Kelompok Bersenjata Tembaki Pos TNI Di Yambi

Sabtu, 22 Mei 2010

Jayapura - Sekelompok orang bersenjata menembaki pos TNI di Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIT sehingga menyebabkan dua anggota TNI terluka.

Sumber ANTARA di Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu membenarkan terjadinya insiden tersebut.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa pos TNI di Yambi yang terletak sekitar 80 kilometer dari Mulia ditembaki kelompok bersenjata yang hingga saat ini belum dapat dipastikan berasal dari mana.

Kedua anggota TNI yang tertembak itu salah satunya Danton Pos TNI Yambi, Letda Infanteri Agung sementara korban lainnya belum diketahui.

Dijadwalkan siang ini kedua korban akan dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan helikopter TNI AD.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa ketika dihubungi ANTARA mengakui adanya insiden penembakan tersebut namun hingga saat ini situasi keamanan khususnya di kota Mulia masih kondusif.

Aparat keamanan dari Polri yang dibantu TNI hingga kini masih terus melakukan pengejaran khususnya terhadap kelompok OPM yang beberapa waktu lalu menyerang "basecamp" karyawan PT Modern.

Dalam penyerangan ke basecamp tersebut, tiga karyawan PT Modern tewas tertembak.(Ars)


Sbr : Antara

Tim Gabungan TNI/Polri Diserang Di Puncak Jaya

Jayapura - Kelompok bersenjata, Sabtu siang menghadang tim gabungan dari Polri/TNI yang hendak mengevakuasi anggota TNI yang terluka di Pos TNI Yambi, Kabupaten Puncak Jaya.

Jayapura, 22/5 (ANTARA) - Kelompok bersenjata, Sabtu siang menghadang tim gabungan dari Polri/TNI yang hendak mengevakuasi anggota TNI yang terluka di Pos TNI Yambi, Kabupaten Puncak Jaya.

"Sempat terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata hingga mengakibatkan satu anggota Polri dari Polres Puncak Jaya tertembak di bagian kaki,"jelas Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa melalui telepon selulernya kepada ANTARA, Sabtu.

Ia mengatakan, penyerangan itu dilakukan kelompok bersenjata yang diduga kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu terjadi sekitar dua kilometer dari Pos TNI Yambi.

Akibat penyerangan itu terjadi kontak senjata, antara tim gabungan Polri/TNI dengan kelompok bersenjata hingga menyebabkan Bripda Saumileka tertembak di bagian kaki dan saat ini sedang dirawat di RS Mulia bersama dua anggota TNI yang dievakuasi.

Sebelumnya, Jumat malam (21/5) sekitar pukul 20.00 WIT, kelompok bersenjata itu menembaki Pos TNI di Yambi, sekitar 75 km dari Mulia, dan menyebabkan dua anggota terluka, salah satunya Komandan Pleton yakni Letda Agung tertembak di bagian tangan.

Ketiga korban penembakan itu dijadwalkan Minggu (23/5) dievakuasi ke Jayapura.

Penyerangan terhadap pos TNI dan tim gabungan itu, kata AKBP Alek Korwa diduga sebagai aksi balas dendam setelah tim gabungan beberapa waktu yang lalu menyerang markas OPM hingga menyebabkan satu anggota OPM tewas tertembak.(Ars)


Sbr : Antara

Korut Minta Penyelidiknya Diikutkan Periksa Cheonan

SEOUL--MI: Korea Utara Sabtu (22/5) menuntut Korea Selatan harus menerima tim investigasi Pyongyang dan menunjukkan kepada mereka bukti bahwa Korea Utara yang menorpedo kapal perang Korea Selatan. Insiden tersebut menewaskan 46 pelaut itu.

"Tidak ada alasan apapun bagi pihak selatan untuk menolak menerima kelompok inspeksi dari Komisi Pertahanan Nasional (NDC), jika hasil-hasil investigasi tersebut obyektif dan ilmiah, seperti yang diakui oleh pihak selatan," kata Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Yong-Chun dalam pesan yang dikirim ke Selatan.

"Pihak selatan harus segera menerima kelompok inspeksi ini... dan menunjukkan materi bukti tanpa sobekan yang meragukan sebelumnya," katanya seperti yang dikutip oleh Kantor Berita Resmi Korea Utara, KCNA.

Satu penyelidikan multinasional yang dipimpin Korea Selatan Kamis (20/5) menyimpulkan bahwa ada bukti kuat bahwa torpedo Korea Utaralah yang membuat korvet berbobot 1.200 ton itu terbelah menjadi dua pada 26 Maret, di Laut Kuning, perbatasan yang mereka sengketakan.

Dalam tanggapan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, NDC yang memiliki kekuasaan besar di Korea Utara, yang dipimpin pemimpin Kim Jong-Il, Kamis mengatakan, laporan-laporan itu berdasarkan 'bikinan belaka.'

Namun Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Tae-Young, Jumat menolak tuntutan Korea Utara itu sebagai 'pencemaran', dan mengatakan bahwa hal itu 'sama saja dengan seorang perampok atau pembunuh yang bersikeras minta diperiksa di tempat kejadian.'

Korea Selatan Jumat mengatakan, Korea Utara harus menghadiri perundingan militer dengan Komando Perserikatan Bangsa Bangsa (UNC) yang dipimpin Amerika Serikat, setelah komando tersebut menyelesaikan investigasi meninjau ulang penemuan-penemuan penyelidikan, dan memutuskan apakah itu pelanggaran gencatan senjata karena menyebabkan Cheonan tenggelam.

UNC telah berada di Korea Selatan sejak PBB mengirim pasukan internasional untuk mempertahankan gencatan senjata, setelah Perang Korea pecah pada 1950.

Konflik tersebut berakhir pada 1953 dengan gencatan senjata tapi tanpa adanya perjanjian perdamaian.

Namun demikian, menteri keamanan Korea Utara Sabtu mengatakan, UNC tidak berwenang ikut campur dalam urusan ini, dan menegaskan masalah itu ada kaitannya dengan kedaulatan wilayah perairan kedua Korea yang harus ditangani oleh militer kedua pihak. (Ant/wt/OL-06/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

RI - China Akan Adakan Kerjasama Militer

JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok bakal tambah harmonis. Kemarin (21/5) militer dua negara tersebut sepakat menjalin kerja sama alih teknologi dan ilmu kemiliteran.

"Kita menawarkan adanya joint production peralatan senjata. Misalnya, kita tawarkan membuat rudal bersama," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro setelah bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Militer Tiongkok Jenderal Guo Boxiong di Jakarta kemarin.

