This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 14 Agustus 2010

KRI Frans Kaisepo Akan Gantikan KRI Diponegoro-365

Puspen TNI, Kamis (12/8), Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tono Suratman membuka Latihan Penyiapan Satuan Tugas (satgas) Maritim Task Force (MTF) Konga XXVIII-B/UNIFIL (United Nations Interm Force In Lebanon) di Pusat Latihan Operasi Laut Kolatarmatim Ujung Surabaya.

Dalam amanatnya, Asops Panglima TNI mengatakan, bahwa pengiriman MTF yang kedua kalinya ke Unifil Lebanon ini merupakan bukti meningkatnya kepercayaan PBB terhadap TNI dalam perannya menjaga perdamaian dunia. Penugasan ini merupakan implementasi dari cita-cita yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat yang berbunyi “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. KRI yang disiapkan untuk melaksanakan tugas ke Lebanon adalah KRI Frans Kaisiepo-368. KRI dari jenis Sigma Klas Korvet Belanda yang masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim) ini adalah yang ke dua kali ikut mengemban misi perdamaian dunia dalam Satgas MTF Konga XXVIII-B/Unifil. tugas perdamaian dunia sebelumnya dilakukan oleh KRI Diponegoro-365. Kapal Perang Indonesia ini nantinya akan bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lain yang tergabung dalam Gugus Tugas MTF.

KRI FK-368 rencananya akan meninggalkan pangkalan Surabaya pada akhir Agustus 2010 dan bertugas selama 8 bulan, dengan rincian 2 bulan pelayaran berangkat dan kembali serta 6 bulan berada di medan operasi perairan Lebanon. Rute yang dilewati selama pelayaran menuju Lebanon adalah Surabaya-Jakarta-Belawan-Cochin-Salalah-Port Said-Beirut. KRI Frans Kaisiepo-368 yang dikomandani Letkol Laut (P) Wasis Priyono dalam tugasnya akan membawa 1 buah helikopter BO-105 dengan jumlah personel total 100 orang, dengan rincian ABK 88 orang, pilot dan Crew Heli 7 orang, dokter dan paramedis 2 orang, Kopaska 1 orang dan penyelam 2 orang.

Lebih lanjut Asops Panglima TNI mengamanatkan kepada prajuritnya bahwa “Kita semua harus merasa bangga bahwa Kontingen Garuda dimanapun mereka ditempatkan, telah memperoleh pengakuan positif dan dinilai baik oleh dunia internasional. Saya berharap dengan adanya latihan ini, kalian juga akan mampu melaksanakan penugasan dengan sebaik-baiknya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh rekan-rekan kalian dalam berbagai satgas sebelumnya. Harapan ini harus kalian pertanggungjawabkan karena menyangkut citra Negara Republik Indonesia di mata dunia internasional”.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Asops Panglima TNI memberikan beberapa penekanan sebagai berikut : Pertama Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga benar-benar siap melaksanakan latihan dan tugas operasi; Kedua, Laksanakan latihan ini dengan penuh rasa tanggung jawab; Ketiga, manfaatkan latihan ini untuk meningkatkan kemampuan baik secara perorangan maupun kelompok secara profesional; Keempat, Perhatikan faktor keamanan dan keselamatan selama pelaksanaan latihan baik personil maupun materiil; Kelima, Tingkatkan kemampuan Bahasa Inggris karena akan digunakan sebagai alat komunikasi utama di daerah operasi.

