupun Kogasud di kerahkan untuk tetap menegakkan kedaulatan ibu pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam susunan latihan kali ini Komandan Seskoau Marsma TNI Ign Basuki bertindak sebagai Penasihat Latihan, Kolonel Pnb Jemi Trisonjaya bertindak sebagai Direktur Geladi, Pangkohanudnas A Pasis Mayor Pnb Didik, Pangkohanudnas B, Pasis Mayor Pnb Atang Sudrajat, Pangkogasud A Pasis Mayor Pnb Andri Gandhy dan , Pangkogasud B, Pasis Wing Cdr N.Welde dari India serta segenap Pasis Seskoau Angkatan 47 ikut berperan sebagai perwira staf Kohanudnas maupun Kogasud. Latihan Olah Yudha Matra Tahap 1 ini berlangsung mulai hari senin (19/4) hingga ditutup pada hari ini jumat (23/4) oleh Komandan Seskoau Marsekal Pertama TNI Ign Basuki.(Ars)


Sbr : Penseskoau

Sertijab Danrindam V/Brawijaya dipimpin Pangdam Mayor Jenderal TNI Soewarno, S.IP, M.Sc

Malang, Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Soewarno, S.IP, M.Sc kemarin telah memimpin serah terima jabatan Danrindam V/Brawijaya yang dijabat oleh Kolonel Inf Syukran Hambali untuk kemudian digantikan oleh Kolonel Inf Suparno sebagai Danrindam baru di Lapangan Benteng Dodikjur Rindam V/Brawijaya(22/4).

Upacara tersebut selain di ikuti oleh personil Rindam V/Brawijaya juga di ikuti oleh personil Yonif 512 Marabunta sebagai peserta upacara.

Pangdam V/Brawijaya selaku inspektur upacara menekankan bahwa pergantian jabatan ini adalah selain untuk pembinaan satuan juga sebagai tuntutan organisasi di jajaran TNI AD.

Rindam V/Brawijaya sebagai badan pelaksana Kodam V/Brawijaya dalam bidang pendidikan dan latihan, memiliki peran penting untuk menciptakan, memantapkan dan meningkatkan kualitas sumber daya prajurit. Oleh karena itu, Rindam V/Brawijaya harus selalu bekerja keras dan menyadari betapa pentingnya sumber daya prajurit terlebih lagi menghadapi tantangan tugas ke depan yang tidak semakin ringan. Meningkatkan profesionalisme keprajuritan adalah salah satu komponen yang harus dimantapkan di lembaga pendidikan dan latihan seperti halnya Rindam V/Brawijaya ini.

Rindam V/Brawijaya sebagai lembaga chandradimuka bagi prajurit harus mampu membuktikan kemampuannya dalam mendidik dan melatih agar menjadi prajurit-prajurit yang tangguh dan profesional dalam setiap melaksanakan tugas. Lembaga pendidikan merupakan ujung tombak dalam pembinaan profesionalisme prajurit yang kelak akan berpengaruh besar bagi tegak, kokoh dan kuatnya TNI AD. Untuk itu bagi prajurit yang dipercaya sebagai tenaga pendidik harus merasa terhormat dan bangga karena dapat mengabdikan diri di lembaga pendidikan ini. Keberhasilan dan kegagalan dari suatu lembaga pendidikan dan latihan, baru akan terlihat setelah prajurit dari hasil didik dari lembaga tersebut berkiprah di satuan-satuan TNI AD.

Seusai upacara kemudian acara dilanjutkan dengan tradisi perpisahan di aula Dodikjur Rindam V/Brawijaya. Acara tradisi berlangsung dengan khidmat dan penuh haru di ikuti ratusan prajurit Rindam V/Brawijaya yang berjajar dari pintu aula hingga gerbang Mako untuk kemudian mengucapkan salam perpisahan kepada Kolonel Inf Syukran Hambali. (Ars)


Sbr : Rindam V/Brw, Pendam V

HASIL INSPEKSI UNIFIL : Ranpur "Anoa" hasil ciptaan Pindad siap operasional

PUSPEN TNI (23/4),- Setelah melalui tahapan pemeriksaan kedatangan (Arrival Inspection) yang dilakukan oleh Tim COE (Contingent Owned Equipment) UNIFIL terhadap 13 unit kendaraan tempur “Anoa” produksi PT. PINDAD Indonesia beberapa waktu lalu, maka didapatkan sebuah hasil positif yang menyatakan bahwa seluruh kendaraan tempur tersebut siap operasional di jajaran UNIFIL. Kegiatan pemeriksaan yang dilaksanakan di Markas Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) UN POSN 7-1 Adshit Al Qusayr tersebut, dilaksanakan setelah seluruh materiil diterima secara lengkap oleh Indobatt.