Kedatangan orang nomor dua di jajaran militer Tiongkok itu disambut dengan penghormatan militer. Jenderal Guo didampingi Duta Besar Tiongkok Zhang Qi Yue dan sejumlah perwira tinggi militer Tiongkok. "Mereka memiliki teknologi militer yang luar biasa. Kita berharap bisa belajar dan berbagi pengalaman," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Guo mengatakan, negaranya berencana membuat rudal C-705 untuk pertahanan udara dan laut. Peluru kendali tersebut merupakan pengembangan dari rudal C-802 yang telah digunakan kapal-kapal perang milik TNI Angkatan Laut. "Akan sangat bagus jika rudal tersebut bisa dibuat bersama oleh teknisi Indonesia," katanya.

Indonesia juga menawari militer Negeri Tirai Bambu itu peralatan pendukung non-alutsista. Misalnya, kain seragam, kopel, sepatu, dan baret. "Tentara Tiongkok punya 2,5 juta anggota. Kalau seluruh seragamnya kita yang membuat, itu potensi ekonomi yang sangat besar," terang mantan menteri ESDM tersebut.

Dua pejabat itu juga sepakat untuk mengadakan pelatihan bagi perwira-perwira militer Indonesia. Pelatihan tersebut berbentuk sekolah komando, penanggulangan pembajakan di laut, search and rescue (SAR), serta program master dan doktoral di bidang ilmu pertahanan.

Jenderal Guo juga menyambut proposal Kementerian Pertahanan untuk melanjutkan pelatihan pilot-pilot pesawat Sukhoi di Beijing. Sejak tahun lalu, TNI-AU memang mengirim 10 perwira untuk melakukan simulasi penerbangan dengan Sukhoi. Tiongkok adalah pemakai pesawat Sukhoi terbesar setelah Rusia. (rdl/c6/noe/Ars)


Sbr : JawaPos

Sanksi tidak Ganjal Penjualan Rudal Rusia ke Iran

MOSKOW--MI: Seorang senator penting Rusia, Jumat (21/5) mengatakan sanksi-sanksi PBB yang diusulkan terhadap Iran tidak mempengaruhi pejualan rudal-rudal S-300 Rusia kepada Iran, kata kantor berita Interfax.

Menjawab pertanyaan apakah sanksi-sanksi baru yang mungkin dikenakan terhadap Iran dapat mencegah pejualan rudal-rudal darat ke udara S-300 kepada Iran, Mikhail Margelov, ketua Komite Urusan Luar Negeri di Dewan Federasi, majelis tinggi parlemen mengatakan: "Sejauh menyangkut kepentingan ekonomi Rusia, rancangan resolusi itu tidak menghambat kontrak-kontrak sekarang antara Rusia dan Iran."

"Kita perlu mengingatkan kembali bahwa Rusia adalah pejual yang bertanggung jawab atas setiap produknya di pasar luar negeri dan kita tidak ingin militarisasi Timur Tengah," katanya.

Moskow sudah menyetujui penjualan rudal-rudal dengan Teheran tetapi pengirimannya ditunda akibat tekanan Barat.

Para diplomat Barat mengatakan, sanksi-sanksi yang diusulkan PBB terhadap program nuklir Iran tidak akan menghambat penjualan rudal-rudal Rusia kepada Teheran.

Para diplomat mengatakan naskah sanksi-sanksi baru, yang bertujuan untuk memaksa Iran melepaskan kegiatan-kegiatan nuklir yang Barat khawatirkan bertujuan untuk membuat bom atom, disetujui sebagian besar oleh negara-negara penting dunia.

Seorang senator lainnya, Viktor Ozerov memperingatkan bahwa Rusia akan menolak rancangan resolusi itu jika menggangu kepentingannya. "Jika naskah resolusi itu secara sepihak menggangu kepentingan Rusia, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Rusia akan memvetonya," kata Interfax mengutip pernyataan Ozerov, ketua komite pertahanan Dewan Federasi itu.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan naskah satu perjanjian yang disepakati Turki dan Brasil bagi Republik Islam itu untuk menukarkan separuh dari uraniumnya yang diperkaya dalam kadar rendah dengan bahan bakar nuklir di Turki dalam usaha mengelakkan sanksi-sanski babak baru, telah diklarifikasi.

"Ada hal-hal yang tidak jelas dalam deklarasi ini, kami akan mengklarifikasi itu," kata Lavrov dalam wawancara dengan saluran televisi Italia RAI-1 dalam komentar yang disiarkan, Jumat. (Ant/OL-03/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

RI-China Kerja Sama Pemantapan Pilot Tempur Sukhoi

Jumat, 21 Mei 2010

JAKARTA--MI: Pemerintah Indonesia dan Republik China sepakat untuk memantapkan kerja sama pelatihan bagi pilot-pilot pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara.

Kerja sama pemantapan pelatihan itu menjadi satu topik bahasan dalam kunjungan kehormatan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China (Central Commission of The People Liberation Army/PLA) Jenderal Guo Boxing kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat (21.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Mayjen I Wayan Medhio mengatakan, Indonesia telah mengirimkan pilot-pilot Sukhoi-nya berlatih di China dalam beberapa tahap.

"Sudah ada 10 pilot TNI Angkatan Udara yang melakukan pelatihan simulasi di China dalam beberapa tahap," katanya.

China merupakan salah operator terbesar pesawat jet tempur Sukhoi selain dua negara pecahan Uni Sovyet, yakni Rusia dan Ukraina. Bahkan kini China telah dipercaya sebagai salah satu negara yang memproduksi pesawat Sukhoi.

Negeri Tirai Bambu itu pun memiliki pusat pelatihan pesawat tempur seperti Sukhoi dengan berbagai varian seperti SU-27 SK dan SU-30MK yang digunakan TNI Angkatan Udara.

Beberapa negara pengguna Sukhoi adalah Indonesia, India, China, Republik Ceko, Polandia, Slovakia, Aljazair, Irak, Afghanistan, Jerman, Peru, dan Korea Utara. (Ant/as/OL-02/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

KASAL: Kapal AL Tenggelam Murni Kecelakaan

KRI Makassar (ANTARA) - TNI AL mengerahkan empat kapal untuk mengevakuasi korban tenggelamnya kapal patroli keamanan laut di Perairan Anambas yang terjadi pada Kamis (20/5).

"Saat ini, ada empat kapal AL di sana untuk membantu evakuasi," kata Kasal Laksamana Agus Suhartono usai menandatangani kesepakatan bersama BP Migas, Jumat.

Selain empat kapal TNI AL, kapal milik BP Migas juga turut membantu evakuasi korban. Menurut data masih ada tiga orang yang dinyatakan hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal laut cepat milik TNI AL.

Kasal mengatakan seorang di antara korban hilang adalah personel TNI AL, seorang istri pejabat Bupati Anambas dan seorang staf Humas Pemkab Anambas.