Turut hadir dalam dalam acara tersebut, antara lain Kapuskes TNI Marsma TNI dr. Mariono R. Sp.OG., Sp.Kp, Asops Kasal Laksamana Muda TNI Ignatius Dadiek Surarto, Aspers Kasal Laksamana Muda TNI Bambang Budianto, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto, Kepala PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI Brigjen TNI I Gede Sumertha KY, PSC, dan Wakapuspen TNI Brigjen TNI Setyo Sularso. (Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Lek Ir. Prakoso/Dispenad)


Sbr : Dispenad

Selasa, 10 Agustus 2010

Satgas TNI GARUDA XXIII-D di Lebanon Mendapat Penghargaan Dari Komandan UNIFIL

Puspen TNI, Selasa (10/8), Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Infanteri Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-D/UNIFIL pada misi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon Selatan, menerima Surat Penghargaan (Letter of Appreciation) dari Komandan Sektor Timur Unifil dan Komandan Kontingen Spanyol, Brigadir Jenderal Juan Gomez De Salazar Minguez (Brigadier General Juan Gomez De Salazar Minguez, Sector East Commander and Spanish Contingent Commander) tanggal 6 Agustus 2010 yang ditujukan kepada Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Andi Perdana Kahar dengan tembusan kepada Komandan Kontingen Indonesia di UNIFIL, Kolonel Inf Restu Widiyantoro.

Komandan Sektor Timur UNIFIL dengan tulus menyampaikan penghargaan dan pujian atas kompetensi yang luar biasa serta profesionalisme prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL dalam penanganan masalah sensitif yang melibatkan LAF (Lebanese Armed Forces) dan IDF (Israeli Defense Forces) pada tanggal 3 Agustus 2010. Menurut Brigjen Gomez, insiden tersebut sebenarnya berpotensi mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Namun, penanganan yang tepat oleh pasukan yang berada di tempat kejadian dapat mencegah terjadinya peningkatan eskalasi.

Insiden antara LAF dan IDF terjadi secara tiba-tiba dan hanya pasukan yang terlatih dan profesional serta antisipasi dari seorang komandan, peningkatan eskalasi dapat dicegah.

Sebelumnya diberitakan dalam sebuah media cetak Al Mannar : 2 prajurit RI tinggalkan medan tempur dengan taksi. Pemberitaan ini merupakan bentuk ketidakpahaman media lokal di Lebanon (Al Mannar) tentang tugas yang diemban oleh Prajurit TNI dalam misi UNIFIL (United Interim Forces In Lebanon) di Lebanon Selatan. Sebagai peace keepers (penjaga perdamaian), prajurit TNI di medan tugas Lebanon memiliki tugas pokok memelihara situasi perdamaian di wilayah Lebanon Selatan dan harus bersifat imparsial (tidak berpihak) dalam menjalankan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 (United Nations Security Council Resolution 1701) yang merupakan mandat PBB kepada UNIFIL. Disamping itu dalam menjalankan tugasnya pasukan TNI harus mematuhi prosedur, hukum dan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan oleh PBB, seperti SOP (Standard Operating Procedure), ROE (Role of Engagement) maupun STIR (Standardize Tactical Incident Reaction).

Dalam insiden baku tembak Selasa (3/8/2010) antara LAF dan IDF di perbatasan Lebanon Selatan - Israel, Prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga perdamaian di wilayah tersebut sudah melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan oleh PBB. Setelah melalui pelaporan ke komando atas dan melakukan negosiasi dengan pihak yang bertikai, prajurit TNI akhirnya meninggalkan lokasi konflik karena antara LAF dan IDF terjadi saling tembak. Sesuai STIR No. 17 tentang Menghadapi insiden antara LAF dan IDF, disebutkan bahwa : Tindakan personel yg terlibat dalam menghadapi insiden antara LAF dan IDF adalah melakukan dua tindakan yaitu: pertama, Memonitor situasi tanpa membahayakan pasukan sendiri; dan kedua : Jika terjadi kontak tembak maka pasukan UNIFIL melaksanakan pengunduran taktis/pemutusan pertempuran terhadap unit-unit yang terlibat di daerah insiden.