Kesiapan operasional tersebut diraih setelah seluruh kendaraan tempur “Anoa” beserta senjata dan alat perlengkapan yang telah diterima oleh Indobatt telah memenuhi syarat operasional untuk melaksanakan tugas operasi pemeliharaan perdamaian. Dalam rangka mengetahui kesiapan operasional tersebut, maka tim pemeriksa COE melaksanakan pemeriksaan secara fisik dan detail terhadap setiap kendaraan tempur dan materiil pendukungnya. Sebagai contoh, pemeriksaan secara detail dilakukan untuk mengetahui apakah lampu kendaraan berfungsi dengan baik.


Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dalam pelaksanaan tugas ke depan, setiap kendaraan tempur “Anoa” yang dioperasionalkan oleh Indobatt tidak akan menemukan kendala dan hambatan yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas pokok.

Dengan hasil positif yang telah diraih ini, maka setiap kendaraan tempur “Anoa” secara resmi akan diberikan plat nomor UNIFIL oleh pihak UNIFIL Transportation Section. Hal ini menandakan secara simbolis bahwa kendaraan “Anoa” telah diterima secara resmi sebagai alut sista yang dioperasionalkan oleh UNIFIL, dalam hal ini secara langsung oleh Indobatt.

Setelah melalui tahap pemeriksaan kedatangan tersebut, maka ke-13 kendaraan tempur “Anoa” tersebut siap digunakan untuk operasional awal berupa kegiatan induction training (latihan pengenalan daerah operasi) oleh ke-18 orang personel Indobatt yang baru datang, meliputi 5 orang teknisi dan 13 orang pengemudi kendaraan tempur. Tahap latihan pengenalan ini bersifat wajib untuk dilakukan bagi setiap personel yang baru datang dan bergabung dengan UNIFIL. Rangkaian kegiatan latihan tersebut mencakup pembekalan teori operasional peacekeeping mission serta kegiatan praktek lapangan.

Terkait dengan keberadaan pengemudi kendaraan tempur yang baru datang, maka praktek lapangan diwujudkan dengan mengemudikan kendaraan tempur yang melalui rute patroli kendaraan sebagaimana ditentukan oleh Komando Atas. Tujuan yang diharapkan dapat tercapai dari kegiatan ini adalah pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab setiap personel dalam melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan.(Ars)


Sbr : Puspen TNI

Rabu, 21 April 2010

Prajurit Wanita Tidak Boleh Abaikan Kodrat

SURABAYA--MI: Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Suwarno mengingatkan, prajurit TNI wanita tidak boleh mengabaikan kodratnya sebagai perempuan. "Mengingat wanita TNI harus mampu menunjukan profesionalisme dalam bidang karier sebagai prajurit, maka mereka tidak boleh meninggalkan kodratnya sebagai seorang wanita atau ibu rumah tangga," katanya, Rabu (21/4).

Hal itu dikatakannya dalam upacara peringatan Hari Kartini di Lapangan Moeljadi, Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal), Surabaya. Ia juga meminta para prajurit wanita itu untuk memegang teguh semangat R.A. Kartini dengan meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kesetiaan kepada bangsa dan negara serta menguasai ilmu dan teknologi guna mendukung tugas TNI.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Kartini di lingkungan TNI Wilayah III Surabaya Letkol Laut (K/W) Widiawati menambahkan, peringatan itu jangan hanya dimaknai dengan menggelar upacara, karnaval, bernyanyi, dan menari. "Lebih dari itu, ada nilai-nilai yang bisa diambil dan dikembangkan apa yang sudah dirintis oleh RA Kartini," katanya.

Selain upacara, peringatan Hari Kartini di lingkungan TNI itu juga diwarnai dengan kolone senapan, Tari Saman, dan hipnoterapi oleh motivator David Kosasih. Peringatan Hari Kartini juga diisi dengan kegiatan donor darah yang diikuti sekitar 100 prajurit TNI berpangkat bintara dan perwira.

Upacara Hari Kartini di Lapangan Moeljadi juga dihadiri Dankobangdikal Laksda TNI Sumartono, Pangarmatim Laksda TNI Among Margono, Kapolda Jatim Irjen Pol. Pratiknyo, Gubernur AAL Laksma Bambang Suwarto, dan sejumlah petinggi TNI lainnya. (Ant/OL-06/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

TNI Tender Ulang Pengadaan Dua Kapal Selam

JAKARTA--MI: TNI Angkatan Laut melakukan tender ulang terhadap pengadaan dua kapal selam baru, yang semula akan diadakan pada 2010-2011.

Ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/4), Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, karena rencana pengadaan sebelumnya belum disetujui maka pihaknya melakukan tender ulang terhadap pengadaan dua kapal selam tersebut.

"Ya sudah dimulai, dan pesertanya bisa dari pemain-pemain lama atau baru. Kami tidak tahu, yang jelas kami lakukan tender ulang karena kapal selam ini memang sangat kami butuhkan," katanya, usai menghadiri Forum Strategi TNI Angkatan Laut 2010.

Pengadaan dua unit kapal selam itu dibiayai fasilitas Kredit Ekspor (KE) senilai 700 juta dolar Amerika Serikat, yang diperoleh dari fasilitas pinjaman luar negeri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2004-2009.

"Kami sudah tentukan spesifikasi teknisnya, serta kemampuan dan efek penggentar yang lebih dari yang dimiliki negara tetangga," kata Kasal. Pada tender pertama, dari empat negara produsen kapal selam yang mengajukan tawaran produk mereka, seperti Jerman, Perancis, Korea Selatan, dan Rusia, TNI Angkatan Laut telah menetapkan dua negara produsen sesuai kebutuhan yaitu Korea Selatan dan Rusia.

Rencananya, dari dua pilihan itu akan diuji kembali mana spesifikasi kapal selam yang sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Laut. (Ant/OL-06/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Venezuela Lengkapi Peralatan Tempur

Presiden Venezuela Hugo Chavez pada upacara peringatan 200 tahun kemerdekaan negaranya, mengatakan, Venezuela tengah melengkapi persenjataannya demi membela diri.

Sebagaimana dilaporkan IRNA kemarin (Selasa,20/4), Chavez dalam suatu parade militer di Karakas, menegaskan, "Kami putra-putri Simon Bolivar siap berjuang dan kini setelah 200 tahun, tiba saatnya membela kemerdekaan yang hakiki."

Selain dihadiri Presiden Kuba dan Bolivia, Presiden Argentina, Nikaragua dan Republik Dominika juga turut bergabung dalam upacara peringatan itu. Perdana menteri dari negara-negara Karibia, yaitu Dominika, Antigua dan Bermuda serta Saint Vincent dan Granada juga hadir dalam perhelatan itu.

Dalam pidatonya, Chavez menolak tudingan sejumlah pihak yang menyatakan bahwa Vezenuela tengah bersiap-siap untuk berperang. Ditegaskannya, kebijakan melengkapi alat-alat tempur militer bertujuan untuk membela tanah air dari kemungkinan dan serangan dari imperium Yankee.(Ars)


Sbr : Irib

Klaim Scud Sama Dengan Klaim Senjata Atom di Irak: Harir

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyatakan bahwa klaim rezim Zionis Israel tentang kemungkinan pengiriman rudal Scud dari Suriah ke Hizbullah sama seperti klaim keberadaan senjata pemusnah massal di Irak.

Saad Hariri kemarin (Selasa,20/4) dalam keterangannya menegaskan pihak-pihak yang mengklaim bahwa Suriah telah memasok rudal Scud untuk Hizbullah, jauh sebelumnya mereka juga mengklaim keberadaan senjata destruksi massal di Irak, namun senjata itu sama sekali tidak pernah ditemukan.

Suriah juga menilai tudingan itu sebagai persiapan Israel untuk mengobarkan perang baru di kawasan. Suriah menilai Israel sengaja mengalihkan perhatian publik dari pertanyaan tentang program nuklir Zionis.

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon kemarin menyatakan bahwa berita tentang suplai rudal Scud Suriah kepada Hizbullah hanya sebatas isu.

Sebelumnya, Presiden rezim Zionis Israel Shimon Peres menuduh Suriah memainkan permainan ganda, setuju dengan perdamaian namun di sisi lain mengirimkan rudal Scud kepada Hizbullah.(Ars)


Sbr : Irib

Senin, 19 April 2010

Empat KRI Berpatroli Siaga Tempur di Kalbar

Pontianak (ANTARA News) - Sebanyak empat Kapal Perang Indonesia melakukan patroli siaga tempur di sekitar perairan Kalimantan Barat untuk menekan praktek pencurian ikan oleh nelayan asing.

Keempat KRI tersebut, yakni KRI Lemadang 804, KRI Kelabang 826, KRI Sibarau 847 dan KRI Sikuda 863, kata Komandan Pangkalan TNI AL Pontianak Kolonel Laut (P) Parno di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, keempat KRI tersebut saat ini sedang bersandar di Pangkalan TNI AL Pontianak untuk melakukan pengisian logistik dan koordinasi, terkait pengamanan perairan Natuna dan Kalimantan Barat yang cukup strategis.

Selain itu, dalam beberapa hari ini keempat KRI dan personelnya akan beristirahat setelah dua minggu lebih melakukan patroli di perairan, katanya.