"Mudah-mudahan hari ini bisa ditemukan semuanya dalam keadaan selamat," kata Kasal. Mengenai penyebab tenggelamnya kapal tersebut, ia mengatakan murni kecelakaan.

Kapal AL yang namanya masih simpang siur tenggelam di Perairan Anambas saat membawa 17 pengurus PKK Anambas dari Tarempa ke Kecamatan Jemaga.

Dari seluruh penumpang, beberapa di antaranya mengalai luka bakar. Dua korban luka bakar parah langsung dibawa ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan pengobatan intensif, tiga orang lainnya dibawa ke Rumah Sakit di Tanjungpinang.

Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Anambas Hari mengatakan pengurus PKK ke Jemaga untuk melakukan kunjungan sosial.(Ars)


Sbr : Antara

Panglima TNI Terbitkan Aturan Implementasi KIP

Kamis, 20 Mei 2010

JAKARTA--MI: Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menerbitkan aturan yang merupakan implementasi pemberlakuan UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Aturan itu merujuk pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/01/I/2003 tentang pejabat yang diberi wewenang memberikan keterangan pers.

Menurut Kapuspen TNI Mayjen Aslizar Tanjung, pejabat yang bertanggungjawab dalam pemberian keterangan pers sekaligus ditunjuk sebagai pejabat pengelola informasi dan dokumentasi. Hal tersebut menjadi kewajiban yang diatur dalam UU KIP.

"Sebenarnya, TNI sudah lebih dulu melaksanakan UU KIP itu dengan adanya Keputusan Panglima TNI Nomor 01/I/2003. Kita hanya menekankan kembali saja," ujar Panglima TNI kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (20/5).

Sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/01/I/2003, Pejabat yang diberi wewenang memberikan keterangan pers diatur sebagai berikut Lingkungan Mabes TNI: Panglima TNI, Kasum TNI, Irjen TNI, Dan/Pang Kotamaops TNI, Asrenum Panglima TNI, Para Asisten Panglima TNI, Dan/Kabalakpus TNI, Pangkoops TNI, Pejabat Penerangan, dan Atase Pertahanan RI di luar negeri.

Sementara itu, lingkungan TNI AD : KSAD, Wakil KSAD, Irjenad, Pangkostrad, Dankodiklat, Para Asisten KSAD, Pangdam, Danjen Kopassus, Para Ka/Dir/Dan/Gub Eselon Pelaksana Pusat TNI AD, Para Danrem, Para Dandim, dan Pejabat penerangan.

Sementara itu, pejabat yang berwenang lingkungan TNI AL adalah KSAL, Wakil KSAL, Irjenal, Para Asisten KSAL, Pangarma dan Kolinlamil, Dankodiklat dan Dankormar, Para Ka/Dir/Dan/Gub Eselon Pelaksana Pusat TNI AL, Para Danlantamal, Danguspurla, dan Danguskamla, Para Danlanal, dan Pejabat penerangan.

Terakhir, pejabat yang berwenang di lingkungan TNI AU adalah KSAU, Wakil KSAU, Irjenau, Para Asisten KSAU, Para Pangkoopsau dan Dankorpaskhasau, Para Ka/Dir/Dan/Gub Eselon Pelaksana Pusat TNI AU.

Keputusan tersebut juga memuat aturan khusus terkait keterangan pers yang berkaitan dengan TNI yang mempunyai dampak dan kerawanan terhadap pertahanan negara dan keamanan nasional secara luas. Keterangan tersebut hanya dapat diberikan oleh Panglima TNI atau Pejabat TNI yang ditunjuk oleh Panglima TNI. (Din/OL-03/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Wadanjen Kopassus Terima Athan Perancis

Wakil Komandan Jenderal Kopassus Kolonel Inf Nugroho Widyoutomo menerima kunjungan kehormatan Atase Pertahanan Kedutaan Besar Perancis Kolonel Jackues Rinaudo dan pendampingnya Ny. Fitri, di Markas Kopassus, Jakarta Timur, Senin (17/5). Kunjungan kehormatan tersebut dilakukan dalam rangka mempererat hubungan yang selama ini sudah dibangun dengan baik.

Kepada tamunya, Wadanjen Kopassus mengatakan, kerjasama Kopassus dengan Pasukan Khusus Perancis telah berlangsung cukup lama, yang dilandasi pada sikap saling bersahabat dan bersaudara serta saling percaya. Persahabatan yang terwujud baik dan erat tersebut, sesungguhnya dibangun dan dibentuk oleh karena sikap dan pandangan bersama guna mewujudkan kawasan Pasifik yang aman, damai namun dinamis.

Oleh karena itu, kunjungan kehormatan ini, membuktikan bahwa hubungan antara Kopassus dan Pasukan Khusus Perancis adalah hubungan persaudaraan. Komitmen untuk membangun persahabatan, persaudaraan dan kerjasama dalam bidang militer dan pertahanan, senantiasa menjadi agenda yang perlu disegarkan dan dikembangkan dari waktu ke waktu, termasuk penjajakan kerjasama industri pertahanan.(Ars)


Sbr : Kopassus

Satgas Pamtas Yonif 611/AWL Majukan Dunia Pendidikan Di Perbatasan

Nunukan. Menjaga kedaulatan RI sudah menjadi tugas pokok Satgas Pamtas Yonif 611/Awl. Tapi prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan ini, ternyata juga melaksanakan tugas yang lebih mulia untuk memajukan pendidikan bangsa tercinta ini. Dan pahlawan tanpa tanda jasa sangat layak disandangkan kepada prajurit Satgas Pamtas Yonif 61/Awl yang dengan sukarela, tanpa pamrih mengabdikan dirinya menjadi tenaga pengajar di beberapa sekolah-sekolah formal, di masjid dan gereja di wilayah perbatasan di Kecamatan Krayan yang berbatasan dengan Serawak-Malaysia mapun kecamatan Sebatik yang berbatasan dengan Sabah-Malaysia. Yang pastinya kegiatan tersebut bukan sebagai tenaga pengajar honorer akan tetapi atas keinsyafan rasa cinta tanah air serta pengabdian terhadap negara dan bangsa.

Saat bertugas anggota Satgas ini dibagi sesuai dengan terapan ilmu yang mereka miliki, mengajar ilmu pasti. Pengetahuan alam dan sosial dilakukan dengan metode yang sederhana dan mudah diserap oleh murid. Meski mengenakan seragam dinas, prajurit Satgas Pamtas menyampaikan materi belajar dengan cara yang lembut dan santun diserta jenaka pula, karena itu murid-murid pun mendapat suntikan motivasi untuk terus belajar sebaik mungkin.
Dansatgas Pamtas Yonif 611/Awl Letkol Inf Junaidi. M menjelaskan pendidikan itu sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang makmur dan sejahtera, diiringi pula dengan kualitas sumber daya manusianya. Jadi, merupakan keharusan untuk membangun pendidikan bila ingin melihat bangsa ini meraih kemajuan.