Di akhir surat penghargaannya, Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigadir Jenderal Juan Gomez De Salazar Minguez yang sekaligus sebagai Komandan Kontingen Spanyol menyatakan akan mencatat penghargaan dan pujian yang telah diberikan kepada Batalyon Indonesia (Konga XXIII-D/UNIFIL) atas profesionalitas dan tindakan yang patut dicontoh dalam mengatasi insiden yang sangat sensitif antara LAF dan IDF. Ia juga yakin bahwa Batalyon Indonesia (Indobatt/Indonesian Battalion) akan terus menunjukkan profesionalisme yang serupa di masa yang akan datang. Selamat ! (Puspen TNI/Dispenad)


Sbr : Dispenad

Korut Tembakkan Artileri ke Laut Kuning

Seoul (ANTARA News/AFP) - Korea Utara menembakkan peluru artileri, Senin ke perairan dekat perbatasan yang disengketakan di Laut Kuning di tengah-tengah ketegangan dengan Korea Selatan meningkat, kata kementerian pertahanaan Seoul.

"Satu baterai artileri Korea Utara melepaskan tembakan ke perairan lepas pantai barat," kata seorang juru bicara kepada AFP, dan menolak merinci lebih jauh.

Kantor berita Yonhap melaporkan Korea Utara (Korut) menembakkan sekitar 100 perluru artileri segera setelah Korea Selatan (Korsel) mengakhiri pelatihan angkatan laut lima hari di Laut Kuning. Peluru-peluru jatuh di laut di bagian Korut garis perbatasan itu.

Pelatihan militer Korsel itu adalah unjuk kekuatan setelah Seoul menuduh tetangganya itu mentorpedo sebuah kapal perang Seoul Maret lalu dekat perbatasan laut yang disengketakan itu.

Korut, yang membantah melancarkan serangan terhadap kapal itu yang menewaskan 46 pelautnya, memperingatkan akan melakukan "pembalasan fisik yang kuat" terhadap pelatihan angkatan laut itu yang disebutnya sebagai persiapan untuk invasi.

Tindakan Korut yang menangkap sebuah kapal penangkap ikan Korsel, Ahad di Laut Jepang (Laut Timur) semakin meningkatkan ketegangan.(Uu.H-RN/R009/Ars)


Sbr : AntaraNews

Kapal Perang Singapura Latihan Bersama TNI AL

Makassar (ANTARA News) - Dua kapal perang Singapura RSS Tenacious 185 SQN dan RSS Vigour 188 SQN berlabuh di Pelabuhan Hatta Makassar setelah melakukan latihan bersama TNI AL di perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya, Laut Jawa dan Singapura.

Perwira Penerangan Lantamal VI Kapten Imam Danu, di Makasssar, Selasa, mengatakan, kapal perang Singapura akan berada di Pelabuhan Petikemas Soekarno-Hatta Makassar selama tiga hari.

"Kapal Perang Singapura akan berada di Makassar selama tiga hari untuk mengisi logistik," katanya.

Ia mengatakan, kedua kapal perang Singapura RSN (Republic Singapore Navy) dan Kapal Perang Indonesia (KRI) melakukan latihan bersama pertempuran di laut dengan nama Ex-Eagle 21/10. Latihan dipusatkan di perairan alur pelayaran Barat Surabaya, Laut Jawa, dan Selat Singapura.

Selain kegitan bekal ulang logistik, anak buah kapal (ABK) kedua kapal perang Singapura ini juga akan melaksanakan pesiar di Sulsel.

RSS Tenacious dengan Komandan Ltc Chong Keng Shin dan RSS Vigour dengan Komandan Ltc Tung Kong Seng. Mereka disambut pejabat teras Lantamal VI, Atase Pertahanan Singapura, Ltc Tan Bian, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid.

Para tentara angkatan laut Singapura ini disambut Tari Parasanganta (kampung halaman kita) dari Sanggar Mala Birik Makassar.

RSS Tenacious berjenis frigat dengan panjang 114,8 meter, lebar 16 meter, berat kapal 3.200 ton, dan kecepatan 27 knot memuat kru/ABK sebanyak 70 orang.