Wilayah operasional Lanal Pontianak memiliki tingkat kerawanan yang tinggi sehingga ke depan menjadi salah satu pilihan pemimpin komando sebagai wilayah pengembangan pertahanan matra laut di kawasan Barat.

"Karena kami dituntut proaktif memberdayakan segenap kemampuan dalam menjaga NKRI," ujarnya.

Komandan KRI Lemadang 804 Letnan Kolonel Laut (P) Teddie Bernard Hernawan mengatakan, keempat unit KRI itu akan melakukan patroli siaga tempur di perairan Natuna dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.

"Keempat KRI itu merupakan kapal patroli cepat, KRI Lemadang 804 merupakan kapal terdepan untuk menjaga tiga KRI lainnya, karena dilengkapi senjata anti permukaan dan udara yang merupakan buatan dalam negeri," katanya.

KRI Lemadang 804 termasuk dalam Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmabar yang bertugas mengamankan alur laut Indonesia yang operasinya di bawah Markas Besar TNI, kata Teddie.

Teddie menjelaskan, dua pekan lalu keempat KRI tersebut melakukan patroli siaga tempur di kawasan perairan Indonesia yang berbatasan dengan negara Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand.

"Setelah selesai melakukan pengisian logistik, kami berangkat lagi melakukan patroli di perairan Natuna dan Indonesia pada umumnya," kata Teddie.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ada tiga wilayah perairan Indonesia yang menjadi primadona pencurian ikan bagi nelayan asing karena kaya akan ikan dan sumber daya kelautan lainnya, yaitu perairan Natuna, perairan Arafura, dan perairan Utara Sulut.

Pelaku pencurian ikan di perairan Indonesia, yaitu nelayan asal Vietnam, Thailand, RRC dan nelayan dari Malaysia.

Perairan Kalbar termasuk dalam Zona III bersama Natuna, Karimata dan Laut Cina Selatan dengan potensi ikan tangkap sebanyak satu juta ton per tahun. Jenis ikan bervariasi seperti tongkol, tenggiri dan cumi-cumi.

Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 km, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak dan 15.500 hektare laut.(A057/A024/Ars)



Sbr : AntaraNews

AS Peringatkan Suriah Perihal Rudal

WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat memanggil diplomat senior Suriah di Washington, Senin (19/4/2010), untuk membahas "perilaku provokatif" negara itu terkait kemungkinan pengalihan rudal Scud kepada kelompok Hezbollah. Pengalihan itu, jika benar, dikatakan bisa menjadi ancaman serius bagi Lebanon dan Israel.

"Amerika Serikat mengecam keras setiap pengalihan senjata apa pun, dan terutama sistem rudal balistik seperti Scud, dari Suriah kepada Hezbollah," kata pernyataan yang dikeluarkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Gordon Duguid. "Transfer senjata semacam ini menyebabkan destabilisasi di kawasan tersebut dan menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Israel maupun kedaulatan Lebanon."

Pernyataan AS itu dikeluarkan terkait dugaan adanya pengalihan rudal Scud jarak jauh kepada gerilyawan Hezbollah Lebanon, yang jika benar bisa merintangi kelanjutan diplomasi Presiden AS Barack Obama terhadap Suriah. Pihak Departemen Luar Negeri AS mengatakan, ini untuk keempat kalinya dalam bulan-bulan belakangan ini Washington mengangkat soal itu dengan Kedutaan Suriah.

Para pejabat AS pekan lalu mengatakan, mereka percaya Suriah bermaksud mentransfer persenjataan itu, tetapi ragu tentang apakah rudal itu akan dikirim utuh atau benar-benar telah ditransfer ke Lebanon. Damaskus telah membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa Israel mungkin menggunakan tuduhan itu sebagai alasan untuk melakukan serangan militer terhadap Suriah

Pernyataan terbaru AS itu merupakan peringatan yang tegas bagi Damaskus. AS mengatakan, transfer senjata itu merupakan hambatan bagi proses perdamaian Israel dan Palestina serta menegaskan bahwa penyebutan Suriah sebagai negara sponsor "terorisme" terikat dengan dukungannya terhadap kelompok-kelompok seperti Hezbollah.

"Kami menyerukan penghentian segera setiap transfer senjata kepada Hezbollah dan organisasi teroris lainnya di kawasan itu," kata seorang pejabat senior AS. "Kami tidak akan menyebut mereka jika kami tidak berpikir sesuatu telah terjadi," lanjut pejabat itu.

Rudal Scud di tangan Hezbollah bisa menyerang jauh ke dalam wilayah Israel.(Ars)


Sbr : Kompas

Blogger news