Pendidikan yang diharapkan adalah pendidikan yang berkualitas dan bisa menjangkau segenap rakyat Indonesia. “ Selain tugas Pokok menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara, mengajar di sekolah-sekolah formal merupakan upaya untuk ikut mencerdaskan kehidupan Bangsa. “ ungkap Dansatgas yang menambahkan, selain di sekolah formal, prajurit Satgas Pamtas juga melaksanakan mengajar mengaji bagi anak-anak yang berada dekat dengan Pos-pos Satgas Pamtas.
Dikatakan, Pendidikan Indonesia berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa tentunya dari berbagai aspek.

Cerdas bukan hanya mampu mengetahui dan bisa melakukan sesuatu. Cerdas lebih mengarah kepada mengetahui serta mampu memilah mana yang baik dan benar dan mana yang buruk, dengan mengaplikasikan berupa pemikiran-pemikiran serta tindakan-tindakan yang baik dan menghindari pemikiran serta perbuatan-perbuatan buruk. Dan cerdas itu tidak mutlak hanya bisa diukur dengan angka-angka pengetahun akademik seperti hasil Ujian Nasional yang dijadikan patokan ukuran keberhasilan bidang pendidikan oleh Dinas Pendidikan.
Ditambahkan, anak-anak adalah harapan masa depan bagi Negara ini, selain mendapatkan pendidikan formal di sekolah maka perlu mendapatkan pendidikan agama yang kuat sebagai penyeimbang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat turut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang dilandasi oleh moral dan akhlak mulia.
Keterlibatan unsur-unsur pimpinan di jajaran Satgas Pamtas Yonif 611/Awl, dengan melaksanakan ceramah agama di pengajian maupun masjid khususnya di wilayah kecamatan Sebatik. Serta aktif dalam kegiatan Gereja seperti di kecamatan Krayan. Semua dilakukan dalam rangka, menjadikan bangsa Indonesia yang memiliki kecerdasan untuk berkomunikasi, tunduk dan berbakti kepada Yang Maha Kuasa, cerdas untuk jujur, cerdas untuk peduli dan mengangkat derajat sesama, cerdas untuk menghindari anarkisme, cerdas memperbaiki citra bangsa, cerdas untuk mengolah segala sumber daya diri dan lingkungan untuk bisa dirasakan kegunamanfaatannya oleh seluruh bangsa.(Ars)


Sbr : Satgas Pamtas Yonif 611/Awl/Pendam VI/TPR/Dispenad)

Satgas Pamtas Yonif Linud 433/JS Sergap GPK Papua

Bertempat di Kp Goburuk Kabupaten Punjak Jaya, Senin (17/5) Satgas Pamtas Yonif Linud 433/JS berhasil melakukan penyergapan terhadap kelompok GPK yang berjumlah lebih kurang 20 orang. Dalam penyergapan yang dipimpin Letda Inf Cosmos, salah seorang angggota GPK tewas. Di sela-sela kunjungan kerja ke satuan jajaran Brigif-6/2 Kostrad, Panglima Kostrad Letjen TNI Burhanudin Amin menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan anggota Satgas Pamtas Yonif Linud 433/JS, dimana dalam pelaksanakan tugas sebagai pengamanan perbatasan BKO ke Kodam XVII/Cen.(Ars)


Sbr : Pen Kostrad/Dispenad

Panglima TNI Memberikan Penekanan Kembali Tentang UU Keterbukaan Informasi Publik

Pada hakekatnya Keterbukaan Informasi Publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara. Karena itu semua lembaga publik dituntut untuk transparan, dan informasi harus dibuka sebesar-besarnya dengan pengecualian hal-hal yang menyangkut keamanan negara.

Sehubungan dengan diberlakukannya Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mulai 30 April 2010 dan dalam rangka pemberian Keterangan Pers atau penyebarluasan informasi lisan/tulisan tentang TNI dan kinerja TNI untuk memenuhi permintaan pihak lain, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso memberikan penekanan ulang kepada para Kepala Staf Angkatan (Kas Angkatan), Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI dan Kepala Badan Pelaksana Pusat (Kabalakpus) TNI supaya tetap memedomani Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/01/I/2003 tanggal 24 Januari 2003 tentang Wewenang Pemberian Keterangan Pers di jajaran TNI serta memperhatikan pengecualian seperti tercantum pada pasal 17 sub pasal C UU RI No. 14 Tahun 2008 yang apabila dibuka akan dapat membahayakan Pertahanan dan Keamanan Negara. Penekanan ulang ini tertuang dalam Surat Telegram Panglima TNI Nomor : ST/296/2010 tanggal 6 Mei 2010.

Dalam penjelasan pasal 17 sub pasal C diuraikan bahwa yang dimaksud dengan informasi terkait Sishankamneg adalah : pertama, Infrastruktur pertahanan pada kerawanan Sistem Komunikasi Strategi Pertahanan (Siskomstrahan), Sistem Dukungan Strategi Pertahanan (Sisdukstrahan), Pusat Pemandu dan Pengendalian Operasi Militer (Opsmil); kedua, Gelar Operasi Militer pada Rencana Operasi Militer (Renopsmil), Komando Pengendalian Operasi Militer (Kodalopsmil), gelar taktis opsmil, tahapan dan waktu gelar taktis opsmil, titik-titik rawan gelar militer dan kemampuan, kerawanan, lokasi serta analisis kondisi fisik dan moral musuh; ketiga, sistem persenjataan pada spesifikasi teknis operasional alat persenjataan militer, kinerja dan kapabilitas teknis operasional alat persenjataan militer serta rancang bangun dan purwarupa persenjataan militer.

Sistem Persandian Negara adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pengamanan informasi rahasia negara yang meliputi data dan informasi tentang materiil sandi dan jaring yang digunakan, metode dan teknik aplikasi persandian, aktivitas penggunaannya, serta kegiatan pencarian dan pengupasan informasi bersandi pihak lain yang meliputi data dan informasi materiil sandi yang digunakan, aktivitas pencarian dan analisis, sumber informasi bersandi, serta hasil serta hasil analisis dan personel sandi yang melaksanakan.