Sementara RSS Vigour jenis korvet, panjangnya 62 meter, lebar 8,2 meter, berat 600 ton, kecepatan 24 knot, memuat kru/ABK sebanyak 46 orang. (ANT/K004/Ars)


Sbr : AntaraNews

Militer RI-Singapura Luncurkan Radar Surpic 2

JAKARTA--MI: TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Singapura meluncurkan radar Surveillance Picture (Surpic) 2 untuk memantau keamanan laut di wilayah kedua negara, terutama di Selat Malaka.

Peluncuran radar itu disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Staf Angkatan Laut Singapura Laksamana Muda Chew Men Leong, di Mabes TNI Angkatan laut di Cilangkap, Jakarta, Selasa (10/8).

Di sela-sela peluncuran itu diadakan demo yang diskenariokan ada dua insiden di tempat yang berbeda.

Insiden pertama, diskenariokan kapal kargo Singapura MV Sanuki pada 10 Agustus 2010 pukul 08.00 waktu setempat pada posisi 01 14.36N 104 09.20E yang mendekat wilayah Indonesia dengan kecepatan tinggi yang terdeteksi Information Fusion Centre (IFC).

Laporan yang diterima "Surpic 2" diterima Puskodal Batam yang juga dimonitor Mabes TNI Angkatan Laut, yang langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan KRI Boa-807 untuk melakukan penyelidikan.

Beberapa waktu kemudian terjadi insiden kedua, yakni kapal tanker MV Laut Adriatik berbendera Liberia melaporkan telah mendeteksi sebuah perahu mencurigakan mendekati kapal pada 10 Agustus 2010 pukul 08.30 waktu setempat pada posisi 01 09.27N 103 42.38E.

IFC kemudian melaporkan melalui "Surpic 2" yang diterima Puskodal Batam dan diteruskan ke Satgas Keamanan Laut (MSTF) Singapura dan ditindaklanjuti dengan mengerahkan kapal Angkatan Laut Singapura RSS Dauntless.

Radar "Surpic 2" itu dapat difungsikan secara maksimal oleh TNI AL dan RSN pada medio Desember 2010.

"Surpic" merupakan instrumen atau instalasi elektronika radar modern yang dapat memonitor perkembangan situasi di perairan Selat Malaka secara real time. (Ant/OL-9/Ars)


Sbr : MediaIndonesia

Wamenhan Berdialog Dengan Masyarakat Pulau Sekatung Natuna

Setelah berkeliling melihat kondisi nyata seperti apa keadaan pulau terdepan Sekatung yang terdapat di Kabupaten Natuna, termasuk melihat Monumen Patung Datuk Kaya Muhammad Dun, yang baru saja diresmikan pengunaannya beberapa waktu yang lalu, didampingi Danrem 033/WP Kolonel Czi Zainal Arifin, Dandim 0318/Natuna Letkol Arm Jolly Suawa serta Danyonif 134/TS Letkol Inf Jimmy Watuseke, Wamenhan Letjen TNI Syafri Samsudin beserta rombongan melakukan dialog terbuka dengan masyarakat yang menghuni pulau Sekatung, yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari di salah satu lapangan kecil yang sejuk di Pulau yang memiliki makna strategis dalam konteks pertahanan maklum pulau itu berada pada alur laut Cina Selatan, berbatasan langsung dengan Vietnam dan Thailand.

Suasana dialog berlangsung hangat dan akrab, diawal pembicaraanya Wamenhan mengatakan, tujuannya datang ke wilayah ini (Pulau Sekatung) adalah untuk memastikan bagaimana kondisi pulau ini, kemudian dari hasil kunjungan ini tentu akan didapat masukan penting yang bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat dalam mengawal pulau-pulau terluar ini khususnya terkait dalam hal pertahanan wilayah ungkap Wamenhan.

Wamenhan mengapresiasi dan memberikan rasa hormat kepada warga masyarakat Pulau Sekatung yang masih setia dan akan selalu menjaga hak milik bangsa ini, keberadaan penduduk yang menghuni pulau adalah hal yang perlu dipertahankan karena itu merupakan salah satu cara untuk mempertahankan dan memberdayakan wilayah pulau terluar disamping juga harus dijaga oleh aparat TNI, perhatian tentu akan terus diberikan baik dari pemerintah maupun TNI dengan bekerja sama dengan masyarakat.