Sedangkan yang dimaksud dengan Sistem Intelijen Negara adalah suatu sistem yang mengatur aktivitas badan intelijen yang disesuaikan dengan strata masing-masing agar lebih terarah dan terkoordinasi secara efektif, efisien, sinergis, dan professional dalam mengantisipasi berbagai bentuk dan sifat potensi ancaman ataupun peluang yang ada sehingga hasil analisanya secara akurat, cepat, obyektif, dan relevan yang dapat mendukung dan menyukseskan kebijaksanaan dan strategi nasional.(Ars)

Sbr : PuspenTNI

Kodim 0904/Tanah Grogot Latihan Taktik Tempur

Rabu, 19 Mei 2010

Untuk meningkatkan kemampuan prajurit yang sudah dihadapkan dengan tugas-tugas yang berkembang di masing-masing wilayah yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kodim 0904 Tanah Grogot menggelar Latihan Taktik Bertempur yang dijadwalkan tanggal 24-30 Mei 2010.

Komandan Kodim (Dandim) 0904 Tanah Grogot Letkol Inf Teguh Pujo Rumekso melalui Kasdim Mayor Inf Taufiq Bahar usai memimpin rapat koordinasi Latihan Taktik Bertempur di Aula Makodim, Senin lalu (17/5), menjelaskan latihan taktik bertempur tersebut bertujuan menyiapkan prajurit satuan Kodim 0904 dalam menghadapi ancaman yang akan timbul di wilayah Kodim.

“Latihan ini dilaksanakan secara terpusat yang melibatkan seluruh prajurit Koramil jajaran Kodim 0904 yang akan dilaksanakan dua gelombang yang meliputi gelombang satu separuh kekuatan dari masing-masing satuan Koramil dan separuhnya gelombang ke dua,” kata Kasdim.

Menurut Taufiq, strategi operasional taktis perang adalah konsep yang menjelaskan antara tindakan taktis dengan tujuan strategis sehingga dalam mencapai tujuan dan sasaran tugas pokok TNI AD tentunya harus dimulai dari latihan yang bertingkat dan berlanjut. “Situasi dan kondisi dewasa ini sudah menuntut kemampuan prajurit TNI AD yang merata, baik itu prajurit yang berada di Satpur, Satbanpur, Satkowil, Satintel serta Satbanmin,” jelasnya.

Sedangkan menyangkut jadwal latihan, dikatakan Kasdim meliputi teknik penggunaan senjata, teknik jalan taktis, teknik sweeping, visualisasi tanda isyarat , pertempuran jarak dekat, taktik penghadangan daerah pemukiman, taktik penyergapan daerah pemukiman, pengamanan rute, perlawanan penghadangan kendaraan, pertahanan pemukiman , serangan pemukiman dan aplikasi serangan pemukiman. Resminya kegiatan latihan Taktik Bertempur ini dimulai tanggal 24 Mei nanti yang dipusatkan di Lapangan Prajurit dan beberapa lokasi lainya,” kata Kasdim.(Ars)

Sbr : KaltimPost

Pangdam V/Brawijaya Pimpin Upacara 17 Mei 2010

Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suwarno, S.IP., M.Sc. pada Senin (17/5) bertindak selaku Inspektur upacara rutin setiap tanggal 17, bertempat di lapangan upacara Makodam V/Brawijaya.


Upacara yang berlangsung sangat khidmat, rapi dan tertib ini, sebagai ciri khas TNI Angkatan Darat dalam menyelenggarakan semua kegiatannya. Dengan diikuti oleh seluruh prajurit TNI AD beserta Pegawai Negeri Sipil jajaran Kodam V/Brawijaya, berjejer secara rapi berturut-turut mulai dari barisan yang paling kiri di hadapan Pangdam V/Brawijaya, adalah Deputasi Perwira Menengah (Pamen) dengan pangkat Kolonel dan Letnan Kolonel, kelompok Musik, Deputasi Pamen berpangkat Mayor, Perwira Pertama (Pama) berpangkat Kapten, Letnan Satu dan Letnan Dua, pasukan Kowad, kelompok Polisi Militer, pasukan bersenjata yang terdiri dari Batalyon Infanteri 500/Raiders, Batalyon Infanteri 516/Caraka Yudha, Batalyon Arhanudse-8, dan pasukan Pegawai Negeri Sipil jajaran Kodam V/Brawijaya.

Kasad Jenderal TNI George Toisutta dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suwarno, S.IP., M.Sc memberikan beberapa penekanan antara lain, agar prajurit TNI AD selalu berupaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar dalam setiap pelaksanaan tugas senantiasa mendapat ridho-Nya.

Jadilah contoh dan tauladan dalam mematuhi hukum, disiplin dan tata tertib, baik di lingkungan satuan maupun di lingkungan masyarakat dengan selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Tingkatkan profesionalisme keprajuritan dan kesiapan operasional satuan untuk mengahadapi tugas ke depan yang semakin kompleks, terutama dalam ikut serta menanggulangi musibah bencana alam dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Tumbuh kembangkan kebersamaan dan kekeluargaan dalam kehidupan keprajuritan agar terwujud soliditas satuan yang kokoh, sebagai prasyarat bagi terlaksananya pencapaian pelaksanaan tugas pokok Angkatan Darat.

Dan yang terakhir, Kasad meminta untuk lebih menggiatkan percepatan pencapaian pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun ini sampai dengan semester pertama. Usai upacara, para peserta upacara melanjutkan kegiatan parade dan defile yang disaksikan secara langsung oleh Pangdam V/Brawijaya beserta seluruh stafnya.(Ars)


Sbr : Kodam V/Brw

Pembersihan Ranjau di Lebanon Selatan Dilakukan Oleh Pasukan Zipur

Salah satu tugas pokok pasukan yang tergabung dalam misi PBB di Lebanon atau biasa disebut dengan TCCs (Troops Contributing Countries) adalah melaksanakan kegiatan pembersihan ladang ranjau (minefield), penghancuran sisa-sisa bahan peledak (Disposal of UXO) dan pembersihan daerah yang telah terkontaminasi oleh Bom Cluster (Clearance of CBU Strike).

Tugas pokok tersebut dibebankan kepada satuan Zeni Tempur (Combat Engineering section) yang membawahi beberapa tim serta memiliki kualifikasi Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) antara lain MCT (Mine Clearance Team), BAC (Battle Area Clearance) dan EOD (Explosive Ordnance Disposal).

Untuk wilayah timur (Sector East) UNIFIL AO, kegiatan pembuatan tanda batas wilayah dan pembersihan ladang ranjau serta penghancuran sisa bahan peledak dilaksanakan setiap hari disepanjang garis batas yang memisahkan wilayah Lebanon dengan Israel (Blue Line marking) dibawah tanggung jawab dan pengawasan langsung seorang Perwira staf Brigade (Incident Commander EOD CC) yang saat ini dijabat oleh Mayor Inf Putra Widyawinaya, berasal dari Indonesia (TNI AD).

Sebelum tim MCT, BAC dan EOD melaksanakan kegiatannya mereka harus melewati beberapa tahap pengecekan, diawali dengan latihan selama dua minggu yang diawasi langsung oleh tim UNMACC (United Nations Mine Action Centre), pra-akreditasi dan akreditasi yang dihadiri dan dinilai langsung oleh tim UNMACC, RMAC (Regional Mine Action Centre) dan staf Operasi UNIFIL. Apabila memenuhi syarat dan dinyatakan lulus akreditasi maka tim-tim tersebut dapat dioperasionalkan di sektor Timur UNIFIL, namun sebaliknya jika tidak lulus maka harus melaksanakan latihan dan diuji kembali sampai dinyatakan siap operasional oleh UNMACC,RMAC dan Staf Operasi UNIFIL.

Kegiatan Akreditasi yang dilaksanakan saat ini berlangsung selama 2 hari, tanggal 17-18 Mei 2010, bertempat di lapangan Zeni Tempur Miguel de Cervantez Base (Mako Brigade Sektor Timur) dimulai pukul 0900-1500 waktu setempat, disiapkan dan diselenggarakan oleh Mayor Inf Putra Widyawinaya selaku Pa staf EOD Brigade dan ditinjau langsung oleh Chief Engineering Seceast, Lt.Col Sevillano, Chief of UNMACC, Chief of Operation Staff UNIFIL dan Chief of RMAC-LAF (Lebanese Armed Forces).

Tujuan akreditasi ini adalah untuk mengetahui dan mengecek secara langsung tingkat pemahaman seorang Danton, Danru dan anggota tentang SOP (Standard Operating Procedure) yang digunakan, tahap persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran yang harus dilakukan selama membersihkan ladang ranjau, termasuk cara mengevakuasi korban yang mungkin timbul dari pihak sendiri.

Mayor Inf Putra Widyawinaya sebelum mengikuti misi di UNIFIL di Lebanon adalah seorang perwira menengah Pusintelad di Jakarta dan saat ini menjadi perwira staff di Brigade engineering sektor timur UNIFIL.(Ars)


Sbr : PuspenTNI

TNI Latihan Matangkan Sambut Obama

Senin, 17 Mei 2010

JAKARTA--MI: Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan bahwa TNI sedang mematangkan persiapan untuk menyambut kedatangan Presiden AS Barack Obama sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Kemarin sudah persiapan dan kami melakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sudah ada tahapan-tahapannya," kata Panglima di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (17/5) pagi. Namun, lanjut dia, hingga kini belum ada permintaan mengenai tempat yang dikunjungi.

"Tapi yang jelas Jakarta tinggal menghaluskan yang kemarin. Kemarin sudah melakukan persiapan. Nanti kami tinggal ulangi lagi tahap-tahapan itu," katanya.

Saat ditanya apakah Obama dipastikan datang pada Juni 2010, Panglima mengatakan bahwa informasi yang diperoleh begitu. "Saya tidak tahu perkiraannya. Begitu informasinya," katanya.

Sebelumnya juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia mempersiapkan kedatangan Obama pada paruh kedua Juni 2010. Presiden Obama dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia Juni 2010 setelah sempat tertunda dua kali pada Maret 2010 akibat urusan dalam negeri terkait Undang-Undang Kesehatan.

Sebelumnya presiden keturunan Afrika Amerika pertama AS itu dijadwalkan membawa serta keluarganya --istrinya Michele Obama dan dua putrinya, Malia dan Sasha-- untuk bernostalgia di Indonesia. Namun, setelah penundaan kunjungan tersebut belum ada konfirmasi apakah Obama tetap akan membawa keluarganya pada lawatan mendatang. (Ant/OL-04/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Tugas TNI AD Dalam Mewujudkan Kekuatan Minimum Essential Force

Memasuki pertengahan Triwulan II Program Kerja dan Anggaran TNI AD TA. 2010, yang merupakan tahun pertama pelaksanaan Renstra TNI AD tahun 2010 – 2014 yang difokuskan pada modernisasi atau pembangunan kekuatan TNI AD. Adanya perubahan APBN berupa penambahananggaran dalam bidang pertahanan termasuk didalamnya TNI AD, telah ditindak lanjuti melalui pembahasan ulang program pengadaan Alutista dengan mewujudkan Minimum Essential Force atau Kekuatan Pokok Minimum, yaitu tingkat kekuatan TNI AD yang mampu menjamin kepentingan strategis pertahanan aspek darat.

Demikian disampaikan Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Budiman selaku Inspektur Upacara dihadapan peserta Upacara Bendera 17-an, bertempat di lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro, Watugong Semarang. Pada upacara kali ini, dalam rangka Tugas TNI AD menindak lanjuti program pengadaan Alutista dengan mewujudkan Pembangunan kekuatan pokok minimum , yang dilakukan guna mewujudkan sasaran pembangunan Postur TNI AD yang semakin kuat, modern dan professional. Bertindak selaku Komandan Upacara, Letkol Arm Nofri Rifai SIP sementara sebagai pembaca Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan pengucap Sapta Marga,Lettu Inf Husaeri dan Letda Inf Sidik sementara Pns Agus SW bertugas sebagai pembaca Panca Prasetya Korpri.

Selanjutnya Panglima TNI menambahkan bahwa pada tahun 2010 ini, proyeksi pembangunan kekuatan TNI AD diprioritaskan pada upaya melanjutkan pembangunan dan pembentukan satuan baru yang belum terealisasi pada tahun lalu khususnya di daerah rawan dan perbatasan , diantaranya pembentukan Kodam XII di wilayah Kalimantan Barat yang memiliki nilai strategis. “Dalam rangka modernisasi Alutista maka dilakukan Rematerialisasi Alutista terhadap satuan yang tergelar dan pengadaan Alutista bagi Satuan baru seperti senjata Infanteri, Armed, dan Penerbad, Meriam Arhanud, Ranpur Kavaleri dan Pesawat Udara ”, terang Kasad

Sedangkan dalam meningkatkan profesionalisme prajurit dilingkungan TNI AD, imbuh Jenderal berbintang empat ini, TNI AD telah melaksanakan Penataran Terpusat dan Tersebar Taktik Bertempur, Pelatihan Terpusat dan Tersebar Bela Diri Militer dan pertandingan Sepak Bola Piala Kasad yang dilaksanakan mulai dari tingkat Koramil sampai dengan tingkat Kotama.

“Saya perintahkan agar semua kegiatan ini segera disosialisasikan kepada seluruh prajurit TNI AD agar tujuan dan sasaran dapat dicapai secara optimal”, tegas Kasad Jenderal TNI George Toisutta.