Dalam kesempatan itu Wamenhan menyerahkan berupa bantuan kepada warga masyarakat yang tinggal kemudian dengan menumpang pesawat heli Wamenhan beserta rombongan berangkat meninggalkan pulau tersebut, dan tentunya kita berharap Wamenhan beserta rombongan mendapat masukan berharga dalam peningkatan pengamanan pulau-pulau terluar khususnya. (Penrem 033/Dispenad)


Sbr : Puspenad

Panglima TNI Resmikan Satuan Baru Kodiklat TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, meresmikan kesatuan baru di lingkungan institusi TNI yaitu Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI sekaligus pelantikan jabatan Komandan Kodiklat TNI, bertempat di Lapangan Apel GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (10/8).

Dalam amanatnya, Panglima TNI mengatakan Kodiklat TNI adalah Badan Pelaksana Pusat TNI yang memiliki fungsi dan tugas untuk menyelenggarakan pembinaan doktrin, pendidikan pertama integratif dan pendidikan pengembangan spesialisasi serta latihan gabungan, latihan bersama dan latihan kesiapsiagaan operasional yang diselenggarakan oleh Mabes TNI dan Kotama jajaran TNI.

Pembentukan Kodiklat TNI ini juga dilatarbelakangi pentingnya pembinaan Sumber Daya Manusia TNI yang profesional, militan, dan berwawasan Trimatra yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menjawab tantangan masa depan. Selain itu, pembentukan kesatuan baru ini sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, terutama menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang susunan organisasi TNI yang diwujudkan dalam Peraturan Panglima TNI Nomor: Perpang/49/VII/ 2010 tanggal 8 Juli 2010.

Lebih lanjut Panglima TNI menegaskan, “Pembentukan Kodiklat TNI merupakan salah satu upaya TNI untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia TNI agar mampu menghadapi berbagai bentuk tantangan dan kemajuan perkembangan lingkungan strategis, baik yang bersifat nasional, regional, maupun global yang semakin kompleks dan semakin sulit diprediksi”.

Peresmian kesatuan ini ditandai dengan pembukaan selubung Pusara “Tri Matra Cendikia Utama” sebagai Pusara Kesatuan Kodiklat TNI oleh Panglima TNI dan penyerahan pusara tersebut oleh Panglima TNI kepada pejabat Komandan Kodiklat TNI. Selanjutnya dilaksanakan pula penandatanganan Naskah Berita Acara Peresmian Kesatuan Kodiklat TNI oleh kedua Petinggi TNI tersebut. Dalam upacara yang dikomandani oleh Kolonel Inf Syafi’ul ini, Panglima TNI sekaligus melantik Mayjen TNI Mochamad Sochib S.E., M.B.A sebagai Komandan Kodiklat TNI yang pertama sesuai Surat Perintah Panglima TNI Nomor: Sprin/1533/VIII/2010 tanggal 9 Agustus 2010.

Turut hadir dalam upacara peresmian ini Kepala Staf Angkatan Udara, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Kasum TNI, Irjen TNI, Sekjen Kemhan, Deputi SDM Mabes Polri, Kepala LAN, serta para Perwira Tinggi dari Mabes TNI dan Angkatan. (Kepala Puspen TNI, Mayjen TNI Aslizar Tanjung, S.E.,M.B.A)


Sbr : Puspenad

Minggu, 08 Agustus 2010

TNI Siapkan Penembak Jitu

SOLO--MI: TNI akan menyiagakan penembak jitu pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65 di Istana Negara, 17 Agustus mendatang. Kehadiran sniper itu sebagai langkah antisipasi atas ancaman serangan teroris terhadap presiden, pejabat negara, dan tamu VVIP yang hadir dalam kesempatan itu.