Lebih lanjut Kasad menyampaikan dalam amanatnya, berkaitan dengan tindak lanjut dari pelaksanaan pengambilan aktivitas bisnis TNI, telah diterbitkan Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/93/XII/2009 tanggal 30 Desember 2009 tentang Penataan Koperasi , Yayasan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara dilingkungan TNI.

Berkaitan dengan Perpang tersebut TNI AD telah merespon dengan melakukan pembahasan tentang Penataan Koperasi, Yayasan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara oleh Koperasi dan Yayasan dalam peraturan Kasad, yang nantinya digunakan sebagai pedoman bagi Koperasi dan Yayasan dilingkungkan TNI AD, jelas Kasad.

Sementara itu berkaitan dengan pengambilan bisnis TNI yang realisasinya telah diterbitkannya Peraturan Kasad yang berupa Penataan Koperasi dan Yayasan, kegiatan ini dilakukan, karena proses penyelesaian penataan Koperasi dan Yayasan tersebut harus segera dilaporkan kepada Mabes TNI, Kementerian Pertahanan dan Pemerintah, sebagaimana batas waktu yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Sambil menunggu pengesahan berlakunya Perkasad tersebut. “ Saya tekankan kepada para Pangkotama dan Kabalakpus TNI AD agar melaukan penegakan tertib administrasi yang menyangkut Koperasi dan Yayasan dengan senantiasa berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan,” tegas Kasad.

Selain itu, Kasad Jenderal TNI George Toisutta juga memberikan lima perhatian bagi seluruh prajurit TNI AD sebagai pedoman dalam pelaksaaan tugas kedepan, yaitu:

Pertama, Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar setiap pelaksanaan tugas senantiasa mendapat ridho-Nya.

Kedua, Jadilah contoh dan tauladan dalam mematuhi hokum, disiplin dan tata tertib baik dilingkungan satuan maupun dilingkungan masyarakat dengan selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI

Ketiga, Tingkatkan profesionalisme keprajuritan dan kesiapan operasional satuan untuk menghadapi tugas kedepan yang semakin komplek terutama dalam ikut serta menanggulangi musibah bencana alam dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Keempat, Tumbuh kembangkan kebersamaan dan kekeluargaan dalam kehidupan keprajuritan agar terwujud soliditas satuan yang kokoh, sebagai persyarat bagi terlaksana pencapaian pelaksanaan tugas pokok TNI AD.

Kelima, Giatkan percepatan pencapaian pelaksaan program kerja dan anggaran tahun ini dengan Semester Pertama yang sudah hadapan kita.(Ars)


Sbr : Pendam IV/DIP/Dispenad

Panglima TNI Terima Kunjungan Komandan Pasukan Khusus Komando Pasifik AS

(Puspen TNI, 17 Mei 2010). Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menerima kunjungan kehormatan Special Operation Commander US Pacific Command (Komandan Pasukan Khusus Komando Pasifik AS), Rear Admiral (Laksamana Muda) Sean A. Pybus bertempat di ruang tamu Panglima TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (17/5/2010). Turut mendampingi Panglima TNI yaitu Asintel Panglima TNI - Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary, Asops Panglima TNI - Mayjen TNI Tono Suratman dan Staf Khusus Panglima TNI - Marsma TNI Prayitno serta Kapuspen TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung, S.E, M.B.A.

Mengawali pertemuan, Panglima TNI mengucapkan selamat datang kepada Laksamana Muda Sean A. Pybus atas kunjungan yang pertama kali dilakukannya ke Indonesia. Panglima TNI berharap kunjungan ini dapat lebih meningkatkan kerjasama dan silaturahmi antara TNI dengan Angkatan Bersenjata AS, khususnya dengan Pasukan Khusus Komando Pasifik AS. Panglima TNI menyebutkan, kunjungan Laksamana Pybus ini makin melengkapi kunjungan yang pernah dilakukan oleh para petinggi militer AS sebelumnya, diantaranya Panglima Angkatan Bersenjata AS dan Panglima Komando Pasifik AS. Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan terimakasih atas kerjasama militer kedua negara khususnya dalam bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Pasukan Khusus Komando Pasifik AS dalam penanggulangan bencana alam di Aceh, Nias, Yogyakarta dan Padang serta bantuan untuk peningkatan profesionalitas dan kapabilitas personel TNI melalui pendidikan, latihan dan seminar serta kegiatan kerjasama militer lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Djoko Santoso juga menuturkan berbagai langkah yang ditempuh TNI selama 12 tahun terakhir dalam menunjang proses demokratisasi nasional melalui reformasi internal TNI secara berkelanjutan, terarah dan konseptual terhadap struktur, kultur, doktrin, pendidikan dan latihan, serta peraturan hukum dan aturan-aturan pelibatan TNI, baik dalam Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang.

Menanggapi pernyataan Panglima TNI, Laksamana Muda Pybus yang didampingi oleh Athan AS Kolonel Kevin R. Richards menyampaikan apresiasi terhadap Reformasi Internal TNI yang sudah berjalan dengan sangat baik. Ia juga mengapresiasi peran TNI dalam membantu Polri memberantas terorisme. Lebih lanjut, ia memuji kapabilitas TNI dalam penanganan masalah keamanan nasional sehingga stabilitas regional wilayah Asia Tenggara tetap terpelihara. Bahkan, ia menyatakan akan berupaya menyampaikan ke berbagai pihak di Amerika Serikat khususnya melalui Kongres dan para Senator AS, bahwa TNI pada umumnya dan utamanya Satuan Khusus TNI adalah merupakan mitra strategis bagi AS guna menjamin stabilitas keamanan kawasan dan pada gilirannya, kerjasama tersebut diyakini akan memberi manfaat bilateral bagi kedua negara.

Menutup pembicaraannya, Laksamana Bintang Dua ini berjanji akan melaporkan hasil pertemuan kepada Panglima US PACOM sehingga dapat segera ditindaklanjuti bentuk kerjasama yang akan dilakukan, khususnya dalam rangka capacity building Satuan Khusus TNI meliputi Kopassus TNI AD dan Denjaka TNI AL serta Kopaskhas TNI AU dalam rangka penanggulangan terorisme.