"Kalau memang membutuhkan itu (sniper) akan digelar," kata Panglima TNI Jenderal Joko Santoso seusai meresmikan Monumen Mayor Achmadi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/8).

Tapi bagaimana sistem pengamanan yang akan diberlakukan nantinya, Joko mengatakan dirinya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Karena pergelaran keamanan itu merupakan suatu rahasia sehingga tidak mungkin untuk disampaikan secara terbuka kepada publik.

Namun yang jelas, kata Joko, ancaman aksi terorisme itu sudah diantisipasi sejak dini oleh TNI bersama kepolisian. Mereka sudah menyiapkan sistem keamanan semaksimal mungkin. (FR/OL-04/Ars)

Sbr : MediaIndonesia

Wamenhan : Kontrak Persenjataan Domestik Diperpanjang

Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, penandatanganan kontrak pengadaan alat utama sistem senjata TNI dan Polri dari dalam negeri diperpanjang hingga akhir tahun.

"Kita beri waktu hingga akhir tahun," katanya ketika di konfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa, menjawab mengenai batas akhir penandatangan kontrak pengadaan alat utama sistem senjata TNI dan Polri dari dalam negeri yang berakhir 20 Juni 2010.

Menurut dia, jika ada pengadaan peralata utama TNI yang sudah dapat ditandatangani kontraknya sebelum akhir tahun, hal itu akan segera ditindaklanjuti.

Ia mengatakan, sebagai komitmen pemerintah untuk memberdayakan industri pertahanan dalam negeri maka pihaknya telah menyiapkan daftar belanja peralatan utama sistem persenjataan TNI dan Polri yang tertuang dalam 13 kontrak dengan dana yang disiapkan Rp 800 miliar.

"Dana tersebut diambil dari APBN 2010 sebagai bentuk komitmen kami untuk mendukung pemberdayaan atau revitalisasi industri pertahanan dalam negeri," kata ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, 13 kontrak pengadaan peralatan itu dari dalam negeri meliputi persenjataan ringan dan menengah yang telah dapat diproduksi industri pertahanan nasional.

"Secara rinci, jenisnya apa saya tidak tahu. Tetapi kira-kira secara umum meliputi persenjataan ringan dan menengah," kata Sjafrie.


Sbr : Antara

Panglima TNI Resmikan Monumen Mayor Achmadi

SOLO--MI: Panglima TNI Jenderal Joko Santoso meresmikan Monumen Mayor Achmadi di Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/8). Monumen itu diharapkan dapat menginspirasi generasi muda akan sebuah arti patriotisme.

Mayor Achmadi merupakan komandan Tentara Pelajar Detasemen II Brigade 17 yang memimpin pertempuran melawan Belanda dalam serangan umum 4 hari di Solo pada 10 Agusutus 1949. Berkat ketokohannya itu, dia kemudian dipercaya oleh Presiden Sukarno sebagai Komandan Militer Kota (KMK).

Untuk mengenang ketokohannya itulah Keluarga Besar Tentara Pelajar eks TNI Detasemen II Brigade XVII membangun monumen tersebut. Dananya dihimpun dari kalangan eks Tentara Pelajar yang masih hidup.

"Ini tidak mudah. Saya sangat kagum karena eks TP menyumbangkan rupiah demi rupiah untuk membangun monumen ini," kata Joko dalam sambutan singkatnya.

Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Solo Joko Widodo, Wakil Wali Kota Hadi Rudyatmo, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Besar eks TP Detasemen II Brigade 17 Soeprapto Boedjosastro dan ratusan anggotanya, Ketua DPRD Solo YF Sukasno, serta ratusan pelajar dari berbagai sekolah.

Selain sebagai tugu peringatan, Joko berharap monumen dapat menjadi salah satu wahana pembelajaran, karena bentuknya sebagai sebuah outdoor museum yang bisa disaksikan masyarakat. (FR/OL-01/Ars)

Sbr : MediaIndonesia

Blogger news