Laksamana Muda Sean A. Pybus menghabiskan sebagian besar karirnya di lingkungan Pasukan Khusus AS dan merupakan Perwira Tinggi AL AS pertama yang memegang jabatan Komandan Pasukan Khusus Komando Pasifik AS. Ia bertanggungjawab terhadap 50.000 Pasukan Khusus AD, AL, AU dan Marinir untuk wilayah Pasifik yang meliputi 36 negara, diantaranya China, India, Korea Utara dan Selatan, dan negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.(Ars)


Sbr : Puspen TNI/Dispenad

Indobatt Latihan Kesiapsiagaan di Lebaon

Bunyi dentuman bom yang memekakkan telinga terdengar, diikuti bunyi sirene menggema di seluruh compound Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt), terdengar suara perintah untuk berlindung dari pengeras suara yang memecah kesunyian malam Lebanon Selatan. Serentak, seluruh Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt lari keluar dari korimex mencari tempat perlindungan berbentuk kubu pertahanan (shelter) dengan berpakaian lengkap loreng, membawa senjata dan ransel, siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Hal ini merupakan bagian dari skenario latihan yang dilaksanakan di seluruh Multinational Brigade Sector East UNIFIL, Jumat malam (14/5/2010) untuk rencana kontinjensi, yaitu rencana gerakan penarikan mundur pasukan dari bumi Lebanon Selatan, jika keadaan makin memburuk dan tak terkendali.

Menurut Kasi Operasi Indobatt - Kapten Inf Arfan Johan, latihan ini secara intern telah lebih dahulu dilaksanakan di masing-masing Kompi Indobatt yaitu pada tanggal 12 Mei 2010 di Kompi A dan B. Pada tanggal 13 Mei 2010 di Kompi C, D dan Bantuan, yang puncaknya adalah pada tanggal 14 Mei 2010 di drill tempur, di seluruh batalyon yang tergabung dibawah naungan Sektor Timur UNIFIL termasuk Spain Signal Unit yang juga bermarkas di lantai 4 Mayon Indobatt turut serta dalam latihan tersebut. Dasar dilaksanakannya kegiatan ini adalah adanya Frago Sector East tentang pelaksanaan Portaleza Plan untuk seluruh jajaran Sector East UNIFIL, yang bertujuan agar Satgas Yon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dan selalu siap gerak pada situasi dan kondisi yang bersifat pendadakan.

Lebih lanjut dijelaskan, dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan diharapkan akan meningkatkan status kesiapsiagaan secara bertingkat dari mulai Status Alert Alarm merah sampai dengan hitam tiga. Penentuan waktu pelaksanaan latihan kesiapsiagaan ditentukan oleh satuan atas, dalam hal ini Kasi Operasi Sektor mewakili Komandan, selanjutnya Sektor memberitahukan ke seluruh jajaran yang berada di bawah Sector East. Setelah menerima instruksi latihan, Komandan Satgas memberikan instruksi kepada Kasi Operasi untuk memberikan perintah kepada masing-masing Kompi secara bersamaan, untuk melaksanakan latihan kesiapsiagaan di compound masing-masing sesuai dengan Protap dan ketentuan yang berlaku.

Setelah semua personel masuk kedudukan, Ranpur dan senjata bantuan masuk ke posisi stelling masing-masing serta jaring komunikasi tergelar, Kasi Operasi melaksanakan pengecekan terhadap seluruh jajaran Satgas tentang kondisi Setelah semua personel masuk kedudukan, Ranpur dan senjata bantuan masuk ke posisi stelling masing-masing serta jaring komunikasi tergelar, Kasi Operasi melaksanakan pengecekan terhadap seluruh jajaran Satgas tentang kondisi terakhir masing-masing Kompi. Setelah selesai melaksanakan pengecekan ke seluruh jajaran Kompi, Kasi Operasi melaporkan kondisi dan situasi terakhir kepada Komandan Satgas.

Sedangkan menurut Wadan Satgas Indobatt - Letkol Mar Guslin yang meninjau langsung latihan ini dari Kompi B UN Posn 8-33 Syekh Abba Tomb, latihan ini memberikan banyak bahan evaluasi bagi pimpinan untuk mengantisipasi kejadian serupa yang menuntut kecepatan dan ketepatan pergerakan pasukan. Dengan digelarnya latihan yang sangat berharga ini, Satgas dapat mengetahui kekurangan-kekurangan apa saja yang perlu diminimalisasi baik dari segi kesiapan personel maupun kendaraan tempur, senjata bantuan, alat komunikasi dan perhubungan serta perlengkapan di dalam shelter yang ternyata masih ditemukannya ketiadaan peta di dalam shelter maupun obat-obatan yang sudah kadaluarsa penggunaannya.(Ars)


Sbr : Puspen TNI

Teknologi Mutlak Harus Dikuasai oleh TNI AU

Kohanudnas (17/5),- Kekuatan Angkatan Udara merupakan salah satu komponen kekuatan yang dapat menjadi bargaining power dalam upaya menyelesaikan masalah konflik antar negara, namun untuk membangun kekuatan Angkatan Udara yang kuat tidaklah mudah dan diperlukan dukungan dana yang tidak sedikit, akan tetapi kemajuan teknologi dirgantara mutlak harus diikuti dan dikuasai oleh TNI Angkatan Udara.

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat S.IP dalam amanatnya yang dibacakan Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosek Hanudnas) Marsekal Pertama TNI Jhon Fritz Sitompul, saat bertindak selaku Inspektur Upacara Bendera Tujuh Belasan, yang diikuti para pejabat staf dan seluruh anggota Makohanudnas dan Kosekhanudnas I, bertempat di lapangan apel Makohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (17/5).


Lebih lanjut Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, tantangan tugas TNI AU ke depan akan semakin berat, berkaitan dengan keterbatasan dukungan anggaran negara dan tingginya ketergantungan teknologi yang sangat diperlukan dalam membangun kekuatan TNI Angkatan Udara sesuai yang kita harapkan, menuju the first class air force. Namun Imam Sufaat optimis dengan tekad bersama untuk berubah menuju hal yang lebih baik akan menjadi faktor penentu cita-cita membangun kekuatan TNI AU yang profesional, efektif, efisien, modern, dan handal.

Dibagian lain Kasau menekankan kepada seluruh personel jajaran TNI Angkatan Udara agar menerapkan budaya safety pada setiap pelaksanaan tugas, baik secara perorangan, tim maupun kedinasan dalam upaya mencegah terjadinya accident dan inccident serta melakukan langkah-langkah preventif dengan penuh perhitungan dan cerdas dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan safety, serta upaya pembinaan keselamatan terbang dan kerja melalui program Road to Zero Accident terus dilaksanakan secara konsisten tanpa mengabaikan tujuan aspek operasi dan latihan.

Dalam jangka panjang Kasau ingin membangun TNI AU secara bertahap menjadi the first class air force dan jangka pendek tahun 2010 dapat kita lalui tanpa accident serta mengharapkan tekad kita bersana menuju the first class air force, dapat menjadi pendorong semangat perubahan menuju kondisi yang lebih baik, tambahnya.(Ars)

Sbr : Puspenau